Perampok Bank CIMB Niaga Medan Latihan Militer di Gunung Sinabung

Kapolri Bambang Hendarso Danuri didampingi Kapolda Sumut Irjen Oegroseno saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Senin (20/9/2010) malam

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memastikan enam pria yang diringkus Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dalam drama penggerebekan di tiga lokasi berbeda, Minggu (19/9) hingga Senin (20/9), adalah pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Medan.

Tiga dari enam tersangka tersebut berhasil diringkus hidup-hidup. Sedangkan tiga lainnya tewas saat dilakukan penyergapan.

“Kita sudah berhasil meringkusnya, dan tiga tewas di tempat,” kata Bambang dalam paparannya kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (20/9) malam.

Menurut Kapolri, sebelum melakukan aksi perampokan di Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan, para pelaku ini terlebih dahulu mengikuti pelatihan ala-militer di kawasan Gunung Sinabung, Tanah Karo, yang beberapa waktu lalu meletus.

Pelatihan ala militer ini juga dilakukan di suatu tempat di kawasan Deliserdang.  Dua daerah ini adalah daerah satelit di sekitar Medan.
Pelatihan militer itu dipimpin Pak Nong alias Wak Geng, yang ditembak mati petugas Densus 88 di Hamparan Perak, Minggu petang.

Keenam orang yang dipastikan terlibat perampokan tersebut berasal dari berbagai kawasan.

Mereka adalah J alias S alias AA (31), warga Simpang Tiga Leman, Simpang Kawat, Asahan. Kemudian, KG alias AY (46),  warga Tanjung Balai.

Dari tangan keduanya disita satu pucuk pistol warna perak, nomor seri lengkap, 1 magazin, satu pucuk pistol warna hitam kaliber 45, dan satu unit AK 56 beserta delapan butir peluru kaliber 45, enam butir peluru 9 mili dan lima butir peluru AK 56.

Selanjutnya, D alias A, warga Desa Batu Tiga, Tanjung Balai, tertembak dan tewas saat digerebek di Tanjung Balai.

Kemudian Y alias W alias Deni alias R (50), warga Solo, yang juga tewas.

Sebanyak dua lainnya yang dipastikan terlibat perampokan itu diringkus di tempat yang berbeda. Mereka adalah M alias Wak Nong alias Wak Geng (39) dan SS alias US (21). Dari tangan mereka, polisi menyita 98 butir peluru kaliber 38 milimeter.

Penangkapan Belawan

Petugas juga melakukan penangkapan di Dusun Kota Rantang, Hamparan Perak, Belawan, yakni R alias I.

Tersangka tewas ditembak. Dari tangannya, polisi menyita satu batang TNT seberat 200 gram, bongkahan warna hitam, dan bongkahan warna putih. “Keenam tersangka ini adalah pelaku perampokan Bank CIMB Niaga,” kata Kapolri.

Baca Juga :  Presiden Instruksikan Segera Relokasi Warga Sinabung

Di hari yang sama, lanjut dia, pihaknya juga menangkap 12 orang yang ditengarai terlibat teroris.

Di Jalan Bilal, Medan, ditangkap BKR alias A alias AJ alias I (35), dan AS alias S (30), keduanya warga Bandarlampung.

Polisi juga menangkap K alias H (43), warga Jl Hasanuddin, Hamparan Perak.  Dari tangan mereka disita satu pistol buatan Pindad P1 nomor seri lengkap beserta 14 butir peluru 9 mm. (*)

Densus Gerebek Tiga Warnet di Medan

Kapolri Bambang Hendarso Danuri menunjukkan foto-foto perampok Bank CIMB Niaga, dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Senin (20/9/2010)

MEDAN – Untuk mengungkapkan kasus perampokan Bank CIMB Niaga dan terorisme, Densus dibantu aparat setempat juga telah menggerebek tiga warnet di berbagai lokasi di Medan.

Dalam penggerebakan di Warnet Artanet di Jl Ngumban Surbakti, Medan, polisi meringkus AS alias G (25), warga Karang Anyer, Jateng.
Mereka juga menangkap B (30), warga Lamongan, Jawa Timur.

Di jam yang sama juga ditangkap gembong teroris di Warnet Serasi, Jl Djamin Ginting, Medan, yakni N, warga Bangil, S (58), warga Sawangan, Jateng.

Petugas juga menggerebek di Warnet Kendari. Dalam penggerebakan itu  diamankan FRA (22), warga Bengkalis, Riau. Kemudian DIA (25), warga Langkat.

Di hari yang sama Tim Densus juga melakukan penggerebekan di Bandarlampung, yakni W alias P (31), warga Bandarlampung, dan HK alias A alias AS (25) warga Bandarlampung.

Al Qaeda Aceh

Kapolri juga menyebut kawanan perampok Bank CIMB Niaga Medan terkait kegiatan terorisme.

“Ini tidak murni kriminal sehingga penanganan kasus ini benar-benar dilakukan oleh Densus 88 dan mohon dipahami betul,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, ada satu pelaku yang ditangkap hidup diketahui bernama Marwan alias Abah alias Beben alias Reza alias Watno yang mengaku sebagai Wakil Al Qaeda Aceh.

Dari penangkapan ini pula, Polri dapat mengungkap identitas dua orang tersngka teroris yang tertembak di Cawang, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. “Mereka adalah Udin dan Hasbi yang memang keluarganya, oleh yang namanya Marwan alias Watno, dilarang mengambil jenazahnya. Waktu itu kita langsung kebumikan,” ujarnya.

Menurut Kapolri, pengejaran terhadap pelaku perampokan Bank CIMB Niaga tersebut karena kasus itu terkait kasus latihan militer di Cijanto, Aceh, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Bom gereja di Medan bermuara ke Bahrun Naim

Karena itulah, ditugaskan Densus 88 Antiteror turun ke Sumut. Untuk kasus terorisme, kata Kapolri, SOP-nya sudah ditangani Densus 88, s ementara untuk Pidana Umum dapat dilakukan sejajaran Polda Sumut. “Ini bukan kriminal murni, ini hanya rangkaian peristiwa terorisme yang berhasil diungkap Densus 88,” katanya.

Dari rangkaian tugas yang dilakukan kelompok teroris ini di Sumut, kelompok ini telah melakukan serangkaian perampokan di antaranya perampokan Money Changer di Belawan, BRI di Amplas 13 Juli 2010 dan perampokan lainnya.

Menurut mantan Kapolda Sumut itu, kelompok ini juga sudah mempersiapkan aksinya dalam waktu dekat di BRI di Tanjung Balai, tiga showroom dan Bank BRI di Kisaran.

“Semua ini dilakukan bersama kelompok-kelompok mereka di Sumut,” katanya.

Dikatakannya, gembong ini juga tak cuma beraksi di Sumut, tapi juga di Lampung. “Mereka sudah siap membeli senpi dan granat di Lampung. Mereka digerakkan Mustofa atau Abu Tholud. Dia sebenarnya sudah pernah divonis 8 tahun, namun dapat remisi dan sudah keluar. Kini beraksi lagi. Dia masih DPO,” kata Kapolri.

Kapolri menambahkan, rangkaian pengungkapan ini tidak hanya berhenti di sini saja. Tim masih terus mengejar 15 DPO lainnya. “Kasus ini tidak murni kriminal, sehingga penanganannya oleh Densus,” tegasnya lagi.(*)

Sumber: tribun-medan.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Pantaslah Gunung Sinabung Meletus…. Rupanya Karena Teroris Sial ini Berlatih Di Sana…, Aku pun heran gunung yang 400 tahun tidur kok tiba-tiba Mengamuk… ah… Kalau boleh saya berseru… syukur anda Teroris sudah tertangkap… seharunya anda langsung di tembak semua…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*