Perampok Bersenpi Beraksi Lagi di Kolang

Dua Alat Berat Dipreteli, Empat Penjaga Disekap
TAPTENG-METRO; Kawanan perampok bersenjata api (senpi) sejenis pistol dan senjata tajam (sajam) berhasil menggasak sejumlah perangkat elektronik dua unit alat berat (beko-red) milik PT TAS (Tapanuli Anugerah Sawit) di kebun Huta Tinggal Kelurahan Kolang Nauli, Tapteng, Senin (27/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebelum melucuti alat berat, kawanan rampok lebih dulu melumpuhkan dan menyekap empat penjaga.

RAMPOK-Sejumlah peralatan yang digunakan kawanan perampok dalam melakukan aksinya diamankan di Mapolsek Kolang, Senin (27/9).

“Waktu itu kami lagi tidur, sekitar jam 2 pagi. Mereka (kawanan rampok-red) tiba-tiba muncul dari kebun karet, langsung menyerang kami. Kami sempat melawan, tapi mana imbang, kami langsung dikeroyok,” terang Asri Silalahi (38), salah satu penjaga malam usai diperiksa di Mapolsek Kolang, Senin (27/9).

Dia sendiri sempat bergelut dengan tiga orang perampok sekaligus. Karena tidak seimbang dan suasana gelap, Asri tidak berdaya melawan. Kemudian para perampok menyekap mereka. “Mulutku disumbat pakai kain, terus diikat pakai tali. Kaki sama tangan juga diikat, terus kami ditelungkupkan,” paparnya sembari menunjukkan luka lebam di dada, punggung belakang, dan kaki kirinya.

Asri menjelaskan, jarak antara alat berat sekitar 100 meter, masing-masing dijaga dua orang. Karena tidak ada pos jaga, mereka hanya membentangkan tenda di atas alat berat lalu tidur di ruang kemudi dan bagian belakang, tanpa lampu penerangan. Kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah sekitar 8 orang tersebut menyerang mereka satu-per satu.

“Aku enggak jelas lihat mukanya. Tapi dari nada dan omongan mereka, ada yang bersuku Batak dan Jawa. Sempat kudengar ada yang memanggil kawannya dengan nama “Bis”, mungkin dia bermarga Lubis,” terang Asri.

Baca Juga :  113 Pemilik Kios Tak Jelas Nasibnya ; Relokasi Pedagang Pasar Sukaramai Menuai Masalah Baru

Teman-teman Asri lainnya, yakni Nober Sihombing (36), Marisi Situmeang (34), dan Marto Hutabarat juga mengalami hal serupa. “Setelah kami diikat, satu orang menjaga kami. Terus mereka (perampok) bergerak ke beko yang satu lagi. Waktu itu aku langsung ditodong pakai senjata, seperti bentuk pistol, lalu golok diancamkan ke leherku,” aku Marto Hutabarat yang juga mengalami luka lebam di bagian mukanya karena sempat berusaha melawan.

Setelah berhasil melumpuhkan keempatnya, kawanan perampok mulai melucuti perangkat alat berat. Perampok yang diduga spesialis alat berat tersebut berhasil menggasak 2 unit kontrol rouler komputer, 2 unit travel motor track kiri-kanan, 2 set stang handle kiri, 1 unit gase box, dan 2 unit panel.

Selain itu, perampok juga sempat mengambil handphone dan uang milik para penjaga sebanyak Rp400 ribu. Setelah selesai, kawanan perampok kemudian kabur dengan mobil yang diparkirkan mereka di areal kebun karet, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Sementara keempat penjaga tersebut berhasil melepaskan ikatan mereka dan langsung lari ke arah Jalan Raya Sibolga-Barus, sekitar 200 meter dari lokasi kebun, meminta pertolongan. “Waktu itu sekitar jam 6 pagi. Perampoknya siap, terus pergi. Kami dengar ada suara mobil, mungkin mobil mereka diparkir di kebun karet. Terus kami langsung berusaha melepaskan ikatan kaki, dan lari ke jalan besar,” terang Asri.

Kapolsek Kolang, AKP Usman melalui Kanit Reskrim Polsek Kolang, Ipda, LO Simanungkalit di Mapolsek Kolang membenarkan adanya laporan kasus pencurian dengan kekerasan tersebut. Aparat Polsek Kolang yang langsung menuju tempat kejadian dan melakukan olah TKP.

Dari lokasi, polisi mendapati sejumlah barang bukti berupa seperangkat kunci pas, palu, tali plastik dan kain, mata kunci sok, pahat, kunci inggris, dan sepasang sepatu milik salah seorang pelaku. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Serta melakukan upaya pengejaran, baik ke arah Sibolga maupun ke arah Barus.

Baca Juga :  Bea Cukai Medan Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp. 4 Miliar Oleh Seorang Wanita Asal Vietnam

“Perampok alat berat itu masih kita selidiki, namun dari hasil pemeriksaan sementara pelaku yang diperkirakan delapan orang mengunakan senjata tajam. Kita juga langsung berkoordinasi dengan Polres dan Polsek sekitar untuk melakukan pengejaran,” paparnya, Senin (27/9).

Sementara itu Humas PT PAS Kebun Kolang, Jeffri Hutajulu yang langsung melaporkan kejadian ini mengatakan, keberadaan kedua alat berat di lokasi tersebut adalah dalam pekerjaan pembuatan parit di lahan kebun. “Alat berat kita turunkan sejak 4 bulan lalu untuk membuat parit dan membuka lahan,” terangnya.

Jeffri menuturkan, akibat kejadian tersebut perusahaan mengalami kerugian material sekitar  Rp300 juta. Sedangkan seluruh biaya pengobatan keempat penjaga yang masih berstatus buruh harian lepas (BHL) tersebut akan ditanggung perusahaan. (mora)

Sumber: Metro Siantar

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*