Perampok di Sumut Gunakan Senjata Api Rakitan

Dari hasil penyelidikan kepolisian perampok bersenjata api yang beraksi di Sumut kerap menggunakan senjata rakitan. Poldasu kini sedang memburu lokasi perakitan senjata api yang dipasok untuk para perampok.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Drs Baharudin Djafar MSi menjawab pertanyaan wartawan ketika ekspose pengungkapan pelaku perampokan bersenjata api di Aula Direktorat Reskrim Polda Sumut, Senin (5/7).

1ifwbl Perampok di Sumut Gunakan Senjata Api Rakitan
Illustrasi

“Lokasi pembuatan senjata rakitan sejauh ini belum diketahui. Namun, ada pengakuan tersangka dari teman-teman mereka yang kini sedang kita buru,” katanya.

Dalam keterangannya pada wartawan, Baharudin menerangkan, kurun Mei-Juni sejajaran Polda Sumut menangani 52 kasus perampokan, 5 kasus di antaranya perampokan menggunakan senjataapi rakitan jenis revolver.

Hal itu diketahui dari para pelaku perampokan di kawasan Labuhanbatu dan Tebingtinggi yang berhasil diungkap. Dari kedua lokasi ini, Polda Sumut meringkus 12 tersangka, menyita 4 senjata api rakitan, 32 amunisi dan uang tunai dan laptop.
Ari, salah seorang pelaku perampokan di Tebing mengaku mendapat senjata api dari rekannya berinisial UC (buron). Namun belum dia belum menjawab apakah temannya itu langsung perakitnya.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Baharudin Djafar menunjukkan seketsa wajah perampok pengusaha PT Bali Valuta yang menjadi korban penembakan di Belawan belum lama ini.


Lemah

Maraknya perampokan bersenjata api dua bulan terakhir di Sumut, bagi kriminolog Prof Dr Edi Warman SH MHum, pertanda lemahnya pengawasan penggunaan senjata api oleh   Polri. Sarannya, polisi harus mengidentifikasi kembali orang-orang tertentu yang mendapat izin penggunaan senjata ap.

Baca Juga :  Wisuda 337 Mahasiswa UMTS: Sarjana harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

“Edi menilai para pelaku perampokan yang telah memiliki senjata api sudah lebih memahami situasi saat melakukan aksinya. Karena peristiwa perampokan yang terjadi selalau bertepatan saat situasi lokasi yang menjadi sasaran selalu sepi,” tukasnya.

Secara terpisah, anggota DPRD Medan Komisi A, Surianda Lubis menilai perlunya pemetaan terhadap kawasan yang rawan terhadap terjadinya perampokan. Pasalnya, selama ini, fasilitas yang menjadi sasaran perampokan hanya diamankan beberapa satpam. “Kedepan hal ini perlu dievaluasi,” katanya.

Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=39507:perampok-di-sumut-gunakan-senpi-rakitan&catid=30:dunia&Itemid=55

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*