Perampok Tewas Di Pelor Ternyata Asal Paluta

Tersangka perampok bersenjata api (senpi) Widodo alias Dodo (35) tewas, Selasa (11/1) dini hari. Pria yang beralamat di Sigambal ini ditembak polisi bersama rekannya Agusti Pakusman alias Cekot alias Pakman (40). Sedangkan 2 lainnya, Edi Saliman alias Edi (27) warga Linggatiga, serta Suharianto alias Suhar (25) warga Paluta menyerah.

Kasubag Humasy Polres Labuhanbatu AKP MT Aritonang memperlihatkan barbut yang disita dari 4 perampok pada penyergapan, Selasa (11/1) (kiri). Perampok yang ditembak petugas (foto kanan).

Tewasnya Widodo akibat terjangan timah panah polisi berawal ketika personel Satreskrim Polres Labuhanbatu, yang dipimpin Kasatreskrim AKP Tito Travolta Hutauruk, dan Kanit Jahtanras Aiptu TR Sitompul melakukan perburuan terhadap kawanan ini, yang diyakini terlibat dalam sejumlah kasus perampokan bersenjata api di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Berkat informasi yang diterima dari ‘rusa’, polisi bergerak menuju wilayah Sigambal di mana sebagian tersangka bermukim.

Sekitar pukul 03.00WIB dini hari, perburuan pun dimulai. Polisi langsung melakukan pengepungan secara berkelompok, dengan harapan para tersangka menyerahkan diri. Sialnya, adrenalin tersangka yakni Cekot alias Pakman, danWidodo alias Dodo malah meninggi mengetahui polisi mengepung, mereka mencoba kabur dengan mengelabui polisi. Tak ayal, polisi pun memilih melumpuhkan mereka dengan timah panas. Melihat 2 rekannya roboh, Edi Saliman alias Edi memilih menyerahkan diri.

Sebelum diboyong ke Rantauprapat, dari para tersangka diperoleh informasi tentang keberadaan salahseorang rekan mereka. Tak buang waktu, polisi meluncur ke Karangaya, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara. Di daerah ini, sekitar pukul 05.00WIB subuh, polisi mengepung kediaman salahseorang warga bernama Suharianto alias Suhar. Ditempat ini, polisi tanpa kendala yang berarti berhasil meringkus

Suharianto. Dan dari tangannya, disita barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis AK 56.
Di RSUD Rantauprapat sendiri, tim medis berusaha keras mengobati 2 tersangka yang tertembak. Sayangnya, saat menjalani perawatan di tempat ini, tersangka Widodo alias Dodo meregang nyawa kehabisan darah. Kuat dugaan, jauhnya lokasi penangkapan dengan RSUD membuat Widodo kehilangan banyak darah saat dibawa dari TKP ke Rumah Sakit.

Baca Juga :  Calon Sekdaprovsu Semakin Bertele-Tele

Sementara itu, salahseorang tersangka Agusti alias Cekot yang diwawancarai mengaku pernah terlibat aksi perampokan bersama rekan-rekannya termasuk DS(37) warga Indrapura, ED(38) warga Perdagangan Simalungun, BG(40)warga Medan, serta IY (37)warga Medan (DPO) di beberapa tempat antara lain : Jalan Sirigo-ringo Rantauprapat, di PKS N8, di Pekan Tolan, dan Jalinsum Pekan Tolan. Dimana, dari aksi-aksi itu mereka berhasil menggasak harta korbannya senilai Rp250,250 juta.

Dia juga mengatakan, Widodo alias Dodo rekannya pernah beraksi di beberapa tempat seperti di Kebun Parlabian, Tanjung Selamat, Bulu Cina, Tanjung Medan, Jalan Baru Pangkatan, Jalan Bacang Rantauprapat, Jalan Siringo-ringo, dan Jalan Rintis Sigambal. Dan dari aksi-aksi tersebut kata dia, mereka berhasil menggasak uang tunai sedikitnya Rp344 juta, berikut barang-barang lain seperti sepedamotor.

“Kalau Senpi itu kami dapat dari kawan di Riau, yang namanya juga sudah diketahui polisi. Kan di Riau itu bang gampang mendapat Senpi illegal,” ujarnya sambil meringis kesakitan.

Target Operasi
Di Mapolres Labuhanbatu, Kapolres AKBP Robert Kenedy Sik SH Mhum didampingi Wakapoles Kompol Tetra Darmariawan Sik SH MH, Kasatreskrim AKP Tito Travolta Hutauruk, beserta Kasubag Humasy AKP MT Aritonang pada acara gelar barang bukti kepada wartawan menjelaskan, ke 4 tersangka adalah target operasi yang telah lama diburu. Dimana, mereka dicurigai terlibat dalam serangkaian kasus perampokan sadis yang terjadi di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Bahkan, dicurigai, bersama rekan-rekan mereka yang masih DPO, mereka sering beraksi di luar daerah, bahkan luar Provinsi.

Dari penangkapan, kata Kapolres, disita sejumlah barang bukti yang terdiri dari : 16 unit sepedamotor berbagai merek, 3 buah STNK sepedamotor, 2 buah BPKB sepedamotor, 5 buah dompet, 1 buah pisau, amunisi, senpi jenis FN dan AK masing-masing 1 pucuk, dan I pucuk senpi mainan jenis AK.

Adapun AKP MT Aritonang kepada METRO mengatakan, sebelum ditangkap, ke empat tersangka diketahui beraksi di Tanjung Medan Dusun Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat Labusel 10 Januari lalu. Dan dalam aksi itu, pelaku yang mengendarai 2 unit sepeda motor berhasil menggasak uang tunai Rp350 ribu dari dompet Sunaryo Siahaan(54).

Baca Juga :  Gondang Batak Warisan Yang Kurang Di Hargai

“Masyarakat kita harap lebih berhati-hati pada ketika membawa uang dalam jumlah besar, dan atau menyimpan uang. “Kalau perlu meminta pengawalan kepada polisi untuk menghinmdari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya menyampaikan pesan Kapolres. (Zul)
No Nama Korban Alamat TKP Kerugian
1 Wahyudi(36) Perumnas N8 Bilah Hulu Jalinsum Gunung
Selamat 08/11 2010 Rp23.715.000
2. Timbul Pane (26) Dusun 5 Bandar Kumbul
B. Barat Jl Siringo-ringo 25/8 2010 Rp90 juta
3 Ngadino(37) Dusun II Silangkitang Ds. Rintis Silangkitang 4/8 2010 Rp76 juta
4 Supriyatno (44) Kelurahan Langgapayung HTI PTPLP Sei kanan 9/7 2010 Rp206 juta
5 Khairul Anwar (29) Jl S Parman Sigambal Perk. Normark 31/5 2010 Rp 20 juta.
6 M. Fila Wahono (44) Dusun Bis II Desa P. Tolan Jalan Umum Pekan Tolan Rp 25 juta.
7 Sunaryo Siahaan Tanjung Medan Dusun Tolan
Kam. Rakyat Labusel 10/1 Rp350 ribu.
NB: Unit Jahtanras dan Humasy Polres Labuhanbatu

(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*