Perampokan Bank CIMB Niaga, AK-47 Biasa Dipakai TNI/Polri

Sekitar 16 perampok di Bank CIMB Niaga Medan Aksara sungguh ‘bermodal’. Mereka bersenjata pistol dan senjata laras panjang M-16 dan AK-47. AK-47 biasa dipakai pasukan TNI dan Polri.

“Mereka juga menggunakan senjata AK-47 dan pistol yang masih diketahui jenisnya karena masih dalam uji lab,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Baharudin Djafar, Jumat (20/8).

6016679534515fece89b6a7f82d0f9959dda4df Perampokan Bank CIMB Niaga, AK 47 Biasa Dipakai TNI/Polri
Bank CIMB Niaga Aksara, 15 perampok masuk ke bank dan menewaskan 1 anggota Brimob Briptu Immanuel tewas setelah ditembak di dada kiri dan kanan dan 1 satpam, Muhammad fahmi, kritis, Rabu, (18/8)

Menurut Djafar, senjata jenis AK-47 biasanya digunakan oleh pasukan organik TNI dan Polri dalam bertugas. “Untuk di kepolisian dipergunakan oleh satuan Brimob,” terangnya.

Djafar mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada pihak keamanan terdekat jika mengenali ciri-ciri fisik para pelaku.

Perampokan di Bank CIMB Niaga Medan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (18/8). Keterangan resmi Bank CIMB Niaga menyatakan, uang yang digondol perampok mencapai Rp 400 juta.

Perampokan yang terjadi tak lama setelah perampokan bersenjata oleh 12 orang di toko emas di Tebet, Jaksel, itu menewaskan Bripda Imanuel Simanjuntak dan melukai satpam yang berjaga.

Perampokan di Bank CIMB Niaga Aksara di Jalan AR Hakim, Medan sangat sadis. Para perampok menenteng senjata M-16 dan AK 47. Mereka memang tak terlihat wajahnya, karena berhelm. Saat beraksi, mereka tak terlihat seperti perampok, karena berpakaian necis.

Ini terlihat dari foto-foto para perampok itu yang didapatkan, Jumat (20/8). Para perampok yang berjumlah 16 orang itu mendatangi kantor CIMB Niaga Aksara dengan menggunakan sepeda motor bebek. Sebagian besar motor bebek hitam, sebagian lainnya warna putih dan biru.

Penggunaan motor bebek ini berbeda dengan kebiasaan perampok yang biasanya mengendarai sepeda motor nonbebek. Sebagian dari perampok malah mengendarai motor bebek matik. Salah satu sepeda motor bebek terlihat jelas nomor polisinya: BK 3616 CP.

Dari foto-foto tersebut, para perampok juga berpenampilan necis. Sebagian besar mereka berkemeja dan sebagian mengenakan pakaian semi jas. Ada sebagian yang mengenakan sepatu pantofel, ada sebagian yang mengenakan sepatu kets. Mereka juga mengenakan sarung tangan.

Foto-foto itu juga memperlihatkan bagaimana dua perampok menenteng senjata M-16 dan AK 47 saat berjaga di luar bank. Juga ada foto seorang perampok berkemeja lengan panjang warna biru yang membawa tas besar saat akan meninggalkan bank itu. Diduga tas besar warna biru itu berisi uang.

Sebagaimana laporan CIMB Niaga, perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta dari bank tersebut. Para perampok juga merampas telepon seluler milik karyawan. Dalam perampokan ini, seorang anggota Brimob tewas dan dua satpam mengalami luka parah ditembak perampok.

Polisi Pelajari Foto Perampok Bank

CIMB Niaga Medan

Sejumlah foto insiden perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara, Medan, yang menggegerkan beredar di media massa. Saat ini polisi tengah mempelajari foto-foto itu.

“Kita terus mempelajari foto-foto mereka yang telah kami punya dan tersebar di media massa,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Baharudin Djafar , Jumat (20/8).

Dari foto itu bisa terlihat perampok yang kurang lebih berjumlah 16 orang itu membawa perlengkapan luar biasa yaitu senjata AK-47 yang biasa dipakai pasukan TNI dan Brimob Polri, senjata M-16 dan pistol. M-16 biasa dipakai oleh TNI.

Para perampok tampak ‘fasih’ menenteng senjata laras panjang itu. Semuanya mengenakan masker dan helm , berkemeja rapi, ada yang bersepatu pantofel. Mereka mengendarai sekitar 8 motor bebek, di antaranya bebek matik.

Selain foto-foto saat perampok beraksi di luar bank, polisi juga meneliti CCTV yang merekam kegiatan perampok di dalam bank.

“Mudah-mudahan masyarakat juga bisa membantu mengidentifikasi meski pelaku menggunakan helm dan masker,” harap Baharuddin.

Perampokan di Bank CIMB Niaga Medan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (18/8). Keterangan resmi Bank CIMB Niaga menyatakan, uang yang digondol perampok mencapai Rp 400 juta.

Perampokan yang terjadi tak lama setelah perampokan bersenjata oleh 12 orang di toko emas di Tebet, Jaksel, itu menewaskan Bripda Imanuel Simanjuntak dan melukai satpam yang berjaga.

Pelat Nopol Motor Perampok Bank CIMB Niaga Palsu

Pelat nomor polisi (nopol) kendaraan bermotor kawanan perampok di Bank CIMB Niaga Cabang Aksara, Medan, terekam di foto yang beredar di media massa dan CCTV bank. Setelah diselidiki, beberapa pelat nopol itu palsu.

“Ada kemungkinan nomor kendaraan yang digunakan palsu. Sampai saat ini masih kita telusuri lebih lanjut,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Baharudin Djafar, Jumat (20/8).

Polisi telah mengecek beberapa nopol motor perampok yang terekam itu. Dari penelusuran itu diketahui beberapa perampok memakai nopol dari Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK).

“STCK dipergunakan untuk kendaraan baru. Masa motor lama yang dipakai pelaku menggunakan pelat baru,” kata Djafar.

nopol yang sudah dipastikan palsu antara lain motor berwarna biru bermerek Yamaha Vega. “Lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Perampokan di Bank CIMB Niaga Aksara di Jalan AR Hakim, Medan, sangat sadis. Para perampok menenteng senjata M-16 dan AK 47. Mereka memang tak terlihat wajahnya, karena bermasker dan berhelm. Saat beraksi, mereka tak terlihat seperti perampok, karena berpakaian necis.

Ini terlihat dari foto-foto para perampok itu yang didapatkan. Para perampok yang berjumlah 16 orang itu mendatangi kantor CIMB Niaga Aksara dengan menggunakan sepeda motor bebek. Sebagian besar motor bebek hitam, sebagian lainnya warna putih dan biru.

Baca Juga :  Beredar Isu, Gubernur Sumatera Utara Ditangkap KPK

Penggunaan motor bebek ini berbeda dengan kebiasaan perampok yang biasanya mengendarai sepeda motor nonbebek. Sebagian dari perampok malah mengendarai motor bebek matik. Salah satu sepeda motor bebek terlihat jelas nomor polisinya: BK 3616 CP.

Apakah nopol BK 3616 CP juga nomor palsu? “Itu sedang masih penyelidikan,” jawab Djafar.

Polri Terus Selidiki Asal Muasal Senjata Perampok CIMB Niaga

Mabes Polri belum bisa memastikan dari mana perampok CIMB Niaga Cabang Aksara, Medan, bisa mendapatkan senjata. Polri terus menyelidiki asal muasal senjata.

“Kita belum tahu hasil labfornya. Kita masih selidiki,” ujar Kabidpenum Polri Marwoto Soeto saat ditemui di kantornya, Jumat (20/8).

Menurut Marwoto, senjata yang digunakan perampok tergolong cukup canggih untuk sebuah operasi perampokan. Muncul dugaan, senjata itu diperoleh secara gelap (ilegal).

“Ya mesti ada kaitannya dengan peredaran senjata ilegal, itu yang terus kita selidiki,” jelasnya.

Marwoto menjelaskan, dilihat dari spesifikasi dan cara penggunaan senjata, pelaku memang mahir menggunakan senapan jenis serbu seperti AK-47 dan M-16. Pelaku diduga memang terlatih untuk menggunakannya.

“Mereka kan senjatanya bagus-bagus ada AK-47 senapan serbu semua,” tandasnya.

Foto aksi perampok memperlihatkan bagaimana dua pelaku menenteng senjata M-16 dan AK 47 saat berjaga di luar bank. Juga ada foto seorang perampok berkemeja lengan panjang warna biru yang membawa tas besar saat akan meninggalkan bank itu. Diduga tas besar warna biru itu berisi uang.

Sebagaimana laporan CIMB Niaga, perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta dari bank tersebut. Para perampok juga merampas telepon seluler milik karyawan. Dalam perampokan ini, seorang anggota Brimob tewas dan dua satpam mengalami luka parah ditembak perampok.

Polri & TNI Harus Koordinasi Tangani Maraknya Perampok Bersenjata

Polri dan TNI diminta bekerjasa sama menangani maraknya kejahatan perampokan dengan senjata api. Apalagi diduga senjata yang digunakan para perampok itu biasa yang dipakai anggota TNI dan Polri.

“Kapolri dan Panglima TNI harus bertemu melakukan koordinasi untuk mengontrol senjata api. Ini penting dilakukan karena keresahan masyarakat sudah meningkat,” kata anggota Komisi III Martin Hutabarat saat dihubungi detikcom, Jumat (20/8).

Patut dicatat oleh pihak kepolisian dan TNI, perampokan bersenjata sudah merajalela terjadi di mana-mana. “Penegak hukum harus peka, perampokan meningkat dan mereka beraksi dengan kejam dan brutal,” ujar Martin.

Polisi dan TNI harus benar-benar mengontrol senjata yang dimiliki para anggotanya. “Kita khawatir, seperti halnya teroris di Aceh, senjata kelompok itu didapat dari oknum polisi yang juga ikut,” tambahnya.

Selain itu, pemberian izin dan penyelundupan senjata api harus diawasi benar. “Harus benar-benar dikontrol,” tegasnya.

Senjata M-16 dan AK-47 yang dipakai kawanan perampok Bank CIMB Niaga merupakan senjata organik yang biasa digunakan anggota TNI/Polri. Namun selain TNI-Polri, senjata M-16 & AK-47 bisa didapat secara ilegal.

“Senjata itu ada juga yang digunakan TNI/Polri. Bisa saja ada yang masuk dari luar negeri melalui selundupan. Itu produksi China dan Jerman,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Baharudin Djafar kepada detikcom, Jumat (20/8).

Mengenai bukti proyektil peluru dari senjata tersebut masih diperiksa di forensik Polda Sumut. Polri masih terus berkoordinasi dengan TNI untuk menelusuri kepemilikan senjata tersebut.

“Ya koordinasi tetap berjalan. Khusus dalam kasus ini kita sudah menyampaikan ada senjata seperti itu, cuma kan nggak mungkin harus mengumpulkan satu per satu (personel),” jelasnya.

Menurut Baharudin, dalam setahun ini sudah ada 2 kali perampokan bank. Polisi masih menelurusi keterkaitan perampokan CIMB Niaga dengan perampokan bank sebelumnya.

“Ya minimal ada dua kali dalam setahun ini. Tapi saya nggak punya datanya,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Baharudin, kepolisian menambah jumlah personel di bank-bank untuk meningkatkan pengamanan. “Ada kasus perampokan yang sudah kita ungkap juga. Tapi semuanya masih ditelusuri. Kita tingkatkan pengamanan di titik rawan,” ujarnya.

Polri Akui Tak Berdaya Kendalikan Peredaran Senjata Ilegal

Wajar saja jika para perampok mudah menggunakan senjata api saat menjalankan aksinya. Pengawasan peredaran senjata memang tak termonitor pihak berwajib. Karenanya, jangan heran jika senjata begitu akrab di tangan penjahat saat ini.

“Itu satu hal yang memprihatinkan. Fakta di lapangan peredaran senjata kita nggak tahu jumlahnya. Ini kelemahan kita semua supaya mengamankan supaya tidak beredar,” kata Kadivhumas Polri Brigjen (Pol) Iskandar Hasan saat jumpa pers di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (20/8).

Iskandar menyadari saat ini peredaran senjata di tanah air sulit dilacak. Banyak senjata ilegal yang masuk melalui daerah yang kurang pengawasannya.

“Apakah (senjata) itu dari gudang-gudang atau wilayah-wilayah yang dicurigai. Semua pantai tidak terpantau semua. Walau kita bangun (pos keamanan) semua itu pasti ada celahnya,” imbuh Iskandar.

Iskandar menambahkan, luasnya wilayah Indonesia memungkinkan pihak tertentu menyelundupkan senjata. Ditambah kurangnya sarana dan personel petugas di tiap-tiap perbatasan.

“Kita ini berbentuk pulau luas sekali. Tidak menutup kemungkinan (masuk) lewat jalur mana saja,” tukasnya.(dtc/int)

Baca Juga :  Walau Bayar Retribusi, Dinas Pasar Tetap Gusur, Pedagang Inang-inang Pun Serbu DPRD

Briptu Imanuel Sempat Kokang Senjata

Satpam: Sayang, Senjatanya Bermasalah

MEDAN-METRO; Kasus perampokan bersenjata api di Bank CIMB Niaga Cabang Pembantu Jalan Aksara masih bebas berkeliaran, yang menyebabkan anggota Brigadir Mobil (Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Poldasu), Briptu Imanuel Simanjuntak (28), tewas, Rabu (18/8) lalu, menyisakan cerita miris. Ternyata, Briptu Imanuel sempat mengokang senjata. Sayang, senjatanya bermasalah sehingga perampok duluan menembak.

Keterangan diperoleh sumber Sumut Pos (grup METRO TAPANULI), yang mendengar interogasi Intelijen Polri terhadap M Sazli Fahmi, satpam Bank CIMB yang terluka karena ditembak perampok, di Rumah Sakit Permata Bunda (RSPB), Kamis (19/8/) malam, menyebutkan, korban sempat menjelaskan gambaran ciri-ciri dan jenis senjata yang digunakan perampok untuk menembak Briptu Imanuel Simanjuntak, kepada petugas kepolisian.

Kepada polisi, Fahmi menyebutkan, pelaku yang menembak Briptu Imanuel mengenakan baju kemeja kotak-kotak, dengan senjata laras panjang yang bisa dilipat. Menurut Fahmi, saat perampok datang ke bank, dirinya langsung tahu mereka adalah perampok dari senjata yang dibawa para pelaku. Bahkan, dirinya sempat berkoordinasi dengan Briptu Imanuel, sebelum si Briptu tertembak.

Saat itu, menurut Fahmi, Briptu Imanuel yang juga mengetahui kedatangan perampok, telah bersiap mengokang senjata untuk mengambil tindakan. Fahmi disuruhnya tetap tenang dan jangan gegabah, melalui kode tangan.

“Saat mengokang, terdapat masalah dengan senjatanya, sehingga perampok yang telah mengetahui posisi Brimob tersebut, dengan cepat langsung melepaskan tembakan ke arah si Brimob,” katanya.

Fahmi yang melihat petugas Briptu Imanuel bersimbah darah, terpaksa menyerah di bawah todongan senjata. Bahkan Fahmi dipaksa tengkurap di lantai dan dilarang untuk melirik.

Melihat para perampok naik ke lantai dua, Fahmi sempat mencoba melarikan diri keluar. Tanpa disadarinya, perampok yang lain masih banyak yang berjaga di luar gedung dan mendapatinya hendak melarikan diri. “Saat di luar itulah, Fahmi mendapatkan todongan lagi, tetapi dirinya coba mengelak menyebabkan perampok memuntahkan timah panasnya, mengenai lengan tangan kanan Fahmi,” ujar sumber, sesuai keterangan Fahmi ke Intel Polda.

Setelah Fahmi tertembak, ia lalu berpura-pura pingsan agar tidak mendapatkan perlakuan kasar dari perampok. Dan dirinya kembali dibawa masuk ke dalam gedung oleh para tersangka.

Saat wartawan Sumut Pos ingin menemui Fahmi di ruangannya, Fahmi enggan diwawancara, mengingat sejak malam hingga siang hari dirinya terlalu banyak didatangi tamu, baik dari keluarga, petugas keamanan, karyawan bank maupun sejumlah media

Masih Pendarahan

Sementara itu, selama dua hari mendapatkan perawatan di ruangan Delima 203 lantai II Rumah Sakit Permata Bunda (RSPB), kondisi Fahmi masih terus mengalami pendarahan. Menurut dokter, hal itu diakibatkan dirinya keletihan dan banyak bergerak.

Menurut Kepala Ruangan V59, Murti Sriatun, seharusnya Fahmi belum boleh terlalu banyak bergerak, karena lukanya akan mengalami pendarahan. “Semalam saja lukanya terus mengeluarkan darah karena dia terlalu capek dan banyak berfikir. Mungkin karena banyaknya yang menjenguk dia, baik dari media, petugas kepolisian hingga sejumlah petugas bank, dan semuanya memberikan berbagai macam pertanyaan,” ujarnya.

Murti juga mengatakan, fikiran yang kurang tenang juga akibatkan pasien akan terus mengalami pendarahan. “Meskipun peluru tidak tinggal di lengannya, tetapi sempat menembus dan merusak jaringan-jaringan yang ada di sekitarnya sehingga menyebabkan pendarahan. Ditambah lagi banyaknya Fahmi berpikir dan bergerak,” imbuhnya.

Walaupun masih mengalami pendarahan, lanjut Murti, kondisi Fahmi sudah mulai terus membaik dan stabil.

Pantai Labu dan Galang Diobok-obok

Sementara itu, untuk mempersempit ruang gerak kawanan perampok Bank CIMB Niaga Medan, jajaran Polres Deli Serdang mengelar operasi pencarian di beberapa daerah wilayah hukum Deli Serdang. Wilayah konsentrasi aparat penegak hukum itu, wilayah pesisir pantai guna mengantisipasi kaburnya kawanan rampok itu.

Misalnya, wilayah muara pantai labu Kecamatan Pantai Labu wilayah perairannya berdekatan dengan perairan Percut Sei Tuan wilayah yang dicurigai tempat disambangi para pelaku.

Selain ke Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Galang juga menjadi target perburuan aparat kepolisian. Menurut sumber koran ini Polres Deliserdang, beberapa tempat di kawasan Galang disisir polisi. Karena sempat terendus keberadaan perampok di kawasan Galang. Namun perburuan itu tak membuahkab hasil.

Penyisiran juga dilakukan di dekat asrama Bataliyon 121 Macan Kumbang. Sejumlah warga asrama yang ditemui wartawan koran ini membenarkan hal itu.

Sumber; http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Perampokan_Bank_CIMB_Niaga_AK-47_Biasa_Dipakai_TNI/Polri

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*