Perawatan Jalan Kabupaten Kurang Diperhatikan

MADINA-Banyak jalan milik Pemkab Madina kurang mendapat perhatian untuk perawatannya. Pasalnya, banyak kondisi kiri kanan jalan tertutup tumbuhan ilalang yang rimbun tanpa dilakukan pemotongan.

Amatan METRO di sejumlah desa di Madina, semisal jalan penghubung Kecamatan Sinunukan ke Kecamatan Ranto Baek, Jalan Sinunukan ke Batahan, dan jalan Kecamatan Sinunukan ke Natal dan Jalan penghubung beberapa kecamatan di Pantai Barat Madina, saat ini selain badan jalan rusak, di pinggir sepanjang jalan itu juga tumbuhan ilalang yang tumbuh subur hampir mencapai 2 meter sehingga menganggu pengguna jalan.

warga Desa Banjar Aur, Kecamatan Sinunukan, Mardiman (28) kepada METRO, Minggu (13/11) menceritakan, karena tidak ada perawatan dari pemeritah, saat ini kondisi jalan kabupaten di Sinunukan sangat memprihatinkan. Akibatnya, jalan yang baru dibangun sekitar 10 tahun lalu sudah mulai hancur dan sebagian badan jalan sudah menjadi tanah.

”Sudah hampir 10 tahun setelah dibangun tak pernah lagi diperbaiki atau dirawat,” katanya.

Untuk itu, Pemkab Madina sangat diharapkan bisa mengucurkan anggaran untuk perbaikan dan perawatan jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah desa di Madina. Karena, infrastruktur ini sangat mendukung bagi perekonomian masyarakat apalagi bagi warga di Pantai Barat Madina, dimana sebagian masih merasa dimarginalkan oleh pemerintah.

”Kami sangat berharap Pemkab Madina bisa memperbaiki jalan kabupaten yang menghubungkan kecamatan di daerah kami, karena daerah ini terisolasi akibat kondisi jalan yang tak diperbaiki. Belum lagi pepohonan dan ilalang yang tumbuh di pinggir jalan, karena kalau upaya manual dari warga sudah sering dilakukan,” tambahnya.

Baca Juga :  Drama 7 Gol Bawa City ke Singgasana

Ketua Jaringan Aktifis Mahasiswa Sumatra Utara (Jamsu), Iswadi Batubara kepada METRO menjelaskan, pemerintah harusnya memperioritaskan kesejahteraan masyarakat terutama bagi warga yang jauh dari pusat kabupaten. Karena, masyarakat semisal di Pantai Barat, sangat membutuhkan perbaikan jalan dan jembatan saat ini.

”Pemerintah diminta agar peduli atas apa yang dirasakan masyarakat, sebenarnya kondisi jalan kabupaten yang rusak bukan hanya di pantai barat saja, tetapi di sekitar pusak kabupaten juga banyak ditemukan, kami hanya menghawatirkan anggarannya ada tetapi tidak direalisasikan,” ujarnya. (wan/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*