Perbaikan Jalinsum Aek Latong terus dilakukan

JALAN DI AEK LATONG

WASPADA ONLINE
MEDAN – Pelaksana Kegiatan, Yanto Sirait, menegaskan, putus totalnya arus lalu lintas dari Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan menuju Tarutung kabupaten Tapanuli Utara, diruas Jalinsum Aek Latong akibat dari tingginya curah hujan pada Senin (11/1) sehingga mengakibatkan tanah longsor.

“Tepat pada 11 Januari 2010 itu dimana air permukaan dari arah bukit juga mengalir cukup deras ke arah badan jalan Aek Latong. Menyebabkan terjadinya longsor pada badan jalan Aek Latong pada satu titik,” katanya di Medan, tadi malam.

Kemudian, katanya, pada Selasa (12/1) kerusakan sudah ditangani dengan cara melakukan penimbunan sirtu (pasir dan batu). Pada Rabu (13/1) pagi kembali terjadi curah hujan yang cukup deras sehingga menyebabkan timbunan yang baru menjadi longsor kembali.

“Sebelum kejadian alat berat seperti escapator, dump truck, vibroroller serta personil tetap stand by disekitar lokasi dan terus melakukan perbaikan darurat (sementara). Karena kejadian seperti ini bukan kali ini, tapi pada 24 November 2009 lalu juga terjadi longsor pada lokasi yang sama dan sudah diperbaiki,” ujarnya.

Bahkan, katanya, penanganan permanent pernah dilaksanakan pada tahun 2009 lalu antara lain dengan memotong bukit disebelah kanan arah Tarutung sepanjang lk 3 KM. Pekerjaan penanganan tersebut terus dilakukan dan diperkirakan selesai tahun 2011. Untuk kali ini kegiatan pekerjaan dilakukan rutin sifatnya tidak permanen.

Baca Juga :  Pasangan Calon Bupati Madina Terancam Pidana

Menanggapi besarnya dana untuk pekerjaan ini, katanya, sekitar Rp900 juta, dana tersedia diperuntukkan pekerjaan rutin batas Tapanuli Utara dengan Sipirok hal itu untuk mengantisipasi dan menjaga yang longsor, setekah melalui penelitian biologi. Jadi penanganannya tidak boleh putus, katanya.

Terjadinya longsor, katanya, karena kondisi daerah yang labil terutama dari Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan yang harus dilakukan penanganan darurat (tidak permanen) karena kawasan ini merupakan daerah patahan yang sangat rawan dengan longsor.

“Kami tetap berupaya agar Jalinsum merupakan lintas tengah dapat dilalui oleh pengguna jalan,” katanya.
(dat03/waspada)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Masalah aeklatong ini sebetulnya sudah bertahun tahun jadi
    langganan longsor,klu mau ap sih yg gak bisa di buat,sekarang terserah pemerintah daerah dan pusat bgm caranya untuk renovasi jalan ini secara permanen.Gampang kok klu mau.

  2. Sampai kapankah Masalah Aek Latong ini bisa selesai??? apa masih perlu sekian tahun lagi agar Masalah Aek Latong yang dari dulu Cukup terkenal di Masyarakat Sumatera Utara.
    Berapa kali lagi ganti Gubernur agar masalah ini bisa diatasi??
    Kalau ada pembukaan jalan alternatif, sebaiknya perlu dipikirkan Lebar Jalan, Curangnya jalan untuk pengangkutan yang sifatnya dengan Container di masa-masa yang akan datang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*