Peredaran Narkoba Di Sumut Hampir Di Seluruh Kelurahan – Bandar Memperalat Pelajar SD

MEDAN ( Berita ) : Penyalah gunaan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) di Sumatera Utara terutama Kota Medan, sangat memprihatinkan. Sebab, peredarannya secara gelap sudah mencapai seluruh kelurahan.

‘’Terus terang, saat ini bisa dikatakan tidak ada satupun kelurahan yang benar-benar bebas atau bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Direktur Reserse Narkoba Poldasu Kombes Pol Andjar Dewanto pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2012 yang berlangsung di Lapangan Pertiwi,Kecamatan Medan Barat, Sabtu (23/6).

Bahkan, kata Andjar, para bandar narkoba dan sindikat pengedarnya telah memperalat pelajar SD. Mereka tidak mempedulikan  bahwa tindakan tersebut telah merusak masa depan generasi bangsa Indonesia.

Maraknya peredaran narkoba ini telah menempatkan Kota Medan berada di urutan ketiga dalam daftar peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. “Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat diminta bekerjasama dengan pihak kepolisian atau setidaknya jangan terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba, ”ujarnya.

Menurut Andjar, polisi tidak bisa bekerja sendiri untuk memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Polisi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk memberikan informasi tentang peredaran narkoba.

Pihak kepolisian sudah membentuk jaringan untuk memberantas penyalahgunaan narkoba. Namun sindikat pengedar narkoba ini juga membuat jaringan sendiri sehingga polisi masih menemukan berbagai kendala di lapangan.

Mengenai keberadaan Kampung Kubur di Kecamatan Medan Petisah yang disinyalir menjadi pasar gelap peredaran narkoba, Kombes Pol Andjar mengatakan, lokasi tersebut sudah berulangkali digerebek polisi.

Baca Juga :  Dilaporkan ke Kapolri, Jabatan Kapolda Sumut Terancam

“Hingga saat ini, Kampung Kubur tetap dalam pemantauan polisi. Bandarnya (bandar narkoba) sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poldasu,” kata Kombes Pol Andjar Dewanto kepada Waspada disela-sela peringatan HANI 2012.

Menurut Andjar, Poldasu terus mengumpulkan data-data rumah penduduk yang dicurigai menjadi lokasi penggunaan dan peredaran narkoba. Dia tidak membantah tentang adanya kemungkinan ‘gerakan tutup mulut’ yang dilakukan sejumlah warga setempat terhadap pihak kepolisian.

‘’Memang ada indikasi tentang sejumlah warga yang seolah-olah melindungi Bandar narkoba di kawasan itu. Karenanya, kita sangat berharap masyarakat bisa memberikan informasi kepada polisi dan bekerjasama secara proaktif memberantas penyalahgunaan narkoba,’’ujar Andjar.

Mengenai perladangan ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menurut Andjar, pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat telah mengimbau para petani agar tidak lagi yang menanam pohon haram itu. Mereka diajak menanam tanaman yang bermanfaat. ‘’Tapi kalau masih tetap ada perladangan ganja, akan kita sikat,’’ tegasnya.T

urut hadir dalam acara itu Sekretaris GAN Indonesia Zulkarnain Nasution, Wakil Sekretaris KNPI SU H.M.Daud Sagita Putra, PB Young Sumatra Ardiansyah Tanjung, Plt. Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumut Kompol H. Joko Susilo dan Staf Ahli Wali Kota Medan Amir Husin.

Dalam sambutannya, Plt.Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumut Kompol H.Joko Susilo menegaskan, berbagai faktor yang merusak derajat kesehatan masyarakat harus ditangani serius, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Baca Juga :  Bandara Kualanamu ‘Ternodai’ Perilaku Ketidakramahan

Dia mengharapkan seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat dapat menggalang masyarakat agar aktif mendukung Indonesia bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sedangkan Wali Kota Medan diwakili Amir Husin mengatakan, ada kebijakan strategis nasional tentang Pencegahan,Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kebijakan ini merupakan upaya memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia serta filterisasi bagimasyarakat. Pantauan Waspada di lapangan, acara peringatan HANI 2012 kurang meriah dan masyarakat yang menghadirinya sangat minim. Padahal momen ini merupakan motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan narkoba guna menyelamatkan masa depan bangsa.(WSP/m34)

Sumber: http://beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*