Perekrutan CPNS Paluta Formasi 2009 Sarat KKN

Senin, 15 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

Lulus Padahal Tak Ujian

PALUTA-METRO; Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2009 di Kabupaten Paluta diduga sarat dengan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Sesuai pengumuman kelulusan yang dikeluarkan Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Nomor: 810/0454/K/2009 tertanggal 7 Desember 2009, diduga banyak keluarga, sanak famili DPRD dan pejabat teras Pemkab Paluta yang dinyatakan lulus. Bahkan ada peserta yang tidak ikut ujian, diluluskan.

Salah seorang peserta CPNS berinisial Am, kepada METRO Minggu (14/2), di Simpang Hajoran, Kelurahan Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak menjelaskan, rekrutmen CPNS Paluta tahun 2009 dinilai penuh sarat KKN dan tidak transparan. Penyuapan pun terjadi dan bukan rahasia lagi. Bahkan, peserta yang tidak ikut ujian ternyata bisa diluluskan.

Am menguraikan, mafia CPNS bergentayangan waktu itu. Peserta tidak sungkan mengakui, bahwa mereka telah menyerahkan uang kepada oknum tertentu. “MS peserta CPNS kemarin, nyata tidak ikut ujian, kok lulus,” paparnya terheran-heran.

Diakuinya, peserta CPNS pada formasi yang sama berikut tempat pelaksanaan ujiannya. Namun, MS sama sekali tidak pernah terlihat batang hidungnya di ruangan tempat ujian CPNS. “Ini jelas murni KKN,” katanya.

Hal senada diungkapakan, Hendri Hasibuan, peserta CPNS yang melamar dari Hukum. Ia mengatakan, pengadaan CPNS tahun ini banyak terjadi kecurangan. Sebagai contoh, ada peserta berinisial KIA yang lulus formasi 2009 kemarin. Di mana ia mengakui telah memberikan uang senilai Rp35 juta kepada orang dekat pejabat Pemkab Paluta. Saat pengumuman, ternyata dia lulus,” terang Hasibuan.

Menurutnya, keluarga dekat pejabat Pemkab banyak yang lulus, diantaranya dua saudara kandung yang berinisial MH dan WH. Mereka itu saudara dekat pejabat Pemkab Paluta, tempat tinggalnya di Tembung Kabupaten Deli Serdang. “Fakta yang menyedihkan, pengadaan CPNS Paluta tahun 2009 kemarin, diduga merupakan lahan bisnis keluarga pejabat teras Pemkab. Banyak pengakuan ditemukan dari peserta yang lulus, bahwa mereka terbukti memberikan uang pilicin kelulusan. Ini nyata,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Sawit dan Karet Di Palas Makin Anjlok

Keterangan lain juga ditemukan dari beberapa peserta yang enggan namannya disebutkan. Para peserta ujian 75 persen rata-rata memberikan uang senilai Rp100 sampai Rp120 juta. Yang diserahkan dengan berbagai cara yakni, melalui pembukaan rekening, transfer, dan secara langsung kepada oknum tertentu.

Ditambahkannya, peserta yang diprediksi sebelumnya lulus ternyata menjadi kenyataan. Seperti boru tulang dari pejabat Pemkab Paluta berinisial NHT pada formasi hukum. “Ini tolol dan tidak fair, murni nepotisme”, ketusnya.

Hal ini dapat menimbulkan preseden buruk bagi kemajuan Kabupaten Paluta atas perbuatan oknum-oknum tertentu. Bisa jadi, pemerintahan ini akan amburadul karena hanya mementingkan uang dan kelompoknya.

Di sisi lain, orang luar daerah jadi bertanya-tanya. Kenapa pengadaan CPNS di Kabupaten Paluta separah ini? Jelas menimbulkan stigma negatif bahwa Kabupaten Paluta memang ladang KKN. Karena itu, Hendri Hasibuan meminta agar aparat atau pihak berwenang bertindak secara cepat untuk melakukan penyelidikan lebih jauh dan pelakunya diproses secara hukum.

Pelaksana Tugas BKD Paluta, H Mara Lobi Siregar SSos ketika dikonfirmasi tentang dugaan tersebut membantah pelaksanaan pengadaan CPNS sarat KKN.

“Memang beberapa waktu lalu, terkait isu CPNS yang merebak, BKD se-Sumut, termasuk Paluta dipanggil Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin yang dihadiri BKD Sumatera Utara dan DPRD Provinsi Sumatera Utara. Mudah-mudahan tidak ada kendala dan masalah yang mencuat. Tidak ada kendala dari mereka yang mencuat terkait penerimaan CPNS tahun 2009,” tukasnya.

Baca Juga :  Narkoba Musuh Rakyat Indonesia

Sementara itu, Sekda Paluta Drs H Panusunan Siregar, yang juga Ketua Panitia CPNS, juga sepertinya membenarkan apa yang dilontarkan Mara Lobi. Namun dengan nada santai dirinya mengatakan ngak usahlah diberitakan. “Mari kita bermitra demi kemajuan Padang Lawas Utara. Fakta dan data itu tidak perlulah diekspos dan diketahui publik,” ucap Sekda.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Gema Paluta Gusti Putra Hajoran Siregar didampingi Sekretaris Julpikar Harahap bersama Ketua Umum Forum Kajian Peduli Paluta, Ramadan Siregar SHI didampingi Sekretaris Topan Harahap kepada METRO mengatakan, dengan adanya dugaan penerimaan CPNS tahun 2009 sarat KKN, pihak penegak hukum perlu menyisir dan menyidik adanya dugaan itu. “Dan jika perlu, diharapkannya Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) turun melakukan pengusutan kasus CPNS Gate Paluta tahun 2009,” harap mereka. (thg)

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Perekrutan_CPNS_Paluta_Formasi_2009_Sarat_KKN

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. GUBSU itu tidak berfungsi sebagai penyidik atau penyelidik tindak pidana atau penyelidik. Kalau cuma sebatas klarifikasi seperti itu, lidah tidak bertulang “alangkah sangat mudahnya berbohong dan menutupi kasus”. Jujurlah !!! Karena harus disadari tindakan KKN dalam pengadaan CPNS, akan sangat merugikan masyarakat secara umum. Nanti yang terjaring pasti CPNS tak berkualitas, akibatnya PALUTA akan diurus orang- orang tak bertanggung jawab, tidak profesional, dan tidak kredibel dibidangnya. SEKALI LAGI TOLONG JUJUR SAJA, JANGAN SUDAH MAKAN UANG RAKYAT, DITILANG LAGI RAKYATNYA.

  2. Kurang ajar, maunya uang saja. On mada pejabat na korup. Harus diusut tuntas.Berani mereka terima suap dan saudara- saudaranya suap berarti mereka siap terima akibatnya. Gappang Naso Labo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*