Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mandailing Natal (Madina) Demo PT SMGP

Organisasi Mahasiswa Islam Sumatera Utara Minta Sekda mundur dari Jabatannya.
Illustrasi
DEMONSTRASI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mandailing Natal (Madina) Demo PT SMGP
Illustrasi

Panyabungan. Massa dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mandailing Natal (Madina), menggelar aksi unjukrasa PT Sorik Merapi Geothermal Power (SMGP), Rabu (24/8) di gedung DPRD Mandailing Natal, Kompleks Perkantoran Bupati Madina bukit Paya Loting.

Unjukrasa mahasiswa PMII ini mendapat pengawalan dari Polres Mandailing Natal dipimpin langsung Kapolres Madina AKBP.Rudi Rifani S.Ik dan Sat Pol PP.

Dari Pantauan MedanBisnis aksi demo awalnya berjalan dengan damai meskipun sempat terjadi aksi dorong – dorongan dengan petugas keamanan akibat tidak adanya anggota DPRD maupun Pimpinan DPRD yang menemui mereka.

Di tengah aksi, sempat terjadi suasana memanas dikarenakan massa melakukan aksi bakar ban di depan pintu masuk gedung DPRD Madina, dan api dengan cepat dapat dipadamkan oleh Aparat kepolisian,meskipun Kasat Intel Polres Madina sempat kena api pada bagian kaki kanan.

Setelah adanya negosiasi antara mahasiswa, para pengunjukrasa bersedia memberikan pernyataannya kepada Sekretaris DPRD Madina untuk dilanjutkan kepada Pimpinan DPRD dan anggota DPRD yang saat ini tengah melaksanakan Bimtek ke Jakarta.

Dalam Pernyataan sikapnya Ketua PC PMII Madina Muhammad Amin Lubis mengutuk keras sistem adu domba yang dipraktikan PT SMGP.

Massa meminta kepada Pemkab Madina agar menyurati kementerian ESDM untuk mencabut izin IUP PT.SMGP sesuai dengan UU no 27 tahun 2013 direvisi UU no.21 tahun 2014.

Baca Juga :  Harga Melambung - Petani Cabai di Lumban Dolok Tersenyum

“Kita meminta kepada KPK agar mengusut dana jaminan sebesar US$ 10 juta atau berkisar Rp.130 milliar,” kata Amin ketika membacakan pernyataan sikap PMII Madina.

Selanjutnya diungkapkannya, mereka menolak kehadiran PT KS ORKA, pengakuisisi 100 persen saham PT SMGP karena tidak memiliki rekam jejak yang jelas pada eksplorasi Panas bui dan tidak memiliki cadangan investasi yang jelas untuk mewujudkan proyek panas bumi di Mandailing Natal.

“Kemudian, kita juga menolak segala kegiatan PT SMGP karena porusahaan ini masih bermasalah. Selain itu rencana pengeboran sumur eksplorasi yang akan dilakukan oleh perusahaan sangat ditentang masyarakat, karena sampai detik ini pemakaian air untuk pengeboran belum ada persetujuan dari masyarakat,” katanya.

Setelah usai membaca pernyataan sikapnya Ketua PC PMII Muhammad Amin Lubis menyerakan pernyataan sikapnya kepada Sekretaris DPRD madina untuk ditindaklanjuti kepada Pimpinan DPRD Madina.

“Kami akan menunggu jawaban dari DPRD madina selama 3 hari ke depan kalau tidak kami akan datang kembali,” kata Amin.

Sementara itu Sekretaris DPRD Madina Iqbal Arifin menyampaikan bahwa saat ini Pimpinan DPRD Madina sedang berada di luar kota melaksanakan tugas Bimtek.

“Mengenai pernyataan adik-adik ini akan saya sampaikan kepada Pimpinan DPRD Madina,” katanya.

Usai pernyataan sikapnya diterima massa dari PMII Mandailing Natal selanjutnya membubarkan diri dengan tertib. (zamharir rangkuti)

Sumber : medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mahasiswa dan Honorer Tuntut Direktur RSUD Dicopot

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*