Perhatian berbagai pihak ke Bandara Aek Godang, Tapanuli Selatan, akan membantu Pengembangan Sarana Transportasi di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya secara keseluruhan.

Biasanya saat menjelang Lebaran tiba atau beberapa minggu sebelum Puasa tiba, banyak masyarakat mulai membicarakan tentang sarana Transportasi baik Sarana Transportasi Darat, Laut dan Udara. Dan pada saat moment tersebut juga biasanya banyak pihak mengambil suatu kepentingan baik untuk kepentingan pribadi, golongan atau kepentingan secara menyeluruh atau umum. Tidak ketinggalan biasanya Pihak Pemerintah juga akan berupaya mengambil moment-moment tersebut untuk digunakan dalam memulai suatu rencana kerja sarana pembangunan di berbagai Daerah, termasuk si wilayah Tapanuli Selatan dan Kabupaten sekitarnya.

Mengingat lokasi wilayah Tapanuli Selatan dan bekas wilayah2 Tapanuli Selatan yang dimekarkan cukup jauh dari Pusat Propinsi yang ada disekitarnya baik dari Kota Propinsi MEDAN, Kota Propinsi Padang maupun Kota Propinsi Pekanbaru, maka sarana transportasi yang lebih cepat seperti melalui Udara menjadi pilihan dari ke 3 (tiga) kota ibukota propinsi tersebut sebelum melanjutkan lewat darat perjalanan yang rata-rata jarak tempuh perjalanan dari ke 3 (tiga) kota diatas  hampir sama waktu lama tempuhnya ke Kota Padangsidimpuan yang menjadi Pusat Kota Tapanuli Selatan dulunya sebelum dimekarkan (rata-rata jarak tempuh perjalanan 8 – 10 jam).

Dari dulu sampai sekarang, setiap tiba masa-masa memerlukan sarana transportasi yang lebih cepat ke wilayah ini, maka selalu menjadi perbincangan yang umum bagi masyarakat untuk membicarakan terkendala dengan sarana Bandara Udara yang belum memadai di Tapanuli Selatan, yang tentunya berbagai sebab alasan mengapa demikian.

Bandara Aek Godang sebagai salah satu Bandara Penerbangan yang paling terbesar di wilayah Tapanuli Selatan dan bekas pemekarannya,  yang terletak di Jl.Lintas Sibuhan km 1,5 desa Janji manahan kec batang onang kab Tapanuli Selatan, Sumatera Utara atau tidak jauh dari sekitar pertigaan persimpangan Parsabolasan belum cukup memadai untuk menunjang Sarana Angkutan udara pesawat yang lebih besar yang diperlukan oleh pengelola2 penerbangan. Dan Letak Geografis Bandara yang sangat strategis bagi wilayah-wilayah kabupaten pemekaran Tapanuli Selatan, kurang disikapi dengan baik oleh pihak2 yang bertanggung jawab untuk pengembangan bandara ini. Dan kalau dilihat dari jarak kota paling jauh  dari kota bekas pemekaran Tapanuli Selatan maka yang terjauh ke Bandara ini adalah kota Kotanopan-MADINA (sekitar 2,5-4 jam perjalanan) arah Lintas Tengah Sumatera menuju Bukit Tinggi.

Baca Juga :  Ancelotti: Arsenal Mangsa Drogba

Panjang Landasan Bandara Aek Godang berdasarkan data informasi di website Departemen perhubungan adalah 1.400 meter x 23 meter dan hanya dapat di darati pesawat-pewasat kecil sepeti CN-235, C-212.
Panjang landasan dan beberapa sarana penunjang bandara yang masih sangat jauh dari kelayakan untuk di darati pesawat berbadan besar seperti pesawat boing atau masih jauh kalah dengan bandara Pinangsori dan Bandara Silangit yang katanya sudah bisa didarati pesawat-pesawat lebih besar. Walaupun dari letak geografis jika dibandingkan letak Bandara Aek Godang lebih baik daripada Bandara Pinangsori namun bandara Aek Godang masih jauh kalah kelas jika dibandingkan dengan ke 2 (dua) bandara tersebut.

Bandara Aek Godang saat ini masih berada di Kelas III berdasarkan versi Dirjen Perhubungan dan ini sudah bertahan lama dari beberapa periode pergantian Bupati di Tapanuli Selatan. Perencanaan dari tahun ketahun untuk mengembangkan Landasarn ini agar lebih baik sering diangkat ke permukaan terutama menjelang-menjelang Pesta Demokrasi, Saat waktu liburan atau saat hari Raya. Namun begitu berlalu masa-masa tersebut maka tenggelamlah pembicaraan tentang pengembangan Bandara Aek Godang ini, sehingga perkembangan pengembangan Bandara ini dari tahun ke tahun bisa dikatakan sangat lambat bahkan hampir jalan ditempat.

Masyarakat Tapanuli Selatan dari dulu sangat berharap Bandara Aek Godang ini benar-benar menjadi Program Prioritas Rencana Pengembangan Sarana Pembangunan dari Pihak Pemda Tapanuli Selatan, DPRD, Departemen yang terkaid dan juga Prioritas dari semua Pejabat yang terlibat termasuk dukungan penuh dan program kerja prioritas dari DPRD Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Pemkab Madina Mencapai 92,96 Persen

Disamping itu  dukungan Bupati sekitarnya dan DPRD Tapanuli Selatan dan DPRD dari bekas pemekaran Tapanuli Selatan bersatu untuk membuat program prioritas dalam rencana APBD Tahun depan ke Bandara Aek Godang ini sangat diperlukan, sehingga harapan masyarakat dalam menunjang perekonomian di Tapanuli Selatan dan Kabupaten sekitarnya akan lebih cepat dan lebih berkembang.

Untuk itu hendaknya Bupati Tapanuli Selatan, DPRD, Departemen Perhubungan, DPRD Kehutanan dan pihak – pihak terkait lainnya bisa segera membuat pengembangan Bandara ini dengan memperpanjang Landasan yang bisa mengalahkan Bandara Aek Pinangsori dan Bandara Silangit tanpa harus menunggu 5 sampai 15 tahun yang akan datang. Bandara ini diyakini akan jauh lebih dimamfaatkan oleh masyarakat mengingat letak bandara ini berada di tidak jauh dari beberapa kota disekitarnya termasuk ke Kota Tarutung dan Kota Sibolga.

Semoga Pengembangan Bandara Aek Godang ini bisa dilihat dari semua pihak-pihak dan dukungan masyarakat, sehingga proses mempercepat pengembangan bandara Aek Godang ini ke arah yang lebih baik bisa lebih cepat terlaksana. Horas.. Selamat Berpuasa… (fs)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*