Peringatan Serius Presiden Bank Dunia : Dunia Sudah Memasuki Zona Bahaya Baru Ekonomi

(Associated Press/Michael Probst) Sejumlah lembar uang kertas euro bekas bakar yang tak dapat diedarkan lagi karena berbagai alasan, digelar di sebuah museum Bank Sentral Jerman di Frankfurt, Rabu. Sementara seorang anggota legislatif dari koalisi mitra partai Kanselir Angela Merkel membela pernyataan Merkel baru baru ini untuk membiarkan Yunani melakukan “orderly default”utang apabila Athena tak mampu mengatur keuangannya. Atas komentar negatif dari pemimpin Demokrat Liberal Philipp Roesler di pasar awal pekan ini, Merkel cepat meralat bahwa maksudnya adalah belum ada solusi cepat untuk masalah utang Yunani, sambil memperingatkan agar para pendengar perlu hati-hati memahami apa yang diucapkannya.

Washington, (Analisa). Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan Rabu (Kamis, WIB) bahwa dunia sudah memasuki zona bahaya baru ekonomi. Eropa, Jepang serta Amerika Serikat, semuanya perlu mengambil keputusan berat agar ekonomi global terhindar dari keruntuhan.

“Kecuali Eropa, Jepang dan Amerika Serikat juga bisa bertanggung-jawab, mereka tidak hanya akan menyeret diri sendiri ke dalam keruntuhan, tapi juga ekonomi dunia,” kata Zoellick dalam ceramahnya di George Washington University.

“Mereka terlalu lama menunda-nunda pengambilan keputusan sulit,” katanya menjelang pertemuan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) pekan depan.

Zoellick menyampaikan ceramahnya dengan blak-blakan terkait semakin meningkatnya kekhawatiran di kalangan para pengambil keputusan global tentang krisis hutang yang semakin parah di Eropa yang kini sudah mengalihkan perhatian investor dari isu keuangan publik dan reformasi di AS dan Jepang.

Sama seperti himbauan negara-negara itu yang memintakan peran global yang bertanggung-jawab kepada China sebagai kekuatan ekonomi yang sedang bangkit, begitu pulalah seharusnya mereka bertanggung-jawab sebagaimana terhadap problema ekonomi mereka, kata Zoellick.

PM China Wen Jiabao sebelumnya menghimbau negara-negara maju agar bertanggung-jawab atas berbagai kebijakan fiskal dan moneter agar krisis Eropa tidak sampai menyebar kemana-mana.

Pertemuan para pemimpin keuangan dan pembangunan global di Washington pekan depan akan difokuskan kepada krisis hutang Eropa dan default hutang Yunani yang semakin menimbulkan gejolak di pasar keuangan. Berbagai macam sinyal dari para pemimpin Eropa justru menambah kekhawatiran bahwa zona euro yang beranggotakan 17 negara itu tidak mampu bersatu mengatasi krisis tersebut secara bersama-sama.

Baca Juga :  Publik Berduka, DPR Tak Peka

Zoellick mengatakan, negara-negara Eropa menolak kenyataan yang pahit dari tanggung-jawab bersama mereka, Jepang masih menahan diri untuk kebutuhan akan reformasi ekonomi dan sosial, dan berbagai beda pendapat politik di AS malah menghalangi usaha mengurangi defisit anggarannya yang mencapai rekor.

Ceramah Zoellick difokuskan kepada perubahan lansekap global di mana negara-negara ekonomi pasar baru bangkit memainkan peran lebih besar di dalam ekonomi dunia — dan pembangunannya semakin meningkat.

Dia mengatakan, negara-negara maju masih belum sepenuhnya mengakui bahwa perubahan global ini sedang berlangsung terus dan masih beroperasi di bawah kebijakan “lakukan apa yang saya katakan, bukan apa yang saya perbuat.” Mereka menganjurkan disiplin fiskal, tapi gagal mengendalikan anggaran mereka sendiri, dan menyokong hutang berkelanjutan sementara hutang mereka sendiri sudah mencapai rekornya yang tinggi,” katanya.

Zoellick juga mengatakan, sudah tiba waktunya untuk memikirkan kembali masalah bantuan asing. Menurutnya, ketika bantuan masih tetap menjadi isu hidup atau mati bagi jutaan orang di seluruh dunia, fasilitas itu juga menjadi sarana untuk membantu pembangunan dan pertumbuhan negara-negara miskin. (Rtr/sy.a)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*