PERKEBUNAN LIAR RAMBAH HUTAN MADINA

Instansi kehutanan lengah, HPH Teluk Nauli kecolongan

Batumundom, Kemudahan investor menanam modal di Kabupaten Mandailing-Natal (Madina) untuk membuka perkebunan Sawit ternyata disalahgunakan sementara pihak ambil jalan-pintas, membuka perkebunan liar tanpa izin. Masalahnya berkembang ketika ribuan Ha hutan negara di Kawasan Lindung hulu Aek Rambe yang dikuasai Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Pt. Teluk Nauli, dijarah dan dialihfungsi paksa jadi perkebunan Sawit liar.

Investigasi lsm Aliansi Rakyat Merdeka (Alarm) ke kawasan hutan negara di sekitar mata-air sungai Aek Rambe Gadang di Kecamatan Muara Batang Gadis, melihat ribuan Ha hutan ditebang habis lalu ditanami Sawit. Sejumlah pondok-kerja bertaburan di dalam hutan dipenuhi puluhan pekerja yang sibuk menanam bibit Sawit, sementara di kejauhan terlihat sejumlah alat-berat Excavator membersihkan hutan.

Sejumlah pekerja di beberapa lokasi perambahan yang disebut masyarakat Muara Batang Gadis sebagai daerah Labonas, mengoceh bahwa mereka karyawan dari  beberapa pemodal dari luar Kab. Madina. Seperti Ch asal Kota Tebingtinggi, Lmp dari Kota Medan, ada pula pejabat instansi keamanan dari Kota Sibolga. “Soal daerah ini masuk kawasan hutan negara yang dikuasai izin Pt. Teluk Nauli, itu urusan boss”, ketus para pekerja di lokasi perambahan.

Walau sebagian pemodal perambahan tidak dikenal, tetapi ada juga di hulu Aek Rambe Ketek pasang papan merk Tanah ini milik ML Ritonga. Di sekitar lokasinya bertaburan kayu tebangan di lereng perbukitan sampai ke tepi rawa hulu Aek Rambe.

Baca Juga :  BBM Langka, Supir Angkot Mengeluh

Laporan lsm Alarm ke Kadishutbun Kab. Madina, Rasyid Ritonga tentang   pembukaan hutan negara di Labonas dijadikan perkebunan Sawit, Kadishutbun Rasyid Ritonga menegaskan Pemkab Madina belum pernah menerbitkan izin apapun, “Karena Menteri Kehutanan ada menerbitkan izin IUPHHK Pt. Teluk Nauli seluas 20.000 Ha di wilayah tsb, dan pihak Pt. Teluk Nauli yang punya kewajiban terdepan mengamankan kawasan hutan di areal konsesinya”, tukas Rasyid Ritonga.

Kadishutbun Madina lalu menugaskan dua stafnya, Thamrin dan Tanjung memeriksa ke lokasi. Sepulangnya dari lokasi Labonas, kedua petugas tsb mengakui kebenaran laporan lsm Alarm. Berlanjut Dishutbun Madina membuat surat laporan kasus tsb ke Poldasu dan Dishutpropsu,  ujar Kadishutbun Rasyid didampingi Kabid Bina Hutan, Amirullah.

Klarifikasi Suara Sumut ke Kadishutpropsu JB Siringo-ringo di ruang kerjanya (Jum’at 11/06) mengatakan belum menerima laporan Pemkab Madina. JB Siringo-ringo menerangkan, “Masalahnya bukan siapa paling bertanggungjawab, tetapi baik Dishutbun Madina maupun Pt. Teluk Nauli sama berkewajiban dan bertanggungjawab, siapa duluan tahu ya bertindaklah. Kalau tidak mampu baru lapor ke instansi atasan”, katanya.

Sementara management Pt. Teluk Nauli yang ditanya via telepon, mengakui memiliki SK IUPHHK No: 414/Menhut-II/2004 di lokasi Aek Siriam Blok III-C, namun belum mengetahui adanya pembukaan hutan di areal konsesinya jadi perkebunan Sawit.

Karena instansi terkait di Kab Madina dan Prop. Sumut belum menyatakan akan menindak perambahan hutan negara di Labonas, kasus tsb dilaporkan lsm Alarm ke Dephut. Direktur Penyidikan Dephut ir. Awriya Ibrahim daam sms-nya menyatakan akan mempelajari kasus perambahan besar-besaran tsb.

Baca Juga :  Mayoritas Anggota DPRD Tapsel Erosi Kerakyatan dan Kenegaraan

Sampai kini perambahan yang dimulai dari pinggir Jalan Lintas Pantai Barat melakukan pembukaan jalan masuk ke kawasan hutan daerah mata-air Aek Rambe dan Aek Siriam makin meluas, malah masyarakat setempat pun latah ikut merambah, seperti BS tokoh masyarakat Desa Sikapas serta MP tokoh pemuda dari Desa Singkuang.

5561791281b2c21190523d1ce444aef3e417a94 PERKEBUNAN LIAR RAMBAH HUTAN MADINA
55617960be06f470fd6e0fddf121b48c82f74d6 PERKEBUNAN LIAR RAMBAH HUTAN MADINA
Sumber:  AR. Mornif (Alarm / armorniff@yahoo.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*