Perkebunan Sawit Masih Terpuruk

Illustrasi

petani lesu harga tbs sawit anjlok 159425 88831 1 Perkebunan Sawit Masih Terpuruk
Illustrasi
Jakarta. Saat pertemuannya dengan DPR, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut Indonesia tidak sedang berada dalam masa krisis ekonomi. Menurutnya, ekonomi masih bisa tumbuh 5%, meski diakuinya melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tetapi Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan, meski harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) sudah mulai membaik tahun ini, perkebunan sawit masih saja terpuruk. Ini terlihat dari angka produksi sawit di semester I-2016 yang justru mengalami penurunan ketimbang periode yang sama tahun lalu.

“Harga memang sudah membaik, tapi CPO ini masih sangat lesu kondisinya. Produksinya ini turun drastis akibat El Nino yang dampaknya di tahun ini. Semester I tahun ini baru 13 juta ton, belum sampai setengah produksi tahun lalu yang setahunnya 32 juta ton juta ton,” kata Fadhil, Jumat (26/8).

Setali tiga uang, lanjutnya, selain produksinya yang turun, merosotnya ekspor sawit juga ikut memukul industri sawit. Permintaan dari negara importir terbesar minyak CPO, India dan China, juga seret.”Ekspor ke China dan India juga mengalami penurunan. Sampai semester I-2016 total ekspor ke semua negara baru 10,9 juta ton, tahun lalu sekitar 12 juta ton atau dalam setahunnya 24,6 juta ton. Jadi secara keseluruhan sawit ini masih lesu, meski harganya memang sudah membaik,” jelas Fadhil.

Baca Juga :  Kronologi Jatuhnya Pesawat Super Decathlon

Menurutnya, perbaikan industri minyak sawit bisa dilakukan pemerintah dengan merelaksasi penggunaan lahan gambut untuk perkebunan sawit yang saat ini masih diberlakukan moratorium.”Paling tidak ada kebijakan baru soal moratorium. Karena soal produksi yang turun karena faktor alam, kemudian soal permintaan ekspor yang turun juga karena faktor global, sehingga tak ada yang bisa diperbuat,” ujar Fadhil.

medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*