Permintaan Salak Padangsidimpuan Tetap Tinggi dari Jawa

Senin, 14 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

Permintaan Salak Padangsidimpuan Tetap Tinggi dari Jawa

MEDAN-METRO; Kota Padangsidimpuan (Psp) terus berupaya mengembangkan areal dan produksi buah salak sekaligus tanaman hias untuk meningkatkan kegiatan perekonomian di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Psp, Aswin Effendi, di Medan, Minggu, mengatakan, meski salak pondoh asal Jawa “menyerbu” Sumut dan daerah Sumatera lainnya, permintaan salak Psp masih tetap tinggi termasuk dari Jawa sendiri khususnya Jakarta.

Etnis China khususnya, misalnya mengaku memilih mengonsumsi salak Psp dengan ciri khas rasa manis, asam itu dengan alasan untuk membantu pengobatan beberapa penyakit seperti asam urat.

“Melihat masih tingginya permintaan sekaligus upaya mempertahankan ciri daerah, Pemko Psp berupaya meningkatkan areal dan produksi atau minimal mempertahankan perkebunan salak petani itu,” katanya di pameran Medan Fair. Di stan Psp itu, dipamerkan salak dan produk olahannya dan bunga hias.

Olahan

Dewasa ini luas areal kebun salak petani di Psp sekitar 900 hektare yang berada di tiga kecamatan daerah itu.

Pengembangan produksi salak itu juga tidak terlepas dari sudah semakin berkembangnya pengolahan buah itu di bawah binaan Dinas Perindag mulai menjadi asinan, dodol, keripik hingga untuk dijadikan souvenir.

“Selain salak, Pemko Psp juga mengembangkan tanaman hias yang ternyata prospeknya sangat besar,” katanya. Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan membina dan bekerja sama dengan perajin bunga di daerah itu.

Baca Juga :  Protes PT Sorikmas Mining Massa Blokir Jalinsum dan Berdebat dengan Wabup

Kelompok Wanita Tani Boughenville Psp– binaan Dinas Pertanian– Elvira Siregar, menyebutkan prospek bisnis tanaman hias di daerah itu masih cukup besar.

“Bisnis itu semakin maju karena semua jajaran terkait dan khususnya Wali Kota Zulkarnaen Nasution, memberikan dukungan penuh,” kata Elvira yang merupakan pemilik Venny Nursery itu.

Perajin tanaman hias di Psp itu bahkan sudah melirik pasar Pekanbaru dan daerah lainnya yang selama ini mengandalkan pasokan dari Medan dan Jawa.

Sementara itu, Kadis Koperasi, UKM, Perindag dan Pasar, Psp, Samakmur, menyebutkan, produk makanan, minuman dan kerajinan dari salak semakin diminati masyarakat.

Pengolahan dari salak itu dikembangkan untuk tetap menjaga nilai jual buah itu sehingga petani tetap berminat mengembangkan tanamannya sekaligus menambah pendapatan warga dari bisnis olahan buah itu. (ant)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. hmm….
    salak pasid manis2 lho kyak org yg ge bca ne…(hehehe)
    mabia de pasid dohot salak2 nai dohot parawisata nai….
    tmbah jeges do…????
    mudah2n tmbah bagus ea ????

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*