Perseba Mengaku Suap Iwan Budianto

Manajer Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fatah, mengungkapkan, pihaknya telah diminta sejumlah uang oleh Direktur Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI), Iwan Budianto. Uang itu untuk memuluskan jalan menjadi tuan rumah Piala Suratin juga agar timnya tak dikerjai BLAI.

Imron mengungkapkan, isu suap bermula dari niat klubnya menjadi tuan rumah final 8 besar Grup E Piala Suratin di Bangkalan, 12 Desember 2009. Niat tersebut, lanjut Imron, mendapatkan sambutan baik dari rekan Iwan yang mengatakan akan meneruskan ide itu kepada BLAI.

Namun, kata Imron, Iwan akan mengabulkan ide tersebut bila klubnya membayarkan sejumlah dana kepadanya untuk memuluskan langkah. Perseba akhirnya keluar sebagai juara dengan mengalahkan Persema Malang 2-1 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Perseba, kata Imron, memberikan dana kurang lebih Rp 100 juta yang dikirimkan ke rekening Bank BCA milik Iwan Budianto pada November 2009. Imron juga mengaku masih memiliki bukti transaksi dana tersebut.

“Saya mentransfer uang sebesar 25 juta rupiah sebagai tanda awal untuk memuluskan jalan itu. Saya memiliki bukti pengiriman,” jelas Imron, Senin (7/2/2011).

“Dana ini hanya sebagian dari tiga tahap pengiriman dana. Nanti saya sebutkan semua total dana yang kami berikan. Totalnya di atas 100 juta rupiah lebih. Bukti cetak transfer lainnya pun masih saya simpan,” lanjut Imron.

Imron mengungkapkan, pihaknya terpaksa melakukan suap karena timnya sering kali dikerjai oleh pihak BLAI, termasuk saat di babak penyisihan yang teradi di Malang. “Terpaksa saya ikut ‘bermain.’ Kebetulan ada teman saya asal Jawa Timur yang mengenalkan saya ke Iwan,” bebernya.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Polres Sidimpuan Ungkap 10 Kasus Narkoba

Saat dikonfirmasi. Iwan tidak menampik menerima uang dari Imron. Namun, menurut Iwan, uang yang diterimanya bukan untuk suap pertandingan tetapi bersifat pinjaman. “Waktu itu, saya sedang tidak punya uang sama sekali untuk membayar fasilitas bus untuk tim Piala Asia U-19 di Bandung. Saat itulah, ada temannya Imron yang menjembatani untuk mendapatkan pinjaman. Saat itu, saya meminjam Rp 50 juta tetapi tidak semua milik Imron. Sebanyak Rp 25 juta lainnya milik teman saya,” ungkap Iwan saat ditemui wartawan di kantornya.

Iwan mengaku sudah mengembalikan dana pinjaman tersebut. Namun, ia lupa kapan mengembalikan dana tersebut kepada Imron. “Tapi, seingat saya sudah mengembalikan pinjaman itu,” tutur Iwan.

Sebelumnya, Iwan yang dicalonkan untuk masuk dalam Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015 itu juga diduga terlibat kasus suap yang diembuskan oleh mantan manajer Persisam Samarinda, Aidil Fitri. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*