Pertambangan Tanpa Izin Marak, Distamben Sumut Disurati.

Organisasi Mahasiswa Islam Sumatera Utara Minta Sekda mundur dari Jabatannya.
Illustrasi

Panyabungan, 13/9  –  Banyaknya  tuntutan yang datang dari warga masyarakat dan para LSM  yang ada dikabupaten Mandailing Natal, terhadap penutupan tambang ilegal seperti di Kecamatan Hutabargot, Muarasipongi, Kotanopan dan wilayah Pantai Bara  Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Mandailing Natal (Distamben) surati Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara.

“ Untuk menindak lanjuti aspirasi aspirasi  dari beberapa Aliansi Masyarakat dan LSM terkait  maraknya kegiatan   Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi diwilayah Kabupaten Mandailing kita sudah menyurati Distamben Sumut,” sebut Kepala Seksi Geologi dan Lingkungan Distamben Madina, Hasan Basri dihadapan para  pengunjukrasa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hutan dan Lingkungan  (AMPL) Kabupaten Mandailing, Selasa.

Dikatakannya, sejak tahun 2014 Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten tidak lagi berwenang didalam hal kegiatan pengawasan dan pembinaan pertambangan sesuai dengan sesuai dengan UU.No.23 Tahun 2014.

“Dengan hal itulah untuk menindak lanjuti aspirasi-aspirasi  dari beberapa Aliansi Masyarakat dan LSM tersebut instansinya menyurati Distamben Provinsi Sumatera Utara”, sebut Basri.


Antarasumut.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*