Pertamina Pastikan Kebakaran Cilacap Tak Ganggu Pasokan BBM

Kebakaran tangki minyak di kilang Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap, Jawa Tengah. TEMPO/Aris Andrianto

TEMPO Interaktif, Jakarta – PT Pertamina (persero) menegaskan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional masih berada di level aman yaitu sebesar 3,2 juta kiloliter, sehingga masih belum diperlukan impor BBM tambahan walaupun tiga tangki yang berada di Kilang Cilacap terbakar.

“Pasokan BBM tidak terganggu akibat kebakaran ini, karena kita juga mempunyai sistem back up yang memadai,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochamad Harun, sore ini.

Dalam sehari, kilang Cilacap mampu mengolah BBM dengan kapasitas 348 ribu barel.Dalam keadaan normal, kilang Cilacap menyuplai BBM ke wilayah Yogjakarta dan Bandung dengan menggunakan pipa melalui terminal Lomanis. Proses pengolahan untuk BBM sampai saat ini belum ada gangguan.

Namun, untuk menjaga kelancaran distribusi BBM , Pertamina menyiagakan kapal untuk menginjeksi pasokan ke terminal Lomanis dengan muatan 400.000 barel premium.”Itu untuk standby apabila diperlukan tambahan pasokan,” tegasnya.

Sementara ini, Pertamina juga akan mengoptimalkan produksi tangki di Lomanis untuk menjaga pasokan.”Kapasitas produksi di Lomanis bisa mencapai hingga 80 ribu kiloliter,” ujar Harun.

Perkembangan terakhir, api di tangki-tangki yang terbakar di kilang Cilacap sudah mulai padam. Kondisi saat ini untuk tangki T31-02 yang berisi High Octane Mogas Component (HOMC) api sudah padam, begitu juga untuk tangki T31-03 yang berisi naptha.”Tinggal tangki T31-07 yang masih harus dipadamkan,” kata dia. Pertamina juga menyiapkan tirai air agar kebakaran tidak merembet ke tangki lainnya.

Baca Juga :  Asas Praduga Tak Bersalah, Mendagri Belum Akan Nonaktifkan Gubernur Sumut

Mengenai pasokan HOMC yang biasa digunakan untuk menambah oktan bagi BBM jenis premium, saat ini juga masih aman. Tangki yang terbakar kemarin hanya berisi 10 ribu kiloliter HOMC, sedangkan Pertamina mengaku masih memiliki cadangan sebanyak 50 ribu kiloliter dari empat tangki lain yang berada di kilang serupa.”Jadi pasokan HOMC juga aman,” ujarnya.

Seperti diketahui, kebakaran di kilang Cilacap, terjadi sejak Sabtu (2/4) kemarin. Berawal dari terbakarnya satu tangki T31.02 di kilang minyak Unit Pengolahan IV, Cilacap. Tangki tersebut berisi minyak ringan HOMC, yang dipergunakan untuk mengolah bensin berkadar oktan rendah menjadi lebih tinggi. Saat terbakar, tangki berkapasitas 10,487 kilo liter tersebut terisi 60 persen dari kapasitas maksimal.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*