Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (1)

Oleh: Shohibul Anshor Siregar *)

Muhammad Nazaruddin

Rupanya Muhammad Nazaruddin  orang sini, ya orang Medan. Anak Medanlah. Itu baru ketahuan ke publik setelah mencuatnya kasus yang dituduhkan kepadanya. Paspor yang digunakannya sendiri saat ditangkap di Cartagena adalah dokumen milik sepupunya yang orang Medan. Kemungkinan sekali bukan Cuma sepupunya yang pemilik paspor itu orang Medan yang ikut andil dalam pelarian Nazaruddin. Siapa tahu.

Memang anak Medan selalu menonjol. Menonjol dalam dua sisis sekaligus, yang baik dan juga yang sebaliknya. Belakangan ini memang ada Gayus Tambunan dan ada Cyrus Sinaga, dan ada pula Muhammad Nazaruddin. Tetapi itu semua tak mungkin membuat sirna dari ingatan tokoh-tokoh kaliber yang mendunia seperti Adam Malik, Arifin M.Siregar atau bahkan katakanlah Hariman Siregar. Banyak jumlah orang-orang beken asal Medan, atau Sumatera Utara, yang terkenal tak cuma di Jakarta, tetapi juga di dunia internasional.

Menyerah dan ingin pulang?

Jakarta Lawyers Club dalam perbincangannya bertopik “Nazaruddin Ditangkap, KPK Diuji”  memang melontarkan banyakkecurigaan terhadap tertangkapnya Nazaruddin. Ada yang amat curiga ini hanyalah sandiwara belaka. Sudah ada deal sebelumnya. Karni Ilyas dari forum ini juga menegaskan buruknya system penegakan hukum di Kolumbia selamaini.  Semakin membuat kita heran begitu cepatnya proses pemulangan Nazaruddin setelah tertangkap. Sebagai ahli hukum ia benar-benar heran. Tetapi tak seorang pun bisa menjawab ada apa di balik semua itu.

Ahmad Yani Politisi dari PPP dalam keadaan ragu mengatakan bahwa Nazaruddin itu sebetulnya sulit dipastikan apakah tertangkap, ditangkap atau menyerahkan diri karena merasa sudah capek dan membayangkan berbagai resiko ke depan. Karena itu tak boleh disebut pulangnya Nazaruddin ke Indonesia bukanlah prestasi penegak hukum Indonesia. Nazaruddin sedang rekreasi di sebuah tempat di Cartagena, lalu kemudian seperti ditangkap, dan itu oleh kepolisian di sana. Begitu sederhana, dan mengundang kecurigaan. Tetapi untuk sementara itulah dulu yang bisa dikemukakan.

Baca Juga :  Gatot Pujonugroho Bukan Arogan, Tapi Mengajak Ke Sebuah Jalan Lurus

Makna Segel

Ada 11 barang bukti milik Nazaruddin yang disita dari ”Kedubes RI di Kolumbia” setelah orang yang disebut terakhir ini mendapatnya dari Nazaruddin dan menyegelnya setelah penangkapan di cartagena. Segel itu dibuka bersama oleh pihakkedutaan dan petugas yang datang dari indonesia, diperiksa dan dihitung. Kemudian disegelkembali. Ketika konferensi pers di KPK Sabtu malam, petugas secara sempurna menjelaskan satu persatu barang bukti setelah membuka segel tas hitam Nazaruddin. Kemudian disegel lagi. Hidmat betul segel, bukasegel, segel, buka dan segel lagi. Nah,OC Kaligis protes.Katanya mestinya itu dilakukan dengan menghadirkan Nazaruddin.

Tetapi petugas itu silap bicara menyebut CD. Memang Nazaruddin mengacung-acungkan sekeping CD saat pembicaraannya lewat skype dengan Iwan Piliang dari Indonesia. Kemana gerangan CD itu? Selain CD Nazaruddin juga pernah mengacung-acungkan sebuah flash disk penyimpan data. Menurut seorang wartawan tvnasional, merk yang diacungkan oleh Nazaruddin berbeda dengan yang ditunjukkan oleh petugas saat konferensi pers di KPK Sabtu malam lalu.

Ada topi yang secara dramatis dipertunjukkan oleh petugas pada saat konferensi pers itu. Tetapi dimana laptop Nazaruddin? Apakah data-data yang pernah disebut-sebutnya sudah hilang? Ityulah kecurigaan Johson Panjaitan sehingga menyebut ini tak lain dari sandiwara yang mirip telenovela.

Baca Juga:

  • Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (2)
  • Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (3)

_____________________________________________________________________________

Baca Juga :  Mengapa Harus Provinsi Baru?

*) Penulis: dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum nBASIS

sohibul copy Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (1)n’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.
_____________________________________________________________________________

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*