Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (2)

Oleh: Shohibul Anshor Siregar*) — Dosen Sosiologi Politik FISIP UMSU. Koordinator Umum ‘nBASIS

Nazaruddin turun dari pesawat dengan muka terus tertunduk. Reuters/Supri.- detikfoto.com

Baca Bagian Sebelumnya:

  • Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (1)

Pada bagian sebelumnya sejumlah hal yang rasanya patut mendapat penjelasan kepada public telah diajukan. Di antaranya ialah kepulangan Nazaruddin yang menurut berbagai kalangan bukan prestasi penegak hukum Indonesia dan tim yang dibentuk untuk itu. Faktanya banyak sekali orang dengan catatan kejahatan luar biasa menghilang dari Indonesia dan seakan tak dipedulikan saja. Hampir bersamaan dengan Nazaruddin adalah kasus menghilangnya Nunun karena tuduhan terkait suap cek pelawat dengan tertuduh lain bahkan sudah mendekam dalam tahanan termasuk Agus Cpndro.

Ada lagi pertanyaan tentang waktu tempuh penerbangan pesawat sewaan bernilai 4 milyar itu hingga tiba di Indonesia. Ada beberapa titik perhentian yang membuat orang curiga. Mengapa berhenti dan di mana saja? Begitu kira-kira pertanyaan publik Dalam keadaan normal dan pemerintahan mendapat kepercayaan penuh dari publik, kiranya pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak akan gencar.

Tentang jumlah biaya untuk sewa pesawat yang fantastis itu  BPK dikhabarkan akan melakukan audit, dan merasa begitu gencar pertanyaan publik, tak kurang dari Menkopolhukam ikut angkat bicara memberi penjelasan. Mahalkah nilai 4 milyar itu? Bagi mantan Wapres JK itu tak mahal. Dalam hitungannya  tak seberapalah 4 milyar dengan proyeksi pengembalian uang Negara misalnya 200 milyar. Dengan bayaran untuk pesawat sewaan untuk pemulangan Nazaruddin ini memang Indonesia tercatat melakukan pengeluaran pembelanjaan (yang di luar dugaan) cukup besar. Pertama menebus awak kapal yang disandra oleh perompak Somalia. Kedua menebus warga Negara Indonesia yang terancam hukuman mati.

Baca Juga :  Pilpres yang Belum Beres

“Para Tertuduh” Ikut Campur.

Nazaruddin pernah bersikukuh mengatakan apa yang dia sampaikan itu adalah fakta, yakni tentang pertemuannya dengan Chandra M Hamzah dari KPK dan apa agenda yang mereka bincangkan. Seperti pendekar dengan jurus mabuknya, Nazaruddin membabat sejumlah nama penting di republik ini. Dahsyat memang tuduhan-tuduhannya hingga orang-orang yang terusik merasa perlu berusaha memberikan perimbangan dengan menuduh balik Nazaruddin itu cuma mencari sensasi.

Illustrasi (djsite.blogdetik.com)

Meskipun Chandra M Hamzah membantah keras tuduhan Nazaruddin, tetapi sikap resmi KPK sudah jelas. Bukan hanya dia yang akan diperiksa oleh sebuah tim yang dibentuk khusus untukmenanggapi tuduhan-tuduhan Nazaruddin. Terkait atau tidak dengan tuduhan Nazaruddin, namun yang jelas Chandra M Hamzah dan Johan Budi, sudah sama-sama tereliminasi dalam proses seleksi pimpinan KPK, Kini tinggal menjalani pemeriksaan yang timnya sendiri diketuai oleh Abdullah Hemamahua. Semula dalam tim itu ada orang dalam termasuk Ketua KPK Busyro Muqaddas. Publik protes dan lalu dirombaklah tim itu dengan antara lain dengan masuknya mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafi’I Ma’arif.

Dalam konferensi pers beberapajam setelah tibanya Nazaruddin di Indonesia, yang digelar di KPK Sabtu malam lalu, Chandra M Hamzah juga hadir. Ia terlihat tenang saja memperhatikan eksposes tentang banyak hal yang diinformasikan, termasuk menyaksikan kilatan blitz camera para wartawan yang mengabadikan berbagai even penting menurut media.

Chandra M Hamzah juga tampak benar-benar memperhatikan saat ditunjukkan flash disk barang bukti yang ”dipreteli” dari tas hitam Nazaruddin yang sebelumnya melalui komonikasi melalui skype dengan Piliang disebutnya berisi data tentang ”kejahatan” Chandra M Hamzah.

Banyak kejanggalan yang membuat publik begitu pesimis, tetapi berlebihankah untuk kasus Nazaruddin ini  Chandra M Hamzah yang pernah dituduh begitu buruk oleh Nazaruddin masih boleh dilibatkan? Ini soal etika hukum dan menjaga conflic of interest yang bisa merusak lembaga KPK. Sebaiknya ia dinon-aktifkan saja.
Baca Juga:
  • Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (3)

_____________________________________________________________________________

Baca Juga :  Menjadi Guru yang "Smart"

*) Penulis: dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum nBASIS

sohibul copy Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (2)n’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.
_____________________________________________________________________________

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*