Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (3)

Oleh: Shohibul Anshor Siregar*) — Dosen Sosiologi Politik FISIP UMSU. Koordinator Umum ‘nBASIS

Nazaruddin dan OC. Kaligis

Baca Bagian Sebelumnya:

  • Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (1)
  • Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (2)

Dimanakah sebaiknya Muhammad Nazaruddin ditahan, dan pihak manakah yang sebaiknya memproses kasus Muhammad Nazaruddin? Kedua pertanyaan itu muncul secara gencar dari berbagai pihak. Pertanyaan yang amat wajar terutama karena publik sedari awal menilai telah ada kejanggalan-kejanggalan besar yang mengindikasikan hal-hal yang kurang beres. Muhammad Nazaruddin diberitakan tidak nyaman di Mako Bromob, meski pun KPK merasa perlu menjawab itu dengan video dan foto-foto pertemuan Muhammad Nazaruddin bersama sejumlah petugas penyidik KPK yang menunjukkan Muhammad Nazaruddin itu biasa-biasa saja, dan malah makan nasi padang. Tak seperti diblow up oleh orang-orang tertentu bahwa Muhammad Nazaruddin itu tak mau makan karena takut diracun.

OC Kaligis

Restu SBY kepada OC Kaligis?
Pihak pengacara Muhammad Nazaruddin dari grup OC Kaligis kini sudah dapat lega karena telah memperoleh kemenangan dari Elza, pengacara lainnya, yang juga berminat mendapatkan kuasa dari Muhammad Nazaruddin. Tadinya ada ketidak jelasan hingga pemeriksaan awal di KPK tidak didampingi oleh pengacara. Seputar pemberian kuasa kepada OC Kaligis ini ada cerita menarik.Menurut OC Kaligis dalam forum diskusi Jakarta Lawyers Club, adalah berkat jasa baik dari seseorang petinggi Partai Demokrat hingga mereka mendapat kuasa itu. Seseorang itu telah diminta oleh OC Kaligis untuk berbicara kepada SBY agar Nazaruddin mau memberikuasa. Ah, ini lagi. Cukup aneh.

Jika kemudian setelah pemeriksaan kedua di KPK, Muhammad Nazaruddin berbicara polos sepolos-sepolosnya. Ia menyatakan sudah lupa semua. Ia pun berjanji tak akan menyerempet kemana-mana, termasuk Partai Demokrat dan KPK asalkan isteri dan anak-anaknya tidak diganggu. Ia rela takusah diadili saja dan langsung dipenjarakan asal SBY mau menjamin. Ini lebih aneh lagi.

Baca Juga :  Mengapa Jalan Terus Berlubang?

Partai Demokrat dan pihak istana tentu merasa amat terpukul dengan “nyanyian” baru Muhammad Nazaruddin ini. Tetapi, apakah dengan tujuan memperoleh simpati publik atau sedang menjalankan sebuah scenario yang dibuat bersama pengacara, ‘nyanyian” baru Muhammad Nazaruddin ini benar-benar mendiskreditkan SBY. Muhammad Nazaruddin itu bukan orang sembarangan dengan jabatan sebelumnya sebagai Bendahara Umum Partai, tetapi mengapa dalam “nyanyian” baru ini ia terkesan amat tak tahu hokum?

Anas Urbaningrum telah pamit kepada SBY karena ingin umroh dan sebelum keberangkatan telah pula “menyempatkan diri” untuk diperiksa oleh KPK sebagaimana pernah sambil lalu dilakukannya untuk diperiksa pihak Kepolisian sekaitan pengaduannya tentang Muhammad Nazaruddin yang membuat Adnan Buyung Nasution berang. Ia didampingi oleh koleganya termasuk Benny K Harman yang juga sebelumnya telah mengklarifikasi tuduhan Nazaruddin ke KPK.

Mengandalkan KPK
Banyak pihak percaya KPK lebih baik menangani kasus Muhammad Nazaruddin ketimbang pihak lain. Betapapun Muhammad Nazaruddin telah pernah mengemukakan dugaan scenario antara KPK dan Anas Urbaningrum agar mendesign kasus ini hanya berhenti pada “tangan-tangan kecil” dan itu bermakna cukup Muhammad Nazaruddin saja yang menjadi korban, tetapi tampaknya itu tak merubah pendirian banyak orang bahwa KPK masih lebih baik. Permintaan Muhammad Nazaruddin agar dipindahkan dari Mako Brimob juga mengindikasikan sebuah harapan penegakan hokum lebih baik. Bukan saja Mako Brimob sudah mencatat keburukan memperlakukan para tahanan termasuk Gayus Tambunan, tetapi hal-hal semacam intimidasi tampaknya ingin dihindari oleh Muhammad Nazaruddin dan pengacaranya.

Baca Juga :  Hati-Hati Berkicau di Media Sosial

Dengan transisi para komisioner KPK nanti, muncul pula perasaan campur aduk. Akankah kasus Muhammad Nazaruddin akan menjadi lebih terang benderang atau malah sebaliknya. Orang-orang baru kini sedang mengikuti tahapan-tahapan akhir seleksi yang dipimpin oleh Menkumdang Patrialis Akbar. Ada Bambang Wijayanto yang kemarin menjadi rival Busyro Muqoddas untuk pengganti Antasari Azhar yang berhenti karena menjadi terpidana. Juga ada Abdullah Hemamahua. Indonesia harus melawan korupsi. Kasus Muhammad Nazaruddin taklebih dari bongkahan kecil dari puncak gunung es. Tangan mana yang bisa menjanjikan Indonesia bersih dari korupsi?

_____________________________________________________________________________

*) Penulis: dosen sosiologi politik FISIP UMSU, Koordinator Umum nBASIS

sohibul copy Pertanyaan Besar Di Sekitar Nazaruddin (3)n’BASIS adalah sebuah Yayasan yang didirikan tahun 1999 oleh sejumlah akademisi dan praktisi dalam berbagai disiplin (ilmu dan keahlian). ‘nBASIS adalah singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya dan memusatkan perhatiannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, perkuatan basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.
_____________________________________________________________________________

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*