Perubahan Status Negeri Universitas Graha Nusantara (UGN) Tinggal Menunggu Perpres

REKTOR UGN Psp Prof Dr Ir Erwin Masrul Harahap MS bersama anggota senat saat konferensi pers dengan wartawan di Kampus II UGN Psp, Senin (21/7). (Budi Lubis/Metro Tabagsel)

SIDIMPUAN – Upaya melakukan perubahan status Universitas Graha Nusantara menjadi universitas negeri di daerah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) tinggal menunggu Peraturan Presiden (Perpres). Sebab proses sertifikat tanah pada lahan UGN seluas 40 hektare di Desa Tolang, Kecamatan Sipirok, telah dikeluarkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) Tapsel per tanggal 16 Juli 2014.

Rektor UGN Psp Prof Dr Ir Erwin Masrul Harahap MS mengatakan, proses perubahan status UGN menjadi universitas negeri dimulai sejak tahun 2009. Atas dasar itu, segala sesuatu persyaratan yang diberikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kepada UGN, satu persatu sudah dilengkapi.

Seperti soal lahan yang harus dipersiapkan seluas 40 hektare dan SDM yang ada di UGN, termasuk dosen dan mahasiswa. Kemudian untuk menanggapi permintaan lahan tersebut, akhirnya UGN diberikan hibah lahan sebesar 40 hektare di Desa Tolang Kecamatan Sipirok.

“Dasar untuk menjadikan UGN menjadi negeri itu atas dasar niat ikhlas dalam meningkatkan sistem pendidikan perguruan tinggi di daerah Tabagsel. Dengan mempertimbangkan segala kemampuan, termasuk lahan yang sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Tapsel dan sesuai persyaratan lahan tersebut harus memiliki sertifikat tanah, maka UGN bersama pihak lainnya mengupayakan agar sertifikat tanah tersebut secepatnya dikeluarkan oleh BPN Tapsel,” ujarnya ketika memberikan tanggapan saat konferensi pers di Kampus II UGN Psp.

Baca Juga :  Pemenang Tender Paket APBN P Dinas PUPE Madina Direkayasa - Direktur CV.Sinar Pakantan Adukan Kadis PU

Setelah melengkapi administrasi persyaratan, ia menjelaskan, saat itu sertifikat tanah untuk lahan UGN belum selesai, sehingga proses untuk pembuatan atau pengajuan menjadi universitas negeri dan dijadikan acuan Perpres terlambat. Akan tetapi langkah untuk mencapai status negeri hanya tinggal menunggu beberapa langkah sejak dikeluarkannya sertifikat tanah lahan UGN Psp dari BPN Tapsel.

“Kita persiapkan berkas-berkas sertifikat dan aset-aset yang menjadi persyaratan untuk dibawa ke Dikti, karena tinggal itu persyaratan yang kurang. Setelah itu kita hanya menunggu kapan ditetapkan Perpres tentang penetapan perubahan status UGN menjadi negeri, karena segala sesuatu persyaratan yang diberikan Dikti sudah dilengkapi,” terangnya.

Dikatakannya lagi, langkah untuk mengupayakan agar UGN menjadi negeri atas dasar dorongan dan dukungan dari berbagai pihak, terutama doa masyarakat. Dengan demikian, UGN Kota Psp masih terus mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, agar cita-cita untuk mewujudkan universitas negeri di daerah Tabagsel cepat terwujud.

“Tentu kita berencana untuk mengembangkan fakultas, namun saat ini yang kita harapkan doa dan dukungan dari masyarakat, agar proses penetapan Perpres bisa terlaksana,” pungkasnya.

Pada konferensi pers tersebut juga dihadiri Wakil Rektor I Ir Darmawadi Erwin Harahap MP, Wakil Rektor II Ahmad Sayuti MM, Wakil Rektor III Ahmad Rafii ST, Dekan Fisipol DrsYusril Harputra MAP, Dekan Fakultas FKIP Drs Fakultas Yuswin Harputra MPd, Dekan Fakultas Ekonomi Sarliman Nasution MM, Dekan Fakultas Teknik Suryanti MT, Dekan Fakultas Pertanian Ir Sutan Pulungan MSi bersama anggota senat UGN lainnya. (bsl)

Baca Juga :  Pembukaan Ring Road Sipirok Tetap Butuh Dukungan Warga

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*