Perusahaan Wajib Bayar THR H-7 Sebelum Idulfitri

Pekanbaru, Seluruh perusahaan yang berada di Riau, wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya, sepekan atau H-7, sebelum memasuki Hari Raya Idulfitri.

Besaran THR yang harus dikeluarkan satu bulan gaji sesuai dengan gaji karyawan yang diterima setiap bulannya.

Demikian ditegaskan Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Ruzaini pekan lalu.

Menurutnya, pembayaran THR sesuai dengan  SK dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi  RI, Nomor 5/men/6/2014.

“Sesuai yang ada di dalam SK tersebut, dinyatakan setiap pengusaha wajib membayar THR  kepada para pegawai paling lambat sepekan sebelum lebaran, jumlah pembayaran adalah sebulan gaji,” terangnya.

Ruzaini mejelaskan, pembayaran THR sebulan gaji, dibayarkan jika pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar satu bulan upah.

Pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja per 12 bulan dikali satu bulan upah.

“Jadi pembayaran THR sesuai dengan masa kerja. Dan akan ada sangsi bagi perusahaan yang tidak membayarkan THR kepada karyawannya. Silahkan kalau ada karyawan yang tidak menerima THR melaporkan ke Posko Disnaker, di seluruh kabupaten/kota,” tegasnya.

Sesuai dengan peraturan, pengusaha yang melanggar ketentuan pembayaran THR akan diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja. Hukuman pidana kurungan maupun denda.

Baca Juga :  Diusut, Pelecehan Terhadap Paskibraka

“Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh perusahaan agar membayarkan hak THR karyawan sesuai dengan gaji dan batas waktu yang telah ditetapkan, agar tidak terkena sangsi,”katanya. (pbn)/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*