Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) di Simanosor Julu Membangunan Fasilitas guna mendukung sistem pendidikan learn and fun (belajar dan bermain)

Senin, 21 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) di Simanosor Julu Membangunan Fasilitas guna mendukung sistem pendidikan learn and fun (belajar dan bermain)

Darul Mursyid Bangun Enam Lapangan Olahraga dan Sanggar SeniPesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) di Simanosor Julu, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan, telah dan akan membangun beberapa lapangan olahraga baru di areal sekolah. Pembangunan ini guna mendukung sistem pendidikan learn and fun (belajar dan bermain) yang diterapkan oleh salah satu pesantren terbaik di Provinsi Sumatera Utara ini.

BORNEO DONGORAN-TAPSEL

Beberapa tambahan lapangan olah raga tersebut, yaitu satu lapangan basket dan tiga lapangan voli yang permanen serta dua lapangan futsal. Bahkan, pembangunan keenam lapangan tersebut akan rampung sekitar dua bulan lagi. Untuk saat ini, tahap pembangunan nyaris rampung 80 persen. Selanjutnya, di tahun pendidikan 2010/ 2011 mendatang, PDM merencanakan akan membangun lagi satu lapangan basket, dua lapangan voli dan satu lapangan futsal yang permanen.

Wakil Direktur PDM, Drs H Syarifuddin Nasution, didampingi Kepala Divisi Pendidikan PDM, Drs Yusri Lubis, mengatakan, selama ini PDM telah memiliki beberapa lapangan olahraga seperti lapangan basket, voli, bulutangkis, dan sepakbola, tetapi lapangan yang ada tersebut masih kurang untuk menampung aktivitas olahraga dari para santri dan santriwatinya.

“Untuk itulah PDM merasa perlu menambah lapangan olahraga yang dimilikinya,” terang keduanya kepada METRO, Minggu (20/12).

Selain itu, ucap keduanya, pada awal TP 2009/2010 ini, PDM juga telah mengembangkan sanggar senin yang ada dengan melengkapi tambahan beberapa alat musik umum dan alternatif seperti keyboard, gitar, bonggo, drum percussion set, dan barchaimes.

Baca Juga :  Dua Titik Rawan Longsor Ancam Keselamatan Pemudik

Hal ini dimaksudkan untuk menyalurkan jiwa seni musik para santri/watinya agar tidak hanya terbatas kepada seni qasidah saja seperti kebanyakan pesantren lain, tetapi juga kepada musik lainnya seperti pop, jazz, dan dangdut.

Tidak itu saja, PDM, lanjut Drs H Syarifuddin, juga mengembangkan jenis kesenian lainnya bagi para santriwatinya seperti puisi, pantomim, drama, dan tari. Keterampilan-keterampilan santri/wati dalam memainkan alat musik serta kemampuan mereka dalam berolah vokal dan drama ditampilkan setiap minggunya pada malam pertunjukan ‘Pentas Kemampuan Santri’ setiap Senin malam di Aula PDM.

Sebagai wujud apresiasi serta motivasi kepada para santri/wati yang mempertunjukkan kebolehannya. Dan manajemen PDM sendiri menyediakan hadiah uang tunai sebesar Rp300 ribu setiap satu kali pertunjukan ‘Pentas Kemampuan Santri’ yang akan diberikan kepada grup-grup terbaik yang tampil.

Menurut Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) sebagai Badan Pengelola PDM, H Jafar Syahbuddin Ritonga SE MBA, untuk membangun tambahan lapangan olahraga dan mengembangkan sanggar seni tersebut, pada TP 2009/ 2010 ini PDM telah mengalokasikan dana sebesar sekitar Rp150 juta. Pembangunan tambahan beberapa lapangan olahraga dan pengembangan sanggar seni ini bukanlah dimaksudkan agar santri-santrinya menjadi olahragawan dan seniman yang handal, tetapi semata-mata ditujukan sebagai alternatif kegiatan bermain (fun) di luar kegiatan belajar formal untuk mengurangi kebosanan atau kejenuhan, di samping juga untuk meningkatkan kesehatan, kemampuan, produktivitas, dan kreativitas para santri/wati agar dapat belajar secara efektif.

Baca Juga :  Bupati Ditahan, Pembangunan RS Madina pun Terkendala

Pria yang menjabat Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD-REI) Sumatera Utara, ini menegaskan bahwa hal tersebut dilaksanakan dan diprogramkan sejalan dengan orientasi PDM menjadi sekolah dengan prestasi intelektual, atau bukan untuk menjadi sekolah olahraga apalagi untuk menjadi sekolah pembinaan bagi anak-anak yang bermasalah, serta misi PDM menghasilkan calon intelektual muslim yang mandiri.

“Dan visi, menjadi pesantren terbaik di Sumatera Utara, dalam hal prestasi dan fasilitas pada akhir tahun 2010,” tegas H Jafar mengakhiri. (***)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. sebagai warga sipagimbar saya bangga dengan nama

    Kota santri di lembah Dolok Suanon Tapanuli Selatan

    mengingatkan saya ke kampungf halaman nan jauah dimato…
    taragak se awak mah… onde mande

    jadi teringat

  2. beberapa putra/putri daerah dari desa kita yang telah sarjana,utcok rajab(sarjana politik),Hendri sakti siregar(sarjana kimia), kak bindu (sarjana pertanian),ahmad dahlan Harahap InsyaAllah akan sarjana tekhnik,sedangkan saudara sendiri ahli di bidang teknologi,dan masih banyak yang lainnya. jadi apa salahnya kalau kita bergandengan tangan untuk membangun desa kita,biar lebih maju,& tidak ketinggalan jaman,InsyaAllah lebaran besok ada rencana mau berdiskusi di salah satu rumah teman kita,membicarakan tentang “rencana kedepan membangun desa tercinta”di harapkan kepada teman2 yang da di pekanbaru & sekitarnya harap hadir,tuk impormasi selanjutnya hubungi saya di no 081260049556.atas nama Nurintan Harahap.

  3. biade poang sasakali dibaen gambar sappuran dapparan di blog_mu da kawan.terus kapan hita bisa marsuo?aso tabicarahon tentang perkembangan kampung kita beberapa tahun ke depan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*