Pesawat Merpati Tergelincir ke Sungai di Manokwari

Jakarta, (Analisa).

Sebuah pesawat Boeing 737-300 milik maskapai Merpati  Nusantara Airlines (MNA) tampak terbelah dua akibat tergelincir keluar landasan pacu di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, (13/4).

Pesawat Merpati tergelincir ke sungai di Manokwari, Papua Barat. Meski pesawat rusak berat, namun seluruh penumpang yang berjumlah 103 selamat. Pesawat yang terbang dari Jakarta-Yogyakarta-Makassar-Sorong-Manokwari itu mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Rendani, Manokwari, Selasa (13/4) pukul 11.00 WIT. Berdasarkan foto yang dikirimkan pembaca detikcom, Badan pesawat jenis Boeing 737-300 PK MDE terbelah dua.

Meski terperosok ke dalam sungai, badan pesawat tidak terbakar. Bangkai pesawat itu menjadi tontonan warga sekitar. Mereka mengerumuni badan pesawat berwarna putih itu. Korban pesawat Merpati yang tergelincir saat mendarat di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat dilarikan ke RS Angkatan Laut dan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD).

Kepala Bandara Rendani, Bambang Noro ketika dihubungi Antara dari Jayapura, Selasa, mengatakan, seluruh korban pesawat Merpati jenis Boeing 737-300 yang kini dirawat di rumah sakit berjumlah 74 orang, dan semuanya mengalami luka ringan hingga berat.”Semuanya kini dalam perawatan intensif,” katanya. Dia mengungkapkan, penumpang dalam pesawat naas itu berjumlah 103 orang, terdiri atas 97 orang dewasa, tiga anak dan tiga bayi.

Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 836 dipiloti Joko Toren dan co-pilot Agus Purnomo itu diketahui membawa enam awak, dan saat hendak mendarat cuaca di sekitar bandara hujan dan berkabut sehingga pesawat dari Makasar-Sorong dengan tujuan Manokwari itu tergelincir hingga 700 meter dari landasan pacu Bandara Rendani. “Pesawat belum bisa dievakuasi karena masih menunggu tim dari Jakarta,” tandasnya.

Mendarat Darurat

Sementara itu dilaporkan, delapan orang cedera setelah pesawat Airbus A330 milik Cathay Pacific mendarat darurat di bandara Hong Kong, Selasa (13/4). Pesawat jurusan Surabaya-Hong Kong itu melakukan pendaratan darurat karena gagal mesin. “Lebih dari 300 penumpang dan 14 awak pesawat dengan nomor penerbangan CX780 itu dievakuasi,” kata jurubicara Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong, Tony Tyler.

Baca Juga :  4.285 orang Peserta UASBN di Padang Sidempuan

“Delapan penumpang yang cedera dibawa ke rumah sakit,” tambahnya. Tapi tidak disebutkan warga negara mana yang mengalami cedera tersebut.  Tyler menegaskan persoalan mesin diduga merupakan penyebab pendaratan darurat ta itu dan penyelidikan tengah dilakukan dengan melibatkan penyelidik dari Prancis dan Inggris.

Tak lama setelah insiden ini, pemerintah Hong Kong melaporkan enam ban meledak saat pendaratan, tapi kemudian Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong menegaskan ban hanya ‘dikempiskan’. Pengempisan ban-ban A330 itu merupakan hal normal karena didesain demikian sehingga ban pesawat tidak meledak saat pilot melakukan pengereman kuat saat pendaratan.  Insiden ini mengakibatkan tertundanya 25 penerbangan di bandara Hong Kong itu karena landasan pacu yang ditutup sementara. (dtc/Ant/AP/tkz)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*