Pesta Danau Toba 2010 Dituding Sebagai Sebuah Pesta Yang Dikhususkan Kepada Pejabat

Fitri (15) melakukan gladi resik untuk membawakan tari Tor Tor Cawan, Selasa (19/10/2010). Tarian ini akan dipentaskan pada pembukaan Pesta Danau Toba 2010 tanggal 20 November di Kota Parapat, Sumut.

Pesta Danau Toba (PDT) 2010 dituding sebagai sebuah pesta yang dikhususkan kepada pejabat. Pasalnya, panitia tidak melibatkan masyarakat sekitar secara langsung dalam pagelaran yang digelar rutin setiap tahun ini.

“Yang menghadiri acara ini juga pejabat, masyarakat tidak. Bahkan, kami sama sekali tidak merasakan dampaknya,” ujar tokoh masyarakat Kecamatan Ajibata, Rosman Gurning (63) kepada Waspada Online, di Desa Pardamean Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir, hari ini.

Dikatakannya, Pesta Danau Toba yang digelar dalam beberapa tahun terakhir ini memang tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap promosi pariwisata Danau Toba, apalagi kepada masyarakat setempat.

“Anda bisa lihat, bagaimana sunyinya tempat ini. Padahal beberapa tahun yang lalu, setiap Pesta Danau Toba digelar, tempat ini selalu padat wisatawan,” katanya.

Rosman mengungkapkan, ada perubahan yang sangat mencolok dalam Pesta Danau Toba belakangan ini, seperti nama acaranya, Pesta Danau Toba yang dahulunya disandarkan dengan Pesta Rakyat.

“Dulu, namanya Pesata Danau Toba/Pesta Rakyat. Sekarang, Pesta Rakyat-nya dihilangkan, tinggal Pesta Danau Toba saja dan yang terlibat didalamnya hanya pejabat,” tukasnya.

Selain itu, imbuhnya, beberapa kegiatan yang dulunya kerap kali diadakan di Ajibata, seperti Lomba Solu Bolon (sampan-red), yang dibagi dalam kategori Persada-Sadaan (perseorangan-red) dan Perdua-Duaan (dua orang-red), juga tak lagi digelar.

“Kegiatan ini dulunya sangat mampu menyedot perhatian wisatawan. Jelas, kami sangat terbantu saat itu. Tapi, sekarang, saat ada Pesta Danau Toba pun keadaannya sama saja dengan hari biasa,” tuturnya.

Baca Juga :  Antasari Menangis Haru karena Gugatannya Dikabulkan MK

Senada dengan rekannya, Posker Sirait (69), mengharapkan pemerintah dan panitia untuk kembali menggelar acara-acara yang melibatkan masyarakat secara langsung, khususnya di kecamatan Ajibata seperti yang telah diadakan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami jelas sangat mengharapkan itu. Jarak Parapat-Ajibata juga hanya sekitar 3 Km. Soal potensi, saya yakin, Ajibata juga sangat layak untuk digelarnya perlombaan, keindahannya juga tidak berbeda jauh dengan Parapat,” pungkasnya.

kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Sebagai orang yang jauh dari wilayah sekitar Danau Toba dan bangga akan Danau Toba serta hiruk pikuknya Pesta Danau Toba kalau didengar dari cerita-cerita, baik melalui media maupun yang pernah melihat Pesta Danua Toba, yang sering terdengar dan menarik ingin tau adalah katanya kalau ada perlombaan-perlombaan masyarakat di Danau Toba itu sendiri dan melibatkan masyarakat itu sendiri. Dan ceritanya dalam Pesta Danau Toba selalu ada perlombaan lomba perahu di Danau Toba.
    Berangkali bagi yang benar-benar pernah melihat Pesta Danua Toba ini dan yang menarik dalam setiap Pesta Danua Toba ini bagi pengunjung itu acara yang mana ya….

    Mungkin bagi pengunjung apakabarsidimpuan.com bisa dong berbagi cerita di website ini, tentang apa sih yang menarik dalam setiap even PESTA DANAU TOBA itu..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*