Petani Harus jadi Tuan di Tanah Sendiri

Ny Hj Syaufia Lina Syahrul Pasaribu menyerahkan bantuan Alquran yang berasal dari Yayasan Haji Hasan Pinayungan (YHHP).

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Syahrul Martua Pasaribu menegaskan, para petani harus menjadi tuan di tanah sendiri. Hal itu disampaikannya ketika memimpin Safari Ramadan Pemkab Tapsel di Simanosor Desa Sidapdap-Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH).

Menurut Bupati yang didampingi Wakil Bupati Tapsel, Aldinz Rapolo Siregar, selama dirinya masih anggota DPRD Sumut, melalui jaringan yang ada selalu berjuang agar dana provinsi mengucur untuk membangun dan memperbaiki jalan propinsi di wilayah Tapsel. Dan ke depan, kepemimpinan Syahrul Martua dan Aldinz Rapolo dititik beratkan pada sektor pertanian, kesehatan dan pendidikan.

Bupati mengungkapkan, dasar pembangunan masyarakat berada pada sektor pertanian karena mayoritas atau lebih dari 80 persen penduduk Tapsel bermata pencaharian dari bertani, baik padi, karet, sawit, aren dan sebagainya.

“Dengan kompak dan bersatulah, maka cita-cita kita bersama akan tercapai dan petani harus menjadi tuan di tanah sendiri,” ucap Bupati.

Dia menambahkan, dasar pembangunan pertanian itu juga menjadikan Safari Ramadan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana saat perhelatan Safari Ramadan, selalu dirangkai dengan pemberian bantuan bibit padi, kopi dan coklat, hand sprayer untuk kelompok tani. Serta tidak lupa alquran yang lengkap dengan tafsir berasal dari Yayasan Haji Hasan Pinayungan (YHHP).

“Doakan kami menjadi pemimpin yang amanah dan adil, sehingga visi-misi dan harapan kita bersama bisa kita wujudkan ke masa depan. Dengan bersatu dan bekerja keraslah semuanya akan bisa kita capai,” tuturnya.

Baca Juga :  Akhir dari Tim Fiat Yamaha di MotoGP

Sebelumnya, tokoh masyarakat Simanosor, Sutan Mandera Ritonga meminta Bupati memperjuangkan dan membangun jalan menuju SDH dan sekitarnya agar akses jalan masyarakat lancar keluar masuk daerah, terutama dalam mengangkut hasil pertanian masyarakat, berikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh bantuan dari pemerintah dan lainnya.

“Masjid Simanosor juga mengharapkan bantuan pemerintah, karena sejak mulai dibangun tiga tahun lalu dengan perkiraan anggaran sekitar Rp150 juta, bantuan dari Pemkab Tapsel belum pernah ada, sedangkan dari provinsi sudah ada 3 kali dan kalau dikumpul-kumpul totalnya sudah mnencapai Rp25 juta,” ucap Ritonga mewakili warga.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Petani_Harus_jadi_Tuan_di_Tanah_Sendiri

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*