Petani Karet dan Sawit di Tapsel Menderita

Tapsel. Petani karet dan sawit di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) semakin menderita. Pasalnya, harga getah menjelang Idul Fitri sekitar dua minggu lalu hanya diharga Rp 5.500 per kg. Harga sawit juga ikut terseret jatuh harga di kisaran Rp 880 per kg.

Sejumlah petani karet dan sawit di daerah Muara Upu, Kabupaten Tapsel mengatakan, bahwa anjloknya harga getah dan sawit telah memicu merosotnya ekonomi masyarakat petani di daerah ini.

“Kita sangat merasakan dampak menurunnya harga produksi pertanian khususnya karet dan sawit. Gairah Lebaran tidak begitu dirasakan masyarakat tahun ini,” keluh Ismail (58) petani karet Muara Upu.

Dikatakan, saat ini perlambatan ekonomi sangat rentan terjadi pada tingkat masyarakat petani. Karena hampir seluruh produksi pertanian harganya di bawah, tidak berimbang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari petani. “Untuk itu kami berharap pemerintah dapat mengambil solusi dengan menaikkan harga di tingkat petani,” katanya.

Hal senada juga dikatakan, Nurdin (47) warga Angkola Sangkunur Tapanuli Selatan, bahwa sebelumnya harga getah mencapai Rp 7.500 per kg tapi dua minggu menjelang hari raya lalu harga getah anjlok berada dikisaran Rp 5.500 per kg s/d Rp 6.000 per kg di tingkat petani.

Demikian juga harga sawit yang sebelumnya harganya berada di kisaran Rp 1.200 per kg anjlok menjadi Rp 850 per kg ditingkat petani.

Baca Juga :  Insentif Guru Dipotong PPh 15 %

(ikhwan nasution)-MedanBisnis –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*