Petani Karet Tapsel Mengeluh

MEDAN – Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) diminta untuk memperhatikan petani karet di Tapsel akibat menurunnya produk karet.

Hal ini dikatakan petani karet Tapanuli Selatan, Hajrul Aswat Siregar. Dia mengatakan saat ini Tapanuli Selatan memiliki 20.336 Hektar perkebunan karet rakyat dengan produksi sekitar 5.600 ton pertahun.

Ditambahkan kalau luas karet sejak 2007 di Tapsel  selalu menurun, dimana pada 2007 Tapanuli Selatan masih memiliki luasan perkebunan karet rakyat sekitar 31.152 hektar dengan produksi sekitar 14.652 ton.

Menurutnya, perhatian Pemerintah Kabupaten Tapsel sangat minim terhadap teknis budidaya karet yang dilakukan oleh masyarakat juga terhadap bibit yang digunakan selama ini tidak pernah mendapat perhatian Pemkab Tapsel.

“Pemkab tidak memberikan bibit unggul sehingga produksi lateks sangat minim hal ini membuat  masyarakat mulai meninggalkan perkebunan karet dikonversi ke komoditi lain seperti sawit,” kata Hajrul Aswat Siregar kepada wartawan, hari ini.

Diharapkan, Pemkab Tapsel harus perhatikan tanaman  karet yang ada di Tapsel, apalagi konsumsi dunia yang setiap tahun meningkat namun ketat dari segi kualitas membuat Tapsel sangat produktif jika dijadikan sebagai daerah penghasil karet rakyat berkualitas tinggi,.

Menurutnya, komoditi karet di Tapsel dapat menjadi sumber PAD serta dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat yang masih sangat memperihatinkan saat ini.

“Komoditi karet di Tapsel merupakan potensi PAD yang terpendam, pemkab harus serius mengelola komoditi karet yang ada,”jelasnya.

Baca Juga :  Baznas Tapsel Salurkan Bantuan

Ditambahkan membangun dan mengembangkan karet rakyat yang mampu mendongkrak PAD Tapsel serta mensejahterakan para petani karet, pemerintah kabupaten tapanuli selatan harus lebih memperhatikan perkembangan perkebunan karet di Tapsel dengan berbasis data kongkrit.

“Bupati sebagai kepala daerah di Tapanuli Selatan harus turun langsung melihat secara jelas serta berkomunikasi langsung dengan para petani karet agar mengetahui apa saja yang dibutuhkan para petani di Tapsel,”pungkasnya.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*