Photo Ekslusive Tribun Medan: Kebakaran Pajak USU Medan Hanguskan 120 Kios

Tempat perbelanjaan yang belakangan ini cukup ngetrend di kalangan anak muda Medan, Pajak USU, terbakar pada Sabtu (18/9/2010) pukul 17.15 WIB. Pajak ini berada di dalam lingkungan kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Padang Bulan Medan

Hingga kini, api masih belum bisa dipadamkan, dan menjilat-jilat ke udara. Dari pantauan Tribun Medan, nyaris semua kios-kios yang ada di Pajak USU ludes terbakar.

Menurut Roy Romero, seorang pedagang di Pajak USU, api berasal dari lorong 1. Di sana memang banyak kantin penjual nasi dan makanan. Jarak antar-kios yang dibangun dari kayu dan triplek itu cukup rapat.

Hingga berita ini dibuat, suasana riuh masih terjadi di Pajak USU. Para pedagang sibuk menyelamatkan barang dagangannya masing-masing. Sementara ratusan pengunjung berlarian ke badan jalan kampus USU.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Api membara membakar lapak-lapak di Pajak Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan (18/09/2010).Sampai saat ini api masih berkobar dan terus meluas. (*)
TRIBUN-MEDAN.com - Saat api sedang ganas berkobar membakar ratusan kios di Pajak USU Medan, Sabtu (18/09/2010), para petugas pemadam kebakaran Pemko Medan masih sibuk membetulkan selang air yang bocor. Mereka cukup kerepotan, karena selang mobil pemadam sudah sangat parah. Beberapa warga yang melihat kejadian ini hanya bisa terpaku. (*)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asap hitam membubung dari dalam kampus Universitas Sumatera Utara. Lima mobil pemadam kebakaran Pemko Medan sudah berada di lokasi untuk memadamkan si jago merah. Hingga saat ini api masih ganas dan menjalar ke ratusan kios lain. Belum diketahui apa penyebab kebakaran ini.
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api di Pajak Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan, Sabtu (18/09/2010). Meski sudah mengirimkan lima armada ke TKP, mereka masih belum bisa mengendalikan api. Selang bocor dan sedikitnya sumber air membuat tugas terhambat. Pajak USU terbakar Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIb. Di lokasi ini terdapat ratusan kios non permanen yang berbahan plastik dan kayu. Penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui.(*)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ardi, seorang pedagang di Pajak USU bersama seorang temannya sedang mengumpulkan sisa dagangan. Hingga pukul 18.30 WIB, petugas belum bisa memadamkan api.
PASAR USU TERBAKAR - Petugas pemadam dibantu warga berusaha memadamkan api yang membakar pasar di komplek Universitas Sumatera Utara yang biasa dikenal "pajak USU", Sabtu (18/9). Hanya sebagian kecil dari ratusan lapak yang selamat. Penyebab dan jumlah kerugian belum dipastikan.
PASAR USU TERBAKAR - Warga berusaha memadamkan api yang membakar pasar di komplek Universitas Sumatera Utara yang biasa dikenal "pajak USU", Sabtu (18/9). Hanya sebagian kecil dari ratusan lapak yang selamat. Penyebab dan jumlah kerugian belum dipastikan.
PASAR USU TERBAKAR - Pedagang berusaha menyelamatkan dagangannya dari kobaran api yang menghanguskan pasar di komplek Universitas Sumatera Utara yang biasa dikenal "pajak USU", Sabtu (18/9). Hanya sebagian kecil dari ratusan lapak yang selamat. Penyebab dan jumlah kerugian belum dipastikan.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa warga menyaksikan api yang sedang menghanguskan Pajak USU, Padang Bulan, Medan, Sabtu (18/9/2010) sekitar pukul 17.15 WIB. Ratusan kios pedagang di Pajak USU dipastikan ludes terbakar.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hingga pukul 18.54 WIB api masih menyala membakar deretan kios di Pajak USU, Sabtu (18/09/2010). Karena kesulitan, Pemko mengirimkan armada bantuan hingga tak kurang dari 15 mobil pemadam berjuang memadamkan api di Pajak USU.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang petugas pemadam kebakaran terluka tangannya saat mencoba menarik seng yang menghalangi. Api sulit dipadamkan karena terhalang seng dan material lainnya. Hingga pukul 19.15 WIB sudah 15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. (*)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kemacetan terjadi di kawasan Kampung Susuk, tepatnya di Jalan Abdul Hakim, dan Jalan Pembangunan, Kampus USU Medan, menyusul kebakaran yang terjadi di Pajak USU. Hingga pukul 19.20 WIB ini, kemacetan masih terus terjadi di kedua ruas jalan tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Para pedagang di Pajak USU berusaha mencari kembali barang-barang dagangannya yang sempat dibuang keluar dari areal Pajak USU, saat api melahap ratusan di kois yang berada di kampus USU, Sabtu (18/9/2010) sekitar pukul 17.15 WIB. Belum diketahui berapa jumlah kerugian, namun ratusan kios di Pajak USU dipastikan terbakar.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah berjuang selama tiga jam, akhirnya api di Pajak USU, Padang Bulan, Medan berhasil dipadamkan. Kebakaran sejak Sabtu (18/09/2010) sore pukul 17.00 WIb itu menghanguskan 120 kios dan lapak. Wakapolsek Medan Baru, AKP Tris Zeviansyah, yang langsung turun di TKP mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari genset di toko sepatu. Kobaran api berhasil dipadamkan pukul 20.00 WIB, setelah 15 armada Dinas kebakaran Pemko Medan berjibaku selama tiga jam. "Kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran ini. Sampai saat ini dugaan sementara api berasal dari genset toko sepatu. Untuk jelasnya kita masih menunggu pemeriksaan petugas forensik besok," ujar Zevi kepada wartawan. Kebakaran tidak menyebabkan korban jiwa, tapi 120 kios dan lapak ludes terbakar. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Mulai malam ini Polsek Medan Baru menugaskan 10 personilnya berjaga di TKP, memback up belasan petugas keamanan yang dikerahkan Rektorat Universitas Sumatera Utara. Penjagaan diperlukan, karena saat lepas magrib di TKP terjadi keributan.Seorang pemuda yang diduga pencuri diamankan polisi karena hampir dihajar massa.(*)

Sumber: Tribun-medan.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. tolong kepada media agar mau membantu kami untk mewawancara bpk rekttor usu agar kami masi bs diberi kesempata utk membangun pajak usu kembali,,,karna pajak usu itu tempat kami mencari sesuap nasi,,,kami harapkan kerendahan hati sekiranya bpk rektor usu memberikan izin utk kami…trim,s

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*