PIDM Sebagai Acuan Kebudayaan Mandailing Diresmikan

Setelah melalui masa ujicoba sejak Juli 2010, Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing (PIDM) berada di Saba Garabak, Desa Hutapungkut Jae, Kecamatan Kotanopan, Mandailing-Natal diresmikan Ketua Badan Pendiri Kelompok Humaniora-Pokmas Mandiri (KHP), Dr. Rizali H. Nasution, Minggu, (26/12).

Peresmian Acara yang langsung dipimpin Kepala Desa Hutapungkut Jae, Bahren Lubis menampilkan parade empat ensambel (grup) Kesenian Mandailing Gordang Sambilan dari Hutapungkut Jae (Saba Garabak), Hutapungkut Tonga (Samora), Hutapungkut Julu (Boralla) dan Simangambat Ulu Pungkut (Patahajang).

Acara yang berlangsung sejak pagi hari sampai siang juga dihadiri Muspika Kecamatan Kotanopan, sekitar 600 masyarakat Kotanopan dari berbagai desa sekitar Kecamatan Kotanopan, Mandailing-Natal. Tidak ketinggalan juga hadir rombongan HIKMA Medan.

Dr. Rizali H. Nasution mengungkapkan PIDM salah satu program KHP yang berfungsi untuk revitalisasi sejarah, kebudayaan dan kesenian Mandailing.

Informasi dan Dokumentasi

Ketua PIDM, Darma Putra Nasution, menjelaskan saat ini PIDM memiliki lebih dari 1.200 eks buku dan sekitar 100 eks di antaranya adalah buku-buku yang memuat informasi dan dokumentasi tentang Mandailing. Buku-buku koleksi PIDM dikelola oleh Perpustakaan Rakyat Desa Hutapungkut Jae dan telah dimanfaatkan oleh sekitar rata-rata 300 pengunjung setiap bulan.

“Perpustakaan juga menyediakan enam unit komputer, printer dan scanner untuk sarana belajar terutama bagi siswa di sekitar lokasi,” terangnya.

Informasi dan dokumentasi lain yang telah tersedia lanjutnya, koleksi foto-foto bersejarah dan puluhan peralatan tradisional Mandailing termasuk satu unit Gordang Sambilan. Bagi yang ingin mengetahui kebudayaan Mandailing dapat melalui buku buku, juga audiovisual yang disediakan PIDM. Beberapa fasilitas audiovisual antara lain dapat menampilkan video tentang Marirayo di Tano Rura Mandailing, Horja ni Namora dan lain-lain.

Baca Juga :  Truk Pembawa Alat Berat Masuk Jurang, 7 Orang Kritis

“Khusus untuk penerbitan buku tentang Mandailing, PIDM bekerjasama dengan penerbit Pustaka Widiasarana dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumut. Di tahun 2010 ini saja telah diterbitlkan 3 judul buku tentang Mandailing,” katanya.

Sedangkan wakil ketua PIDM, Imran Nasution menambahkan PIDM akan menambah beberapa fasilitas di luar ruangan seperti replika losung aek (alat penumbuk padi), sopo godang, suro (musola) dan tumbuhan yang akrab dengan kehidupan masyarakat Mandailing. Informasi dan komunikasi dengan PIDM telah dapat diakses melalui situs www.banuamandailing.org atau e-mail: pid.mandailing @gmail.com. (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*