Pihak TB Silalahi Center Gerah – Tak Ada Penabalan Marga untuk SBY!

Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono berpidato sebelum meresmikan Museum Batak.

Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono beserta jajarannya ke Kabupaten Toba Samosir, Selasa pekan lalu, meresmikan Museum Batak, masih menjadi perbincangan hangat. Pasalnya disebutkan, Presiden SBY ditabalkan sebagai marga Siregar dan Ibu Ani Yudhoyono ditabalkan boru Pohan.

Selain meresmikan Museum Batak, Presiden SBY juga meresmikan pengoperasian proyek PLTA Asahan I di Desa Ambarhalim dan proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Desa Simangkuk. Nah, setelah itu, sejumlah media cetak maupun media elektronik menyebutkan bahwa SBY dan Ani ditabalkan marga oleh salah satu sub etnis Batak.

Pada acara peresmian itu hadir 6 sub etnis Batak yaitu Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Pakpak, dan Angkola. Nah, menurut sejumlah media massa cetak dan eltronik, Presiden SBY dinobatkan menjadi marga Siregar dan Ani Yudhoyono dinobatkan menjadi boru Pohan.

Beredarnya kabar itu membuat pihak TB Silalahi Center gerah, lantas membantah pemberian marga itu. Pihak TB Silalahi Center kemudian menegaskan, Presiden SBY hanya diberi gelar Patuan Sorimulia Raja oleh tokoh adat Batak Angkola sebagai. Gelar itu adalah sebuah kehormatan atas kedatangan Presiden sebagai tamu agung.

“Yang saya dengar, Batak Angkola memberi gelar kehormatan kepada Pak SBY yakni dengan sebutan Patuan Sorimuliaraja Raja dan kepada ibu Ani diberi gelar Naduma Harungguan Hasayangan. Pemberian gelar itu tanpa embel-embel marga,” tegas Ketua Umum TB Silalahi Center Dra Masrina R Silalahi, Jumat (21/1).

Baca Juga :  Di Madina, Minyak Tanah Langka dan Mahal

Sementara 5 puak batak lainnya yakni: Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing dan Pakpak, kata Masrina, hanya memberikan pakaian kebesaran Batak berupa pakaian adat Batak dari 5 puak Batak tersebut.

Dikatakan Masrina, Kalaupun ada kesamaan kata dalam pemberian gelar tersebut, seperti halnya Patuan Muliaraja terdengar mirip penyebutannya dengan Patuan Sorimangaraja adalah lumrah.

”Karna kita memiliki satu nenek moyang, yakni kita sama-sama keturunan dari Siraja Batak,” ujar Masrina sembari menghimbau untuk lebih jelasnya supaya menanyakan tokoh adat yang memberikan gelar tersebut.

Tokoh Batak Angkola Tawari Siregar juga membenarkan bahwa pihaknya tidak ada menabalkan marga kepada SBY, melainkan hanya memberikan gelar Patuan Sorimulia Raja dan ibu Ani bergelar Naduma Harungguan Hasayangan.
“Kami para tokoh adat tak mau berpolitik. Tidak ada pemberian marga. Ini hanya penghormatan kepada bapak SBY sebagai tamu agung yang datang ke daerah kita,” kata tokoh adat bergelar Mangaraja Tenggo ini.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya sejumlah surat kabar dan media cetak menyitat berita bahwa Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono diberi marga. Kemungkinan, media tersebut mencatut berita itu dari pers rilis Istana. Namun kenyataannya, pada puncak acara, tak satu pun sub etnis Batak menabalkan marga kepada orang nomor satu di republik ini. (Cos) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Refleksi Hari Jadi Kota Padangsidimpuan Yang Ke-10

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*