Pilkada 2010 Lebih Mahal Rp 1 Triliun Daripada Pemilu 2009

www.tempointeraktif.com

TEMPO Interaktif, Jakarta – Biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah 2010 mencapai Rp 3,54 triliun. Biaya ini jauh lebih besar daripada pemilu legislatif dan pemilihan legislatif tahun lalu yang berkisar di angka Rp 2 triliun.

Data biaya penyelenggaraan pilkada 2010 itu diungkap Timbul Pudjianto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Selasa (6/4). Besar biaya itu masih mungkin bertambah lagi karena, “Dana masih diusulkan untuk proses pemilihan satu putaran saja, dan hanya untuk 244 daerah yang akan menggelar Pemilu Kada tahun ini,” kata Timbul.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pernah menyinggung mahalnya ongkos Pilkada. Gamawan mengusulkan Kepala Daerah ditunjuk saja oleh Presiden yang, tentu saja, dikecam pengamat Pemilu Saldi Isra. Menurut Saldi, penunjukan akan berarti kemunduran bagi proses demokrasi di Indonesia.

Menanggapi ongkos yang sangat mahal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz Anshary berharap, pemerintah pusat mau ikut andil dalam pembiayaannya. Abdul Hafiz mengungkapkan, beberapa daerah sudah berencana memundurkan jadwal Pilkada terkait kendala anggaran.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*