Pilkada di 9 Kabupaten/Kota Sumtera Utara Aman, Angka Golput Tinggi

Secara umum pelaksanaan pikada di 9 kabupaten/kota yang serentak digelar, berlangsung aman tanpa ada gangguan yang berarti. “Dari aspek keamanan semuanya berjalan normal mulai pemungutan hingga berakhirnya penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS),”

kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Irham Buana Nasution SH MHum, kepada wartawan, Rabu (12/5).

Namun demikian, lanjut Irham, ketika penghitungan suara ada permasalahan yang dilaporkan di beberapa kabupaten/kota, di antaranya Kota Binjai, Medan, Pakpak Bharat, dan Toba Samosir, ketika masyarakat menggunakan hak pilihnya mencoblos tembus pada lipatan atas. Kemudian hal itu dianggap sah karena tidak tercoblos ke nomor calon yang lain.

Laporan lain, ada surat suara yang sudah tercoblos dan rusak, seperti ditemukan di Kota Binjai dan Tebingtinggi. Kemudian 1 TPS di Toba Samosir yang menggunakan hak pilih atas nama masyarakat diwakili oleh satu orang yang diarahkan kepada salahsatu calon. Atas kejadian ini berdasarkan keputusan Panwas untuk dilakukan pemungutan suara ulang.

“Sore ini mayoritas kotak suara sudah berada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Kota Binjai besok (hari ini, Kamis-red) sudah melakukan rekapitulasi ditingkat PPK,” kata Irham Buana.

Golput

Terkait tingkat partisipasi pemilih, menurut Irham Buana, dari gambaran yang diperoleh partisipasi masyarakat untuk memberikan hak suaranya termasuk rendah. “Angka partisipasi masyarakat setiap kabupaten/kota berdasarkan laporan antara 60 hingga 70 persen. Begitu juga Kota Medan. Artinya angka golput mencapai 40 persen,” katanya.

Baca Juga :  Tahun 2017, Boeing 737-800 Bisa Mendarat di Bandara Silangit

Dikatakan Irham, hal ini harus menjadi perhatian yang sama semua pihak, tidak hanya KPU, tetapi para calon kepala daerah dan partai politik.

Irham juga mengingatkan, seluruh masyarakat yang menggelar pilkada diminta untuk ikhlas menerima siapapun yang menang. Menurutnya, pemimpin yang menang merupakan pilihan yang bijak dan tepat dari masyarakat.

“Siapapun yang diunggulkan dalam pilkada, merupakan pilihan terbaik dan harus didukung semua lapisan masyarakat. Jika ada yang merasa tidak puas, ada saluran yang bisa dipakai melalui proses hukum ke Mahkamah Konstitusi. Ini langkah bijaksana yang harus dilakukan,” kata Irham Buana.

Pantauan Analisa sejumlah TPS di Medan, angka golput tergolong tinggi. Rata-rata hampir mencapai 40 persen yang tidak memberikan hak suaranya. Seperi di TPS kawasan Kelurahan Brayan Darat I, Gelugur, dan Medan Polonia. Begitu juga disejumlah TPS lainnya.

Sumut Aman

Secara terpisah Pelaksana Harian (Lakhar) Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di 9 kabupaten/kota di Sumut, berjalan aman tanpa gangguan berarti.

“Kita pantas bersyukur karena pelaksanaan Pilkada di 9 kabupaten/kota yang berlangsung di jajaran Polda Sumut berjalan lancar dan aman tanpa gangguan serius,” kata Pelaksana Harian (Lakhar) Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan melalui pesan singkat, Rabu (12/5) petang.

Menurut Nainggolan, hingga petang hari saat pelaksaan Pilkada, belum ada gangguan yang dapat menggagalkan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Baca Juga :  Inalum Jangan Dikaitkan dengan Pasokan Listrik

“Ya, sejauh ini belum ada aktifitas yang dapat mengganggu even tersebut. Kita berharap, masyarakat terus menjadi kondusifitas di lingkungan masing-masing. Selain itu, warga juga mulai dewasa dalam berpolitik,” katanya.

Untuk melakukan pengamanan Pilkada, kemarin Nainggolan pernah berujar mereka menyiapkan 4268 personil. “Pengamanan dilakukan masing-masing Satuan Wilayah (Satwil) atau Poltabes dan Polres setempat. Dari jumlah tersebut, dirinci Poltabes Medan 1683 personil, Polres KP3 Belawan 157 personil, Polres Binjai 490, Polres Sergai 324, Polres Tebing Tinggi 317, Polres Asahan 555, Polres Tobasa 186, Polres Tapsel 381, Polres Sibolga 103, dan Polres Phak-phak Barat,” katanya, Senin (10/5) lalu.

Khusus pelaksanaan Pilkada di Kota Medan, pengamanan di back-up Poltabes Medan dan Polres KP3 Belawan. “Karena jumlah Tempat Pemilihan Suaranya (TPS) lebih banyak, maka pengamanan di Medan dilakukan Poltabes Medan dan Polres KP 3 Belawan,” tambahnya. (sug/hen)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*