Pilkada Kab. Samosir Ricuh, Di Duga Banyak Pemilih Siluman

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Samosir, ricuh. Hal ini terjadi akibat ratusan mahasiswa yang datang dari Medan menggunakan tiga bus diduga melakukan pencoblosan suara di sana.

Sedangkan, Kapoldasu Irjen Ogreseno bersama Kasat Brimobdasu yang mendapat laporan langsung turun ke TKP.

Selain Kapoldasu Irjen Ogreseno, terlihat pasangan calon nomor 7, Ober Sagala,SE MM- Tigor Simbolon,ST (Obor Samosir),pasangan nomor 3 Baktiar Sitanggang-Jeremias Sinaga, pasangan nomor 5 Rimso Maruli Sinaga-Anser Naibaho (Naga Baho), pasangan nomor 6 Martua Sitanggang- Mangiring Tamba, mantan Kapolres Samosir AKBP Aiman dan Kapolres Samosir AKBP Sirait, Dandim 0210/TU Letkol Ramses Lumban Tobing, ratusan personil Brimob yang di BKO kan.

Pantauan Waspada, awal kejadian sebanyak 3 bus umum Sejahtera yang mengangkut mahasiswa, Rabu (9/6) malam, dihentikan warga Tomok yang curiga melihat kehadiran mereka.

Warga Tomok menahan mahasiswa bersama 3 bus tersebut hingga Kamis (10/6) petang. Setelah mendapat instruksi dari Kapoldasu, para mahasiswa dibawa ke Polres Samosir dengan pengawalan aparat Brimob.

Kapoldasu Irjen Ogreseno menyatakan, pihaknya mengambil alih permasalahan ini dan akan mengusut masalah DPT, pemilih siluman dan segera menuntaskannya untuk kemudian berkoordinasi dengan Mendagri.

Ke MK

Pasangan calon nomor 5, Maruli Sinaga kepada Waspada Kamis (10/6) mengatakan, terkait permasalahan ini tidak tertutup kemungkinan dilakukan pilkada ulang sepanjang bukti-buktinya lengkap.

‘’Kami siap membantu apa yang diperlukan untuk Mahkamah Konstitusi, dan 6 pasangan calon siap menggugat ke MK terkait pilkada Samosir,’’ ujar Maruli.

Baca Juga :  Pengungsi Sinabung Bertambah Banyak

Salah satu anggota DPRDSU Ir Jhon Hugo Silalahi, MM kepada Waspada, Kamis (10/6), menyesalkan adanya pemilih didatangkan dari luar Samosir

Dia berharap KPU Sumut dan KPU Samosir beserta Panwas Provsu dan Kab.Samosir menyikapi bukti-bukti dan memproses sesuai UU Pilkada agar tidak menimbulkan konflik di Samosir.

Sumber: http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1979:pilkada-kabupaten-samosir-ricuh-diduga-pemilih-siluman-&catid=52:sumut&Itemid=207

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

13 Komentar

  1. Horas…
    Pertama sekali kita harus mengerti dulu apa arti pemilih siluman itu. Apa sebenarnya arti pemilih siluman. Siluman berarti tidak jelas(stealth) atau samar, dalam arti tidak tercatat sebagai pemilih di Kabupaten Samosir ,DPT (Daftar Pemilih Tetap ) telah ditetapkan oleh KPU Kab. Samosir.
    Dalam UU pemilihan Umum tidak diterangkan siapa saja yang dapat memilih disuatu daerah. Apakah harus penduduk Kab.Samosir yang dalam hal ini ditandai dengan adanya KTP Kab. Samosir. Mereka yang telah terdaftar di DPT KPU kab. Samosir lah yang berhak mengikuti proses Pemilihan (Pilkada) di samosir.
    Berarti dalam hal ini, para mahasiswa ataupun masyarakat yang pernah berdomisili di kab.Samosir yang kemudian terdaftar sebagai pemilih di Kab. Samosir dapat melakukan pencoblosan di Kab. Samosir.
    Sebelum proses Pilkada , banyak terjadi protes yang diberikan kelompok masyarakat kepada KPU kab. Samosir tentang daftar Pemilih Sementara yang dicurigai digelembungkan. Perjuangan kelompok masyarakat tersebut seakan hilang ditelan bumi , dan tidak ditanggapi oleh para penegak hukum.
    Disinilah sebenarnya persoalan itu muncul.
    Ketika nama seseorang itu masuk dalam DPT yang sudah ditetapkan maka nama tersebut tidak dapat lagi disebut sebagai pemilih siluman. Seharusnya sebelum proses penetapan DPT calon Bupati yang keberatan atas DPS tersebut dapat melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum , melalui Panwas Kabupaten.
    Permainan penggelembungan suara adalah permainan yang sangat lumrah terjadi ,dan biasanya dilakukan para Incumbent yang ikut kembali dalam proses Pilkada. Data DPS itu didapatkan KPU dari para Petugas Kecamatan dalam penyusunan DPS. Inilah biasanya kesempatan para suatu calon kandidat Bupati memasukkan nama-nama anggota keluarga ataupun kelompok yang mungkin bisa memenangkannya nanti. Sebelum penetapan DPT dilakukan , masyarakat berhak memberikan audit kepada nama-nama yang terdapat di DPS. Kesempatan inilah yang dapat dimanfaatkan para kandidat yang merasa dirugikan akan DPS tersebut. Kembali ke proses Pilkada di Kab. Samosir, apakah hak itu dilaksanakan? Disinilah kelengahan yang terjadi sehingga suatu kelompok merasa tidak puas akan hasil Pilkada tersebut. Penulis telah mengingatkan kepada salah satu pasangan kandidat, akan tetapi mereka sudah merasa diatas angin dan selalu berkampanye dengan topik yang menyudutkan satu pasangan Incumbent.Setelah merasa berhasil mengambil partai besar dan memecah suara suatu kelompok marga terbesar di Samosir (Parna) ,juga black campaign dengan issu korupsi ternyata tidak berhasil menggoyahkan para pemilih di Kab. Samosir yang termasuk para pemilih tradisional yang masih mengagungkan kroni satu marga atau satu klan yang terikat dalam Dalihan Natolu ,yang dapat mengaburkan kemampuan calon Pemimpin yang hendak dipilih.
    Hasil Keputusan MA telah keluar dan pemenang telah ditetapkan . Penulis sangat mengharapkan Pilkada Samosir tidak menghasilkan Konflik Namarata melawan Parna . Semua memiliki kepentingan atas Kabupaten Samosir ,yang merupakan asal-muasal orang batak . Marilah kita satukan presepsi untuk memajukan Kab. Samosir yang kita cintai ini, dengan tetap melakukan masukan dan pengawasan kepada Pemerintah Kab.Samosir . Horas…..

  2. Kandidat yang curang itu,,,,,adalah manusia yang haus akan kekuasaan,,,,kenapa dia takut kalah sehingga punya ide yang konyol dengan membayar pemilih dari luar untuk memilih di kabupaten samosir,,,,berarti kepemimpinan yang selama ini dia jabati tidak pernah dirasakan baik oleh masyarakat samosir,,,, dan telah terbukti masyarakat samosir telah resah dengan kepemimpinannya selama 5 tahun yang lalu,,,,GILA ya itu orang….pendidikan nya tinggi,, tapi pemikirannya BEGO,,,TOLOL,,,dan MURAHAN….
    saya malu sebagai warga samosir melihat peristiwa yang begitu KONYOL…..
    dan saya berharap keputusan MK akan lebih bijak lagi menangani masalah ini,,,,harus lebih selektif lagi,,,,
    kami semua berharap yang terbaik dari MK………
    jangan kecewakan masyarakat samosir………………………………….
    karna kami masyarakat samosir tidak menginginkan pemimpin yang berhati busuk dan munafik…………………………………………

  3. Pilkada samosir buat malu orang batak, batak terkenal dengan pikirannya bukan terkenal karena kerakusan, kenapa harus ada pembohongan di samosir ini? cari kekuasaan ? kenapa harus ada kecurangan? apakah tidak takut dengan hukum karma? jawabnya mungkin akan cepat datang, soalnya sekarang ini karma bagaikan ” haraton lasiak ”
    harapan saya, MK harus lebih selektif menanggapi persoalan pilkada samosir, jangan sampai salah keputusan , yang terpenting untuk samosir adalah pihak yang menang diharapkan memimpin lebih bijaksana, dan pihak yang kalah jangan kalah semangat, tetap berjuang untuk memajukan samosir, karena kemajuan samosir bukan hanya tanggngjawab Bupati semata, tetapi itu juga tanggungjawab kita bersama, Horas !

  4. knapa hrs ada pemilih dari luar,
    ini samosir kan, tetapi mengapa orang sibolga, medan, balige dan byk lagi datang dari luar sana untuk memilih.
    sampai 1 juta pun ada di beli per orang.
    waktu di tomok ricuh (pnangkapan suara siluman)ada yang ngaku di bayar 500 ribu 700 ribu hingga 1 juta tuk nyoblos di samosir yang kita cintai ini.
    apa pantas org yang melakukan perbuatan binatang ini memimpin di kabupaten samosir yang kita banggakan ini.
    samosir akan hancur bahkan terjual.
    rakyat akan menderita.
    tuhan menunjukkan keajaiban di tomok, pemilih siluman di tangkap.

  5. horas..masyarakat samosir adalah masyarakat yg berbudaya suku BATAK..komen saya tentang pilkada Kab.Samosir, Marilah bersama membangun Kab.samosir ini nenjadi Kabupaten yg benar2 di bangun dri rakyat untuk rakyat batak.. tanpa ada campur tangan kepentingan dri pihak mana pun..karna PILKADA KAB.SAMOSIR,menurut saya mengartikan Pestanya demokrasi rakyat samosir..bukan pestanya orang2 kaya yang mempunya kekuasaan ato duit yang berlebihan..
    pikir dengan jelas:masyarakat batak menurut saya tidak perlu terlalu ikut campur kedalam urusan Politik yang terlalu jauh,cukup hanya dengan saling merangkul dengan sgala macam marga yang klo di satukan menjadi satu kesatuan yang kokoh..cuman 1suku yang ada di indonesia yg menurut saya masih memegang teguh pendirian tentang ADATnya..ya itu BANGSA BATAK..klo ada pun yg cimprung ke Dunia Politik tolong bersatu lah bangsa batak untuk memajukan bangsa batak ini menjadi salah satu yg di BANGGAKAN..Contoh:OBAMA(satu2nya PRESIDEN yg bsa mnjadikan harkat dan martabat kaum_nya menjadi terangkat)utk negara sebesar USA(amerika serikat)hebat gak tuh..bukan nya kya skarang masih bupati udah ricuh,cmana mo jadi PROTAP,cmana pula mo jadi PRESIDEN..pesan terakhir,ibarat kalah vs menang..kalah=o,menang=1..asal menang untuk kepentingan rakyat SAMOSIR…dengan asaz KEJUJURAN dan KETULUSAN…makasih.. amien.

  6. Sudah dari dulu halak hita ada persatuan namun tak ada kesatuan. Itulah yang saya lihat pada Pilkada Kab. Samosir untuk saat ini, cobalah kalian para kompetitor bersatu untuk memajukan P. Samosir janganlah haus akan kekuasaan belaka. Perhatikanlah P. Samosir yang sebentar lagi akan menjadi GOLGOTA(Holan Kuburan), rubahlah dia menjadi kampung yang asri, dan tingkatkan pendapatan percapita masyarakat P. Samosir.Kenapa kalian menghabiskan energi untuk berperkara…? Pesan saya, semua memang sudah terjadi…. Tapi apapun keputusan MK nanti saya harap semua kompetitor dapat menerimanya tanpa UNGUT-UGUT dan tanpa TUNTUT-MENUNTUT….!!!! INGAT : “TANPA BUBATI PUN BISA KOQ BERKARYA UNTUK MEMAJUKAN P. SAMOSIR ” Peace……..!!!!

  7. samosir…… samosir saya sangat terharu dan sedih melihat para pasangan calon bupati yang rela merogoh kocek hingga ratusan ribu, bahkan 1 juta per satu suara. yang didatangkan dari luar daerah…. hanya untuk memenangkan dirinyaa …he..hee. bagian mi.

  8. HEHEHE……….Hebat juga org samosir, mau komentar ternyata dia pendukung incombent…mana ada org disamosir sana yg pangula-ula yg kenal internet…..pintar2x bodoh ya yg ngaku org tua mahasiswa….KPU dan Panwaslu Samosir….ingot damang martondi do huta asal mula ni halak batak…Samosir….manat damang i…..

  9. Begitu bodohnya kami masyarakat Kabupaten Samosir, mau dibodoh bodohi oleh yang haus akan kekuasaan, masak anak kami yang kami lahirkan, yang kami besarkan, yang kami sekolahkan SD, SMP, SMA di Samosir dan kami sekolahkan ke PT di Medan, Siantar, Tarutung dsb, karna blum ada PT di Samosir dianggap Siluman ketika mau mementukan siapa pemimpin yang layak ditanah dimana ia dilahirkan dan dibesarkan kita manganggapnya SILUMAN , Orangtua yang bagaimana kita ini, ingat Inang dohot amang Falsafah Orang Batak ANAKKONHI DO HAMORAON DIAU

  10. Begitu bodohnya kami masyarakat Kabupaten Samosir, mau dibodoh bodohi oleh yang haus akan kekuasaan, masak anak kami yang kami lahirkan, yang kami besarkan, yang kami sekolahkan SD, SMP, SMA di Samosir dan kami sekolahkan ke PT di Medan, Siantar, Tarutung dsb, karna blum ada PT di Samosir dianggap Siluman ketika mau mementukan siapa pemimpin yang layak ditanah dimana ia dilahirkan dan dibesarkan , Orangtua yang bagaimana kita ini, ingat Inang dohot amang Falsafah Orang Batak ANAKKONHI DO HAMORAON DIAU

  11. Semua orang sudah tau bahwa terdapat pemilih siluman dalam pilkada samosir 2010. tapi kenapa kpu dan panwaslu tidak bertanggung jawab. mereka adalah “tuhan” dalam pilkada ini karena mereka adalah tempat masyarakat mengadu semua pelanggaran yang ada dalam pelaksanaan pilkada ini. yang anehnya mereka sudah melihat dengan mata dan kepala mereka sendiri yang terjadi di pelabuhan fery tomok masyarakat menangkap pemilih siluman: panwaslu telah membuat surat gugatan di tkp yang ditandatangani oleh perwakilan masyarakat, ketua kpu dan panwaslu disaksikan oleh ratusan masyarakat. ehh…. kemudian mengelak di kemudian hari: ketua panwaslu mengatakan “itu bukan keputusan panwaslu”. masyarakat jelas jelas tahu bahwa disana tertera tanda tangan ketua panwaslu dan stempel panwaslu kab samosir. ketua kpu samosir menolak surat gugatan panwaslu, menyatakan bahwa “surat panwaslu tidak bernomor surat, tidak ber-kop surat dan tidak berstempel”. semua masyarakat samosir tau bahwa surat itu bernomor, ada kepala suratnya, ada stempelnya bahkan bermaterai. mereka telah mengangkangi hukum dinegara ini, mereka telah mencederai dan memperkosa hak masyarakat. ADA APA DENGAN PANWASLU DAN KPU KAB. SAMOSIR?, SIAPA DIBELAKANG SEMUA PEMBOHONGAN PUBLIK INI? KITA LIHAT SAJA NANTI. APAKAH MASIH ADA KEBENARAN DAN KEADILAN DI BUMI SAMOSIR TERCINTA INI? Bertobatlah hei kamu KPU dan PANWASLU KAB. SOMOSIR. jangan kamu melawan suara hati rakyatmu.

  12. Tuntaskan masalah pemilih siluman di Samosir, adakan pemilihan ulang agar terpilih Bupati yang terpilih, benar-benar pilhan Rakyat, dan berbakti untuk Rakyat bukan untuk Kepentingan Kelompok, Bravo Samosir.

  13. Tidak ada pemilih siluman di Kab. samosir. Mereka semua punya KTP. Dan sebagian mahasiswa tersebut adalah hanya penonton atau ikut jalan-jalan dengan kawannya ke samosir.
    Fakta lainnya menunjukkan tidak semua mahasiswa memilih calon bupati nomor 2 (dua) ada juga yang memilih nomor 7 (tujuh) dan calon yang lainnya.
    Untuk catatan, dimana-mana yang kalah selalu buat ulah. Agar ada celah untuk mengulang.
    Berhentilah provokasi di samosir. DUKUNGLAH BUPATI TERPILIH Bpk. MANGIDAR SIMBOLON.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*