Pilkada Madina Tinggal 88 Hari Lagi, Panwas Pilkada Belum Juga Terbentuk ; DPRD Madina Masih Tunggu Keputusan MK

Panyabungan, (www.analisadaily.com)

APA......???

Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal telah memberikan wewenang kepada DPRD Madina untuk membentuk Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Panwas Pilkada) namun hingga kini Panwas tersebut belum juga terbentuk, padahal Pilkada Madina tinggal 88 hari

lagi dan tahapan Pilkada telah memasuki tahapan verifikasi balon yang telah mendaftar ke KPU Madina.

“Harusnya Panwas sudah terbentuk sejak tahapan dimulai oleh KPU namun kita lihat hingga saat ini tahapan demi tahapan sudah berlalu namun Panwas belum juga terbentuk,” Bakhtar Nasuiton salah seorang tokoh masyarakat Madina kepada Analisa Senin, (14/3).

Ditegaskannya,dengan adanya ketidaksepahaman KPU dan Bawaslu tentang Panwas Pilkada ini dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi pelaksanaan Pilkada Madina. “Kedua lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu menganggap dirinya yang paling benar sehingga mengorbankan pelaksanaan Pilkada.dan kita khawatir akibat tidak terbentuknya Panwaskada ini akan muncul penolakan dari pasangan balon kepada KPU Madina tentang penyelenggaran Pilkada Madina yang tinggal 88 hari lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kalau memang DPRD Madina yang akan melaksanakan fit and proper test kepada calon-calon anggota Panwas melihat waktu yang cukup sempit dikhawatirkan pula bisa menghambat tahapan Pilkada Madina yang saat ini telah memasuki tahapan pencalonan dan verifikasi dukungan Balon.

“Saat ini pihak KPU Madina melakukan verifikasi tanpa ada pengawas dari Panwas Pilkada hal ini jelas-jelas telah bertentangan dengan peraturan dan Undang-undang penyelenggraan Pemilu bahwa Panwas sudah terbentuk satu bulan sebelum tahapan dimulai,” ungkap Bakhtar.

Baca Juga :  Berlumpur dan Rawan Kecelakaan - Warga Keluhkan Kondisi Jalan Marancar Godang

Bakhtar mengatakan meskipun KPU telah memberikannya kepada DPRD Madina dan kabarnya telah membentuk Pansus DPRD tentang Panwaskada, namun hal itu tidak merupakan satu solusi. “Bila melihat waktu yang cukup sempit ini tidak mungkin Pansus bisa bekerja selama satu minggu, Pansus harus terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Bawaslu yang telah melantik Panwaskada beberapa waktu yang lalu sehingga nanti akan molor lagi,” tegas Bakhtar.

Ditambahkan, pelaksanaan Pilkada Madina jangan sampai gagal akibat belum terbentuknya Panwaskada serta untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya tuntutan dan keberatan dari Balon Bupati Madina yang akan bertarung pada Pilkada Madina 9 Juni mendatang.

Tunggu Putusan MK

Sementara itu Sekrataris DPRD Madina Drs M Yusuf Nasution MSi mengatakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mandailing Natal belum bisa memproses pembentukan Panwaslukada sebelum ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Diakuinya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Bawaslu, KPU Pusat dan Departemen Dalam Negeri tentang keberadaan Panwaslukada. “Dari hasil koordinasi yang telah dilaksanakan DPRD Madina diambil keputusan menunggu keputusan MK,”ujar Yusuf.

DPRD katanya tidak berniat untuk memperlambat pembentukan Panwaslukada yang telah diajukan oleh pihak KPU Madina beberapa waktu lalu.

“DPRD Madina siap saja untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 6 Calon yang telah diajukan oleh KPU akan tetapi persoalan Panwaslukada ini sudah berada pada MK, kita khawatir ada perbedaan dengan keputusan MK nantinya, DPRD tidak ingin terjebak pada perseteruan antara KPU dengan Bawaslu” ungkap Yusuf.

Baca Juga :  SDN Damparan Kekurangan Guru

Namun, diungkapkan Yusuf kalau ada keputusan dari MK yang memutuskan versi dari KPU yang harus dijlalankan DPRD akan segera memprosesnya dan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon yang telah diajukan oleh KPU.

“DPRD tidak ingin memperlambat pembentukan Panwaslukada, namun DPRD hanya patuh pada putusan MK nantinya, jadi kita tunggu sajalah keputusan MK,namun kita sangat berharap MK untuk segera mengeluarkan keputusan,” harap Yusuf.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*