Pilkada Serentak Sudah Jadi Kebutuhan

Siswa mengikuti sosialisasi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran dua untuk pemilih pemula yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di SMA 4 Jakarta, Rabu (8/8/2012). Pilkada DKI Jakarta putaran kedua dilaksanakan pada 20 September mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com– Kehendak untuk membuat pengaturan pemilihan umum kepala daerah secara serentak sejatinya sudah menjadi kebutuhan bersama bangsa Indonesia. Keserentakan pilkada itu diperlukan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara terfokus, masyarakat tidak disibukkan dengan pelaksanaan pilkada yang terus-menerus berlangsung, meski untuk daerah yang berbeda.

“Namun pengaturannya keserentakannya tidaklah cukup dengan menggabungkan waktu pelaksanaan pilkada yang berdekatan waktunya,” sebut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ferry Mursyidan Baldan, Jumat (24/8/2012) malam.

Menurut mantan anggota Komisi II DPR tersebut, pengaturan keserentakan pelaksanaan pilkada bukan saja untuk efisiensi pelaksanaan pilkadanya, tapi harus juga dimaksudkan untuk mewujudkan suatu periodisasi yang dapat membangun sinergitas tingkat pemerintahan, mulai dari Presiden, Gubernur dan Bupati/Walikota.

Karenanya, yang harus dirancang adalah bahwa ke depan jadwal pelaksanaan pemilu lima tahunan sudah tersusun secara permanen, yakni April adalah pemilu legislatif, Juli dan September untuk dua putaran pemilu presiden-wakil presiden. Berikutnya, enam bulan setelah pelantikan Presiden adalah pemilihan Gubernur dan enam bulan setelah pelantikan Gubernur adalah pemilihan Bupati/Walikota.

Menurut Ferry, untuk mencapai desain penjadwalan tersebut, dibutuhkan masa transisi. Caranya, pilkada setelah Pemilu 2014 hanya dilaksanakan pilkada pada tahun 2015 dan 2016 dan periodenya berakhir April 2020. Sedangkan mulai 2017-2019 tidak diadakan pemilihan kepala daerah, tapi diangkat penjabat sementara kepala daerah, yang mesti diikat ketentuan bahwa yang bersangkutan tidak boleh mencalonkan diri pada pilkada 2020.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Markus Palsu di TVOne - Polisi Tunggu Dewan Pers untuk Sita Naskah Andris

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*