Pilkada Tapsel & Madina Serentak

Jumat, 23 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

MEDAN-METRO; Sebanyak 14 kabupaten/kota di Sumatera Utara direncanakan akan menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada Mei tahun 2010. Dua kabupaten di antaranya adalah Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal. Untuk itu pemerintah daerah dituntut membuat persiapan lebih cepat dari jadwal semula.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) Irham Buana Nasution, kemungkinan besar 14 kabupaten/kota akan menggelar pilkada pada bulan Mei mendatang. Sedangkan 11 kabupaten/kota lain yang juga akan menggelar pilkada pada tahun depan, masih belum dipastikan apakah akan dilangsungkan secara serentak atau diserahkan pelaksanaanya ke masing-masing KPU daerah tersebut.

“Yang sudah hampir pasti ada 14 kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada serentak pada bulan Mei. Tidak ada keberatan dari KPU di ke-14 daerah tersebut untuk menggelar pilkada secara serentak,” ujar Irham seusai rapat bersama KPU se-Sumut dengan Pemprov Sumut di Medan, Kamis (22/10).

Irham menuturkan, 14 daerah yang kemungkinan besar menggelar pilkada secara serentak adalah Binjai, Medan, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Samosir, Pakpak Bharat dan Sibolga. “Tetapi keputusan resmi soal pelaksanaan pilkada secara serentak ini mungkin baru dipastikan Jumat, saat kami mengundang rapat seluruh KPU kabupaten/kota,” ujarnya.

Baca Juga :  Langgar Kode Etik, 2 Polisi Polres Padangsidimpuan Dipecat

Sebelumnya, Irham juga sempat mengungkapkan, rencana KPU Sumut meminta KPU kabupaten/kota menggelar pilkada secara serentak dalam dua tahap. Tahap pertama digelar bulan Mei dan tahap kedua bulan September. Untuk daerah yang direncanakan menggelar pilkada serentak bulan Mei, masa jabatan kepala daerahnya habis antara bulan Juni-Agustus 2010, sedangkan yang digelar bulan September, untuk daerah yang masa jabatan kepala daerahnya habis bulan Oktober-Desember 2010.

Anggota KPU Medan Divisi Hukum dan Humas Pandapotan Tamba mengaku, tak masalah jika pelaksanaan pilkada Medan digelar serentak bersama daerah lain. “Mungkin yang merepotkan hanya kami harus mengubah tahapan jadwal pilkada, yang rencananya akan kami gelar bulan Juni,” ujar Pandapotan.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumut RE Nainggolan mengatakan, pada prinsipnya Pemprov Sumut setuju dengan hal tersebut. “Karena bisa efisien dari sisi anggaran dan mencegah terjadinya mobilisasi pemilih di daerah yang bertetangga. Ini akan mengurangi terjadinya kecurangan selama pilkada,” katanya.

Nainggolan mengatakan, berbeda dengan pemilu legislatif dan pemilu presiden, untuk pilkada, Pemprov Sumut sama sekali tidak menganggarkan bantuan dana dari APBD untuk daerah-daerah yang menggelar pilkada. Seluruhnya dibiayai oleh APBD kabupaten/kota masing-masing. “Tak ada bantuan dari kami,” katanya. (kmc/int)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Chevron Incar WKP Sorik Merapi, Mandailing Natal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*