Pilkada Ulang Madina, 20 April 2011

PANYABUNGAN – Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) ulang Kabupaten Mandailing Natal periode 2010-2015  dilaksanakan 20 April 2011.

“Pilkada ulang ini tetap diikuti enam pasangan calon. Adapun anggaran yang dialokasikan untuk pilkada ulang sebesar Rp12 miliar,” kata Ketua KPUD Madina, Jefri Antoni, tadi malam.

Dijelaskan, penetapan hari ‘H’ pemungutan suara ulang di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) itu telah dituangkan dalam keputusan KPUD Madina No:05/Kpts/KPU-002.434826/2011 tertanggal 2 Februari 2011.

Adapun surat keputusan KPUD yang ditandatangani, Jefri menjelaskan, pemungutan suara ulang ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Mahkamah Konstitusi No.41/PHPU.D/VIII/2010 tertanggal 6 Juli 2010 tentang pemungutan suara ulang di semua TPS.

“Kemudian tindaklanjut dari surat KPU Provinsi Sumatera Utara tanggal 1 Februari 2011, dan hasil rapat pleno KPU Madina tanggal 2 Februari 2011,” sebut Jefri.

Ditambahkan, sebagai bentuk permulaan akan dilaksanakannya pemungutan suara ulang, pada Selasa (8/2) sampai Jumat (11/2), pihaknya  menggelar rapat kerja bersama panitia pemungutan suara (PPS). Melakukan sosialisasi pelaksanaan pemungutan suara ulang sejak Sabtu (5/2) sampai Selasa (5/4) mendatang.

Kemudian melakukan validasi data pemilih dan prin out penggandaan daftar pemilih tetap. Proses administrasi surat suara dan kelengkapan administrasi pemungutan suara di PPS dan di TPS, dilanjutkan berita acara daftar pasangan calon dan surat suara pada Rabu (16/2) sampai Rabu (30/3).

Baca Juga :  Korban Penembakan Polisi Mengadu ke Komnas HAM

Jefri menambahkan, selain validasi data pemilih juga ada sortir surat suara, daftar pasangan calon, serta alat kelengkapan administrasi pemungutan suara di TPS, formulir berita acara dari panitia pengawas kecamatan (PPK) ke PPS.

Di pemungutan suara ulang nantinya, KPUD Madina berharap agar masyarakat menggunakan suara masing-masing dengan demokratis, tanpa ada unsur paksaan dari pasangan calon yang bertarung nanti.

“Kita imbau seluruh masyarakat Madina agar pada hari pemungutan suara nanti, benar-benar mengguakan hak suaranya secara demokratis dan tanpa adanya unsur paksaan pihak manapun,” imbau Jefri. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*