Pilkada ulang Madina Rp12 M

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) akan merealisasikan dana Rp12 miliar untuk pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilukada) ulang yang akan diikuti enam pasangan calon.

Anggaran Rp12 miliar tersebut dihibahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Panwaslu, dan PAM Pemilukada Madina. Pencairannya akan dilakukan meskipun APBD 2011 belum mendapat evaluasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ini berdasarkan surat Pj Bupati Madina No. 900/023/BPKAD/2011 tanggal 7 Januari 2011 kepada ketua DPRD Madina tentang pemberitahuan pengeluaran belanja hibah mendahului evaluasi APBD.

Pedoman pengeluaran hibah mendahului evaluasi APBD tersebut adalah Permendagri No. 57/2009 tentang perubahan atas Permendagri No. 44/2007 tentang pedoman pengelolaan belanja pemilukada.

“Hal ini tertuang dalam pasal 30 ayat satu. Dimana setiap daerah yang belum menetapkan perda APBD tahun anggaran berkenaan dapat menetapkan DPA PPKD dengan peraturan kepala daerah sebagai dasar pengeluaran belanja hibah pemilukada,” jelas Pj Bupati, pagi ini .

Pj Bupati memberitahukan adanya pengeluaran belanja hibah mendahului evaluasi APBD kepada DPRD. Karena pada pasal 30 ayat (3) ditegaskan, penetapan pengeluaran belanja hibah pemilukada mendahului penetapan APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penyesuaian anggaran mendahului perubahan APBD sesuai ayat (2) diberitahukan kepada DPRD.

Wakil ketua DPRD Madina, T Rizal, mengatakan sudah seharusnya pemilukada ulang segera dilaksanakan dan sikap bupati yang menyurati dewan sudah sangat tepat, sebab salah satu tugas Pj Bupati adalah mengantar pemilukada ulang. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  PSSI Pertahankan Program Timnas U-19 Hingga 2017

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*