Pilkades Paluta bakal bergejolak

Kabupaten Padanglawas Utara bisa bergejolak jika masalah Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di beberapa tempat  tidak ditangani tuntas Bupati Paluta sesuai aturan yang ditetapkan.

Tokoh masyarakat Paluta Guntur Hasibuan, 61, menegaskan hal itu,  pagi ini.

“Wajar saja tuntutan warga jika Pilkades tak transparan, ini harus disikapi tegas oleh Bupati Paluta sesuai aturan yang dibuat Bupati sebelumnya,” ujar Guntur.

Guntur juga mengingatkan Pilkades di Desa Paran Padang, Kecamatan Simangambat harus diulang, sebab panitia dinilai melanggar Peraturan Bupati Paluta Nomor 17/2010 Petunjuk Tehnis Pilkades se- Paluta Pasal 6 ayat 1(satu) point “e”.

“Point e berbunyi, sekurang-kurangnya telah berumur 25 (duapuluh lima) dan setinggi-tingginya berumur 58 (limapuluh delapan) tahun terhitung pada saat pendaftaran dilaksanakan,” ungkap Guntur menunjukkan Perbup Paluta.

Kenyataannya, lanjut Guntur, panitia pada awalnya menetapkan calon tunggal lolos seleksi syarat Carles Hasibuan (kepala desa sebelumnya-red), kemudian meloloskan Zungkarnain Simamora, 23, yang sudah gugur dalam seleksi usia.

“Ada apa? Carles Hasibuan pasrah dan ikut Pilkades Senin (27/12) kalah dari kemungkinan money politic, tapi kami akan permasalahkan hal ini ke PTUN, Gubsu, bahkan KPK,” kata Guntur.

Menurut kutipan Akta Kelahiran Nomor 2734/KDS-CS tanggal 5 Agustus 2004, Zungkarnain Simamora lulusan MAS Nurul Falah Tamosu ini lahir di Paran Padang tanggal 3 Agustus 1987. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Van Persie: Berhenti Menggerutu, Barca

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*