Pilkades Tapanuli Selatan 2 Minggu Lagi

Sumber: www.metrosiantar.com

TAPSEL-METRO (13 Oktober 2009); Setelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bakal menggelar pemilihan kepala desa secara serentak di 211 desa sekitar 2 minggu lagi, tepatnya usai pelaksanaan Mental Ideologi yang sudah dimulai Senin (5/10) lalu. Namun, jadwal tersebut bisa maju atau mundur dari yang direncanakan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Demikian disampaikan Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tapsel, Rustam Efendi Hasibuan kepada METRO, Senin (12/10).

Rustam mengatakan, jika seluruh calon kepala desa (Cakades) dari 211 desa sudah masuk semuanya dari 12 kecamatan maka pelaksanaan pilkades dapat segera dilaksanakan sesuai dengan rencana sekitar dua minggu ke depan.

Rustam menambahkan, hanya sekitar 5 desa lagi yang belum mendaftarkan cakades yang akan ikut bertarung dalam pilkades yang tersebar dari beberapa kecamatan dari 12 kecamatan.

“Ada 5 desa lagi yang belum mendaftarkan cakadesnya dari beberapa kecamatan, hanya saja kita perkirakan setelah MI selesai maka setidaknya sesuai dengan rencana, kita akan melakukan pilkades dalam dua minggu terakhir,” terangnya.

Rustam menegaskan, pihaknya sebagai panitia pelaksana bakal secepatnya menggelar pelaksanaan Pilkades. Pasalnya, dalam waktu dekat panitian masih punya pekerjaan besar yakni pemilihan kepala daerah.

Sebelumnya diberitakan Pemkab Tapsel dengan 12 kecamatan akan menggelar pilkades serentak di 211 desa, di mana jumlah desa ini menciut setelah dilakukan penggabungan desa sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Tapsel nomor 5 Tahun 2008 tentang penggabungan desa/kelurahan se-Tapsel yang sebelumnya berjumlah 493 desa dan 10 kelurahan menjadi 211 desa dan 37.

Baca Juga :  Agen Mitan Diimbau Tak Lakukan Penimbunan

Dalam tahapan rencana Pilkades jadwal pendaftaran untuk peserta Calon Kades sudah dibuka dan tempat pendaftarannya sudah dibentuk di setiap Kecamatan melalui Panitia Pemilihan Kades (PPK), dimana jadwal penutupannya akan berakhir pada Tanggal 27 Juli lalu.

Adapun kecamatan yang sudah digabung antara lain sesuai dengan rencana, Kecamatan Batang Toru dari 27 desa, 2 kelurahan menjadi 18 desa dan 5 kelurahan, Kecamatan Marancar dari 32 desa menjadi 11 desa dan 1 kelurahan, Kecamatan Muara Batang Toru dari 7 desa menjadi 6 desa dan 3 kelurahan, Kecamatan Angkola Barat dari 23 desa dan satu kelurahan menjadi 19 desa dan 4 kelurahan, Kecamatan Angkola Timur dari 39 desa menjadi 13 desa dan 2 kelurahan, Kecamatan Sipirok dari 95 desa dan 5 kelurahan menjadi 34 desa dan 6 kelurahan, Kecamatan Arse dari 31 desa menjadi 8 desa dan 2 kelurahan, Kecamatan Aek Bilah dari 42 desa menjadi 12 desa, Kecamatan Batang Angkola dari 57 desa dan 1 kelurahan menjadi 30 desa dan 6 kelurahan, Kecamatan Sayurmatinggi dari 55 desa menjadi 34 desa dan 2 kelurahan, Kecamatan Angkola Selatan dari 18 desa menjadi 14 desa dan 2 kelurahan serta Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) dari 67 desa dan satu kelurahan menjadi 12 desa dan kelurahan. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Cuaca Tak Menentu, Madina Rawan Longsor

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*