Pilpres di Sumatera Utara Aman dan Lancar

(Analisa/Ferdy) PILPRES 2014: Djoeli (tengah) ayahanda Gubsu Gatot Pujo Nugroho didampingi istri Sutias Handayani memperlihatkan tinta pada jari mereka usai melakukan pencoblosan di TPS 43 Medan Sunggal, Rabu (9/7). Usai pencoblosan Gatot juga melakukan pemantauan ke sejumlah TPS di beberapa daerah di Sumut.

Medan, Pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres), Rabu (9/7) di Sumatera Utara berjalan aman dan lancar. Masyarakat terlihat dengan tertib menggunakan hak pilihnya dalam menentukan presiden dan wakil presiden lima tahun ke depan.

Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan sebagaimana dilaporkan pihak penyelenggara, sejauh ini belum ada indikasi kerusuhan dalam pelaksanaan Pilpres.

“Kami bersama SKPD (Gubsu, Pangdam, Kejatisu) juga meninjau ke lima kabupaten dengan menggunakan helikopter, yakni Langkat, Binjai, Batubara, Siantar dan Simalungun. Dalam pantauan kami, semua berjalan dengan aman,” kata Mulia ketika dimintai keterangannya terkait pelaksanaan Pilpres di Sumut.

Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi, katanya. Meski dilakukan pada saat demam Piala Dunia dan bulan Ramadan tak mengurangi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat tinggi.

Meski demikian, Mulia belum bisa mengakumulasi berapa persen tingkat partisipasi pemilih. Yang pasti, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang sejauh ini masih menjaga kondusifitas dan kelancaran tahapan Pilpres.

Jokowi-JK Menang

Sementara seperti diberitakan, pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Jokowi-JK unggul atas capres dan cawapres nomor urut 1 Prabowo-Hatta berdasarkan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga yang ditayangkan di televisi nasional. Rata-rata hasil dari hitung cepat tersebut tak jauh berbeda.

Meskipun hasil hitung cepat tersebut diprediksi tak jauh berbeda dengan hasil final yang akan diumumkan KPU 22 Juli mendatang, namun semua pihak diminta untuk menahan diri. Menghormati dengan menunggu hasil keputusan KPU.

“Setelah pencoblosan, tahapan selanjutnya adalah proses rekapitulasi. Untuk tingkat PPS direkapitulasi mulai 10-12 Juli 2014. Tingkat PPK 13-15 Juli 2014. Kabupaten/kota 16-17 Juli 2014 dan tingkat provinsi akan difinalkan pada 18-19 Juli 2014. Sementara KPU akan melakukan rekapitulasi 20-22 Juli 2014,” katanya.

Baca Juga :  Penrimaan CPNS - Tebing Tinggi Sepi Peminat

Tahapan itu sendiri tertuang dalam PKPU No. 4 tahun 2014. Karenanya, Mulia berharap semua pihak menunggu hasil resmi dari KPU dengan tetap mengawal proses tahapan dan menjaga keamanan. Pihak penyelenggara sendiri diharapkan menjalankan tahapan tersebut sesuai dengan jadwal, jangan sampai lewat dari jadwal yang ditentukan.

Meski dapat dikatakan aman dan lancar, Pilpres di Sumut masih diwarnai beberapa kekurangan dari pihak penyelenggara dalam hal ini KPU. Seperti yang disampaikan anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri, laporan dari masyarakat yang masuk adalah mengenai tak meratanya distribusi formulir undangan (C6).

“Sejauh ini kami masih mentabulasi aneka dugaan pelanggaran yang terjadi. Namun yang banyak masuk adalah laporan tentang banyaknya warga yang tak mendapat formulir C6. Penyelenggara di TPS masih ada yang tidak paham bahwa masyarakat bisa memilih dengan menggunakan KTP saja,” ujarnya.

Atas laporan tersebut, pihak Bawaslu Sumut masih mendalami. Apakah tidak didistribusikannya C6 tersebut disengaja atau tidak. Kasus itu sendiri terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota, sehingga hal tersebut menjadi perhatian khusus dari Bawaslu Sumut.

Unggul

Sementara pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, unggul sementara dari pasangan Jokowi- JK di tempat pemungutan suara (TPS) Gubernur Sumut yakni TPS 43 Lingkungan XIV Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Jalan Balai Desa, Rabu (9/7).

Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dari Partai Gerindra dan PAN yang juga didukung partai PPP, PKS, Golkar, Partai Demokrat dan PBB tersebut memperoleh suara sementara di TPS tempat Gubsu Gatot Pujo Nugroho bersama keluarga memilih memperoleh 236 suara mengalahkan pasangan Joko Widodo-JK yang didukung partai PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI memperoleh 132 suara.

Baca Juga :  Mapolsek BP Mandoge Nyaris Dibakar Massa

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah suara sah 368 dan satu suara tidak sah. Sementara daftar pemilih tetap (DPT) 609 dengan rincian laki laki 299 dan perempuan 310. Adapun jumlah surat suara 623.

Sebelumnya Gubsu dan keluarga tiba di lokasi TPS sekitar pukul 07.45 WIB, Gubsu terlihat menyalami para pemilih lain dan mengenalkan ayahandanya kepada masyarakat yang menunggu panggilan untuk mencoblos.

Beberapa saat menunggu, nama Gubsu dipanggil petugas dengan Nomer DPT 430. Gubsu adalah orang ke-13 yang datang pagi untuk mencoblos disusul berturut-turut sang istri Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, kemudian anaknya masing-masing Afifah Radhiyatullah, Fauziah Dinny Hanif, Ulfa Fitria Anggraeni, Maryam Balqis Salimah dan Aisyah Na’ilah Rabbaniy.

Usai memberikan hak suara, sekitar pukul 08.17 WIB Gubsu keluar dari TPS. Tak lupa Gubsu menyalami warga dan berpesan untuk memberikan hak suaranya. Gubsu juga tampak berdialog dengan para petugas TPS yang bekerja. Dia tak lupa memberi semangat kepada para petugas. (br/ir)/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*