Pindahkan Lokasi TPA Batu Bola!

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padangsidimpuan (PSp), H Khoiruddin Nasution SE, meminta Pemkab Psp memindahkan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Batu Bola, Kecamatan Psp Batunadua, Kota Psp.

Hal itu disampaikan Khoiruddin ketika menyampaikan pandangan umum Fraksi Demokrat dalam rapat paripurna DPRD terhadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Psp Tahun Anggaran (TA) 2009, di ruang paripurna DPRD Psp di Jalan Sutan Soripada Mulia, Sadabuan, Selasa (13/7) lalu.

Alasan pemindahan lokasi TPA menurut Khoir, karena masyarakat yang tingga di hilir sungai merasa keberatan atas dampak keberadaan TPA.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Dinas Pertamanan, Kebersihan dan Pemadam Kebakaran Kota Psp, Sofyan Enda Mora Harahap kepada METRO beberapa waktu lalu, menyebutkan Pemko Psp sedang mencari lahan baru untuk lokasi TPA baru. Sementara lahan TPA baru di di Desa Simirik, Kecamatan Psp Batunadua, juga tidak diberikan masyarakat.

Pencarian lahan baru dilakukan, mengingat TPA Batu Bola di Kecamatan Psp Batunadua sudah dinilai tidak layak menampung sampah dari Kota Psp, dan sudah selayaknya untuk direlokasi ke tempat yang baru meskipun TPA Batu Bola masih layak dipergunakan hingga tahun 2013 mendatang.

Ditambahkannya, TPA Batu Bola masih mampu menampung sampah sekitar 44 truk setiap hari dari Kota Psp. Karena dalam satu truk, muatan sampah sekitar 5 kubik atau dalam sehari saja TPA Batu Bola harus menampung sampah sebanyak 220 kubik yang di antar menggunakan mobil sampah sebanyak 21 unit yang beroperasi setiap hari.

Baca Juga :  PLN Cab. Padangsidimpuan; Pemasangan Instalasi Listrik Baru - Waspadai Calo!

“Saya ragu apakah TPA Batu Bola masih bisa atau sanggup untuk menampung sampah di Kota Psp, apalagi dua tahun lalu sudah pernah longsor, tapi dari standar proseduralnya masih layak hingga tahun 2013 mendatang,” jelas Enda Mora.
Diungkapkan Enda Mora, sebenarnya sudah ada lokai alternatif di Desa Simirik. Selain lahannya cukup luas, juga termasuk datar meskipun di bawahnya juga ada aliran anak sungai. Hanya saja, sejak tahun 2009 masyarakat tidak mengizinkan lokasi itu menjadi TPA.

Ditanya apakah ada anggaran untuk rencana pembebasan lahan TPA di Simirik, Enda Mora mengatakan tidak ada ditampung meskipun di usulkan. Dan jika nantinya sudah ditemukan areal atau lahan baru, maka akan kembali diajukan dananya untuk di tampung.

Sekedar untuk dikethaui, beberapa tahun lalu TPA Batu Bola sempat longsor hingga sampahnya merusak areal pertanian masyarakat. Sampahnya menumpuk di sungai Batang Ayumi, dan sempat mencemari air sungai.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Pindahkan_Lokasi_TPA_Batu_Bola

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*