Pipa Limbah Bocor, Ratusan Ikan di Sungai Mati – PT Virco & Pemko Jangan ‘Main Mata’

Sekretaris Komisi II DPRD Psp, Sopian Harahap, menegaskan Pemko dan PT Virco jangan ‘main mata’ atau menutup-nutupi hasil uji laboratorium limbah yang diduga menyebabkan ratusan ikan di sungai mati pada Rabu (9/3) lalu.
“Kita tidak ingin kejadian serupa terus terjadi berulang-ulang yang dapat merugikan masyarakat. Kalau nanti hasilnya sudah keluar, kita akan klarifikasi ke Kakanpedalda dan PT Virco,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan PT Virco Herman, mengatakan, sejauh ini pihaknya ingin hasil uji laboratorium itu dipublikasikan kepada masyarakat dan diserahkan kepada pihaknya.  Hal ini untuk memastikan kepada masyarakat dan perusahaan, apakah benar limbah PT Virco aman atau berbahaya bagi lingkungan atau dapat mencemari sungai.

“Jadi kita butuh kepastian secepatnya. Kami tidak ingin ada kesimpangsiuran informasi di masyarakat. Lantas, jika memang benar limbah kami berbahaya bagi lingkungan, maka akan dilakukan perbaikan. Kami tidak ingin masyarakat mengklaim kerusakan di sungai akibat limbah kami. Artinya, jika memang limbah kami berbahaya, kami akan berbenah dan jika limbah kami tidak berbahaya, kami minta juga dipublikasikan agar masyarakat tahu. Untuk itu kami minta pemerintah untuk objektif dan menyampaikan hasil laboratorium itu dengan sebenar-benarnya, sehingga semuanya jelas,” ucapnya.
Untuk itu ia meminta Kakanpedalda secepatnya mempublikasikan hasil uji laboratorium terhadap limbah mereka, karena dengan begitu dapat diketahui langkah dan tindakan selanjutnya yang akan diambil oleh perusahaan ke depannya. “Kita berharap hasilnya segera dipublikasikan,” katanya.

Baca Juga :  Mengawal PMK 168 Sebagai Amanah Penanggulangan Kemiskinan

Sementara itu Kakanpedalda, Imran Hasibuan, kepada METRO, Rabu (16/3) melalui telepon selulernya menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium atas limbah PT Virco masih belum mereka terima hasilnya dari Medan. “Sabar lah nanti akan kita sampaikan, mungkin tidak lama lagi, karena beberapa waktu lalu kita janjikan selama dua minggu dan sekarang baru sekitar semingguan. Kita tidak ada niat untuk menutup-nutupi. Kalau sudah keluar pasti akan kita umumkan,” tuturnya. Sebelumnya diberitakan, pipa pembuangan limbah PT Virco yang bergerak di bidang pengolahan karet di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan, Rabu (9/3) mengalami kebocoran. Saat diperbaiki, air limbah malah mengalir ke lubuk larangan Sungai Batang Ayumi yang menyebabkan ratusan ekor ikan warga di lingkungan 8 dan 9 mati seketika.

Kepada METRO, sejumlah warga seperti Harmeni Batubara, Ketua Lubuk Larangan Lingkungan 9 Kelurahan Aek Tampang Luhut Harahap, Sobirin Matondang, dan Amin Nasution menuturkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Warga melihat beberapa ekor ikan mereka yang dipelihara di lubuk larangan sepeti nila, mas, mujahir dan lele tiba-tiba hanyut dan mengapung di Sungai Batang Ayumi. Ketika diambil, ternyata ikan tersebut sudah mati. (phn) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Warga Sipirok, Digigit Nyamuk, Kaki Terancam Diamputasi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*