Pipa Limbah PT Virco Bocor, Ikan di Lubuk Larangan Bermatian

Pipa pembuangan limbah PT Virco yang bergerak di bidang pengolahan karet di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan, Rabu (9/3) mengalami kebocoran. Saat diperbaiki, air limbah malah mengalir ke lubuk larangan Sungai Batang Ayumi yang menyebabkan ratusan ekor ikan warga di lingkungan 8 dan 9 mati seketika. Kepada METRO, sejumlah warga seperti Harmeni Batubara, Ketua Lubuk Larangan Lingkungan 9 Kelurahan Aek Tampang Luhut Harahap, Sobirin Matondang, dan Amin Nasution menuturkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Warga melihat beberapa ekor ikan mereka yang dipelihara di lubuk larangan sepeti nila, mas, mujahir dan lele tiba-tiba hanyut dan mengapung di Sungai Batang Ayumi. Ketika diambil, ternyata ikan tersebut sudah mati.

Kemudian sekitar 20-an warga lingkungan 8 dan 9, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Selatan mengambil ikan yang mati dan pergi ke tempat pembuangan limbah PT Virco untuk melihat apakah kematian ikan diakibatkan limbah perusahaan tersebut. Sesampainya di lokasi pembuangan limbah, warga melihat air sungai suah berubah warnanya menjadi hitam pekat. Warga pun mengambil air sungai dan memasukkannya ke dalam plastik dan membawanya ke kantor Lurah Aek Tampang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sejumlah warga seperti Harmeni Batubara, Ketua Lubuk Larangan Lingkungan 9 Luhut Harahap, Sobirin Matondang, Amin Nasution dan lainnya meminta Lurah Aek Tampang Parhimpunan Lubis untuk mempertemukan warga dengan manajemen PT Virco agar persoalan itu dapat diselesaikan. Selanjutnya warga dan Lurah Aek Tampang Parhimpunan Lubis dating ke PT Virco dan diterima perwakilan PT Virco, Herman di ruangannya.

Warga yang emosi menuduh PT Virco sengaja membuang limbah ke aliran Sungai Batang Ayumi sehingga membuat ikan-ikan yang dipelihara warga di lubuk larangan bermatian. Warga juga meminta PT Virco bertanggung jawab.
“Sebenarnya dua bulan lalu juga sudah pernah kejadian yang sama. Ikan kami mati ada sampai lima karung yang belum sempat hanyut dibawa air. Tapai kalau yang ini, hanya ada beberapa yang dapat, yang lainnya telah hanyut dibawa air sungai,” ujar warga.

Baca Juga :  Penerbangan Perdana - Merpati Terbangkan 11 Penumpang Aek Godang-Medan

Perwakilan PT Virco, Herman mengakui kematian ikan karena limbah PT Virco. Namun, dirinya membantah jika pihaknya sengaja membuang limbah ke sungai. Sebab, menurutnya, sistem pengelolaan limbah mereka sangat baik.
Diutarakan Herman, tidak ada niat dari perusahaan untuk membuang limbah dengan sengaja tanpa melalui proses pengolahan sampah.

Herman pun meminta petugas tekhnis untuk membawa warga ke pipa yang bocor. Kemudian, petugas tersebut menjelaskan bahwa kipas pipa mengalami penumpatan karena kotoran, sehingga air limbah tidak lancar mengalir. Selanjutnya saat petugas tekhnis memperbaikinya, aliran limbah yang belum diproses itu mengalir ke sungai.
“Jadi bukan karena sengaja, tapi ada perbaikan pipa yang bocor. Sampai selesai diperbaiki, air limbahnya mengalir, tapi itu cuma sebentar. Lagipula jika limbah itu yang sudah diproses sesuai mekanisme yang ada, tak mungkin berbahaya. Karena jika tidak, pasti sudah dari dulu tak ada lagi makhluk hidup di Sungai Batang Ayumi. Sekarang ini sudah kita perbaiki. Kita akui kematian ikan-ikan itu karena pencemaran limbah pabrik kita, tapi itupun untuk kebaikan kita bersama lebih kita bermusyawarah untuk menyelesaikannya,” ucap Herman sembari akan mengupayakan kejadian yang sama tidak akan terulang lagi.

Lurah Aek Tampang Parhimpunan Lubis mengatakan, sebagai aparat pemerintahan dirinya akan duduk sebagai penengah agar kedua pihak sama-sama tidak ada yang dirugikan. Kepada masyarakat, Parhimpunan meminta untuk tidak anarkis dan tetap dalam koridor. Dalam pertemuan itu, warga meminta PT Virco untuk mengganti kerugian warga atas kematian ikan-ikan di tiga lubuk larangan, masing-masing satu lubuk larangan Rp20 juta.

Menanggapi tuntutan warga, Herman mengatakan, permintaan warga akan disampaikan kepada atasannya untuk kemudian secepatnya akan diberitahukan kepada warga apa jawaban perusahaan. Sementara itu perwakilan PT Virco Herman kepada METRO mengatakan, sambungan pipa yang bocor sudah diperbaiki. Dirinya akan berupaya agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya.

Baca Juga :  2014, Kursi di DPRD Psp Bertambah 10 DPRD Tapsel Kurang 10 Kursi

Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Kakanpedalda) Psp, Imran Hasibuan SSos kepada METRO, Rabu (9/3) menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan dari PT Virco. Kematian ikan-ikan itu, katanya, dikarenakan bocornya pipa limbah dan limbahnya belum diproses. Namun begitupun, pihaknya akan mengambil air sungai untuk dites untuk melihat kadar dan kualitas air. “Kita akan tes juga kadar airnya. Jika berbahaya nantinya bagi sungai, maka kita minta PT Virco memperbaikinya,” ucapnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Psp Khoiruddin Nasution meminta Pemko untuk lebih memperhatikan analisis dampak lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh PT Virco bagi warga sekitar khususnya Kelurahan Aek Tampang. Sebab apa yang dikeluhkan masyarakat tersebut bukan kali pertama namun sudah cukup sering. Di mana pihak perusahaan terkesan kurang merespon. Sementara pemerintah juga tidak memperhatikannya. “Kita dengan tegas meminta pemerintah untuk lebih tegas dalam pengawasan limbahnya, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi,” tuturnya. (phn) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*