PKL Tamora Tj. Morawa ‘Tantang’ Satpol PP

Diduga karena sudah berulangkali menghadapi penggusuran, para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Irian, Pasar Inpres Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, sepertinya sudah kebal penertiban.

Bagi mereka, penggusuran dianggap sudah langganan, yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa diprediksi. Bahkan, setiap kali ganti Camat, PKL sudah memperkirakan penggusuran pasti akan terjadi.

Selang beberapa hari pasca dilakukannya penggusuran oleh Satpol PP, kini jalan lintas kecamatan yang tidak pernah lepas dari kemacetan itu sudah mulai dipadati lapak liar pedagang kembali.

“Mau digusur seribu kali pun kami tetap akan berjualan di sini. Toh, kami tidak mencuri,” ketus pedagang ikan, Anto (33), Jumat (05/08/2011) sore.

Kendati mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat penggusuran, tetapi para penjual ikan, serta pedagang lainnya yang mendirikan kios non permanen di sepanjang simpang Pasar Inpres ini memiliki jurus jitu dalam menghindari petugas Satpol PP.

“Biasanya kalau ada penggusuran diberitahukan lewat pengumuman, yah tidak usah jualan pada hari itu. Kalau saya sendiri jualan pakai gerobak yang bisa dibawa pulang, jadi lapak saya tidak ada yang rusak,” ujar Anto didampingi Mis.

Sedangkan pedagang yang lapaknya dibongkar, biasanya akan mendirikan kembali lapak mereka yang hanya terbuat dari kayu. Dalam hitungan jam, tempat jualan sudah bisa berdiri tegak kembali, dan siap ditempati.

Baca Juga :  Gerebek Judi, Polisi Malah Diteriaki Maling

Menyikapi hal itu, Kepala Satpol PP Deli Serdang SP Tambunan mengatakan, kalau memang Camat Tamora membutuhkan, pihak siap turun melakukan penertiban. (BS-028)

Sumber: beritasumut.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*