PKS Belum Kantongi Nama Kandidat Calon

SIDIMPUAN- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sumatera Utara telah menerbitkan SK Tim Penjaringan Calon Wali Kota Padangsidimpuan. Namun, hingga saat ini PKS belum mengantongi nama kandidat untuk diiusung pada pemilukada.

Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Psp, H Muktar Sabri Lc, kepada METRO, Rabu (1/2).
Mantan anggota DPRD Psp periode 2004-2009 ini mengatakan, pengurus PKS yang dihunjuk sebagai tim penjaringan, yakni; Koordinator Psp, Tapsel, Madina, H Edi Hasan Lc, ia sendiri (Muktar Sabri Lc), sekretaris dan kabid kaderisasi PKS Psp Marwan Saleh Lubis SH dan Banua Siregar.

Rencananya, ucap Muktar Sabri, paling lambat Minggu (5/2), tim sudah menggelar rapat. Dalam rapat nantinya akan dibahas teknis dan waktu kerja tim, kriteria calon, serta lainnya.

Sampai saat ini, terang Muktar, untuk finalisasi seseorang untuk diusung belum berubah dari aturan sebelumnya, yaitu, tim menjaring kandidat di tingkat daerah. Hasil penjaringan tim ini diserahkan ke DPW, lalu DPW menyempurnakan penjaringan dan seterusnya menyerahkannya ke DPP.

“Tetap DPP yang memutuskan siapa kandidat yang akan diusung PKS nantinya. Dalam penjaringan, tim mengajukan maksimal 3 nama ke DPW,” pungkasnya.

Ditanya gambaran lamanya penjaringan, Muktar Sabri mengaku, itu sifatnya kondisional. Bisa saja cepat, jika calon yang ikut penjaringan sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan tim, dan bisa jadi lambat hingga jelang masuknya masa pendaftaran pasangan balon ke KPU sesuai tahapan, program dan jadwal yang akan ditetapkan KPU nantinya.

“Tapi pastinya, sampai saat ini, PKS tidak memiliki calon yang akan di usung, karena PKS memiliki aturan dan mekanisme yang tegas dalam menjaring calon usungannya,” pungkasnya. (neo)

Baca Juga :  ANEH...! Kelas Dipakai Rapat, Siswa Belajar di Bawah Pohon

Ketua PPP Siap Dipinang
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padangsidimpuan Adnan Buyung Lubis SH siap maju dalam pemilukada asal ada yang meminangnya. Dan, calon tersebut sesuai dengan kriteria yang diinginkan partai.
“Jika dipinang oleh balon dan diamanahkan rakyat, saya siap untuk maju dan programnya sesuai dengan kriteria dari partai dan punya komitmen jelas,” tegas Ketua DPC PPP Kota Psp Adnan Buyung Lubis SH di kantornya, Jalam MT Haryono, Kelurahan Bincar, Kecamatan Psp Utara, Rabu (1/2).

Buyung -demikian sapaan akrabnya- mengatakan, calon yang akan menggunaan PPP sebagai kendaraan politik untuk maju dalam pemilukada Kota Psp ini harus konsekuen dengan visi dan misi. Kemudian, calon tersebut mempunyai komitmen sejauh mana melaksanakan syariat di Kota Psp yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Untuk point kedua, terang Buyung, penting dimiliki mengingat saat ini ada penurunan demoralisasi masyarakat khususnya generasi muda Kota Psp.

“Kita lihat Simarsayang dan yang paling parah sekarang ini di jalan baru, Batunadua. Tidak ada komitmen yang jelas dari pemerintahan sekarang. Padahal sudah ada perda baca tulis Alquran dan berbusana muslim, tapi aplikasinya tidak ada sama sekali. Makanya kita butuh pemimpin yang punya komitmen menjalankan syariat Islam di Kota Psp,” ucap Buyung.
Kemudian, lanjut Buyung, calon berkomitmen selama masa jabatannya tidak berbeda pendapat dengan pasangan, sehingga tidak menghambat program pembangunan di Kota Psp.

Baca Juga :  Kepala BLHSU: Lingkungan Tambang Hutabargot Sudah Rusak - Tercemar Mercury, Penyakit Minamata Dikhawatirkan "Serang" Madina

“Kita mau calon yang punya program unggulan seperti pendidikan dan juga pembukaan lapangan pekerjaan untuk menghadapi era globalisaasi dan juga dalam rangka persiapan Kota Psp sebagai Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng),” tuturnya.
Soal apakah PPP sudah ada menjalin komunikasi dengan sejumlah calon, pria yang pernah menjadi Ketua Fraksi PPP di DPRD Psp periode 2002-2009 ini menegaskan tidak ada sama sekali.

“Tidak benar isu kita sudah menjalin komunikasi dengan salah satu calon atau kandidat, karena pendaftaran untuk penjaringan calon juga baru akan kita buka pertengahan atau akhir bulan ini,” sebutnya. Soal peluang kader yang akan maju nantinya, Buyung mengaku, dalam AD/ART partai, memang diutamakan kader, namun jika tidak ada kader maka dimungkinkan mengusung dari luar kader.  (phn)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Salam kenal tuk Bang Buyung…. sy setuju komintmen anda utk membangaun Psp tapi bukan dengan syariat Islam yang radikal… tapi perlu ditanamakan pondasi dasar kehidupan yang religius dulu supaya tatanan kehidupan jadi religius.. coba lihat sekarang judi buntut aja sudah mewabah seolah sudah hal yang biasa dan mungkin suatu waktu menjadi budaya… pengajian sudah mulai pudar .. anak2 baru bangun aja sudah liat kode judi buntut… banyakkkk masalh kita perlu diskusi dulu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*