Planet ‘Kembaran’ Bumi Tak Layak Dihuni

Atmosfir dari planet seukuran Bumi yang ditemukan tahun lalu, GJ 1214b, dianalisis untuk pertama kalinya, dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

GJ 1214b, exoplanet, berjarak 40 tahun cahaya dari Bumi, berukuran dua kali lebih besar dari Bumi, yang ditemukan tahun lalu, dianalisis untuk pertama kalinya oleh para ahli untuk kali pertama. Demikian seperti yang dikutip dari National Geographics, Senin (6/12/2010).

“Planet ini mungkin adalah exoplanet terunik yang pernah kita temukan sampai saat ini,” ujar Greg Laughlin, seorang astronom dari University of California, Santa Cruz.

Berdasarkan pada kepadatan planet tersebut, para astronom memperkirakan kalau planet GJ 1214b sepertiganya dipenuhi air dengan inti padat dan sebuah atmosfir. Sayangnya, jarak planet tersebut dengan bintangnya sangat dekat, sehingga menyebabkan kondisi suhu di sana sangat panas.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa atmosfer GJ 1214b terdiri dari uap hydrogen yang cukup padat dan panas. “Sangat tidak menyenangkan apabila manusia berada di sana,” ujar Luaghlin.

Para ahli astronom bisa menenliti atmosfir planet tersebut dengan mengamati bintang induknya, yang terlihat dari Bumi, dengan menggunakan European Southern Observatory Very Large Telescope di Chile.

“Cahaya planet GJ 1214b yang tertangkap di teleskop merupakan pertanda zat kimia yang ada di atmosfirnya,” ujar pimpinan studi, Jacob Bean dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Baca Juga :  Virus Komputer Ancam Sabotase Industri Vital

Beberapa penelitian serupa juga mengungkapkan bahwa gas-gas seperti hidrogen dan sodium pada exoplanet, lebih banyak daripada planet-planet besar di tata surya kita. Akan tetapi orbit mereka sangat dekat dengan bintang induk mereka.

Bagaimanapun, ini adalah kali pertama para ahli astronomi bisa menganalisis atmosfir dari sebuah planet yang seukuran dengan Bumi. (okezone.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*