PLN di Palas, Byar Pet

Palas. Kondisi “byar pet” atau nyala padam listrik PLN yang terjadi lebih dari belasan kali dalam sehari, membuat resah warga dan sejumlah pelaku usaha di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas). Tentu saja dengan keadaan listrik PLN yang kerapkali “byar pet” itu, alat elektronik milik sejumlah warga di daerah ini mengalami kerusakan.

H Simamora, satu warga di Kecamatan Huragi kepada MedanBisnis, Selasa (17/11) menyebutkan, setidaknya belasan kali terjadi “byar pet” listrik PLN yang mengaliri rumahnya. “Nyala-padam listrik PLN yang terjadi berulang kali dalam sehari, mengakibatkan banyak bola lampu di rumah saya yang putus,” kata H Simamora.

“Selain itu, karena PLN sering padam anak-anak di rumah kesulitan belajar karena tidak ada penerangan lampu. Terkadang anak-anak pakai lilin untuk belajarnya. Juga berpengaruh dengan tagihan listrik yang jadi tinggi pembayarannya. Kulkas saya juga pernah rusak, sudah diperbaiki kena biaya sebesar Rp 600.000,” tambahnya.

Senada, Butet, warga di Kecamatan Sosa mengeluhkan soal kerusakan alat-alat elektronik di rumahnya yang rusak dan diduga kuat akibat dari tidak normalnya arus listrik yang disuplay dan kondisi PLN yang kerap kali terjadi pemadaman hingga belasan dan puluhan kali dalam sehari.

“Tengok tuh bang, TV kami sudah berubah warnanya, gak normal lagi. Mesin cuci kami juga kini gak bisa dipakai lagi. Terus, ricecooker juga sudah gak bisa dipergunakan. Sekarang, kalau memasak nasi menggunakan kompor gas elpiji, lah bang,” sebut ibu rumah tangga ini, sambil menunjukkan alat-alat elektronik miliknya yang rusak diduga akibat arus listrik PLN yang tidak normal.

Baca Juga :  Air Sumber kehidupan

Masih, penuturan si ibu rumah tangga lagi, selain berakibat kerusakan pada alat-alat elektronik, diduga kuat akibat kondisi nyala-padam PLN, bola lampu di rumahnya kerap putus. “Selain itu, bila kondisi PLN sering nyala-padam, bayaran rekening PLN juga melonjak. Kemarin, baru bayar kena Rp 80.000-an. Padahal, bila arus PLN normal, biaya rekeningnya hanya sekitar Rp 60.000-an, bang,” tuturnya.

Sedangkan Galih Gunawan, seorang pengusaha warung internet (warnet) di Sibuhuan, Kecamatan Barumun, mengaku akibat PLN sering padam dia harus menggunakan mesin genset, agar usaha warnetnya bisa tetap berjalan. Tentu saja, biaya operasionalnya bertambah untuk membeli bahan bakar minyak premium gensetnya.

“Kami biasanya beli minyak bensin Rp 100.000 untuk mesin genset, sementara penghasilan hanya Rp 300.000/hari. Belum lagi biaya perawatan dan biaya operasional warnet lain. Kadang padamnya seharian, kadang berlangsung selama 5-6 jam, kadang juga kondisi PLN byar pet, berulang-ulang kali,” sebutnya.

Sementara, Kordinator Teknik PLN tiga kecamatan, Ujung Batu Sosa Aliaga dan PIR Trans Sosa Pardomuan Pane, saat berbincang dengan MedanBisnis menyatakan, gangguan dominan yang sering mengakibatkan PLN padam, karena kurangnya perawatan pepohonan yang tumbuh di lintasan jaringan kabel PLN, seperti pohon karet dan sawit.

“Gangguan listrik PLN yang mengakibatkan seringnya padam PLN di daerah ini, dominan disebabkan kurangnya perawatan terhadap pepohonan, seperti pohon karet dan sawit yang berada di bawah jaringan kabel listrik PLN. Makanya, kita perlu bersihkan atau lakukan perawatan terhadap pohon-pohon yang ada di lintasan jaringan kabel PLN,” ujarnya. (maulana syafii)

Baca Juga :  Pemkab Tapanuli Selatan Bakal Bangun SMK di Tiap Kecamatan

MedanBisnis –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*